Arina.id - Membaca adalah gerbang ilmu pengetahuan. Dalam Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Ajaran ini menegaskan pentingnya menanamkan budaya membaca pada anak sejak dini, sebagai bentuk ikhtiar orang tua dalam mendidik generasi yang cerdas, berakhlak, dan beriman.
Perintah membaca secara eksplisit disebutkan dalam ayat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu ayat pertama surat Al-Alaq:
ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ
Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
Ayat ini menunjukkan urgensi membaca sebagai langkah awal dalam memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Islam mendorong umatnya untuk terus belajar, membaca, dan merenungi ciptaan Allah sebagai bentuk ibadah.
Pentingnya Membaca untuk Anak
Mengajarkan budaya membaca kepada anak bukan sekadar memenuhi kebutuhan duniawi, tetapi juga investasi akhirat. Alasan pentingnya budaya membaca dalam Islam adalah pertama, menanamkan keimanan dan akhlak mulia. Membaca buku-buku Islami seperti Al-Qur’an, hadits, atau kisah-kisah nabi dapat menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia pada anak. Anak yang terbiasa membaca akan lebih mudah memahami ajaran Islam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua, membangun karakter pembelajar dan ketiga, Islam mengajarkan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban sepanjang hayat. Dengan membaca, anak akan terbiasa mencari ilmu, berpikir kritis, dan terus belajar.
Rasulullah SAW bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya: "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim" (HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik RA.).
Keempat, menyadarkan tentang kekuasaan Allah. Melalui membaca, anak dapat mengenal keagungan Allah dalam berbagai aspek kehidupan, baik melalui Al-Qur’an maupun ilmu pengetahuan lainnya yang menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya.
Peran Orang Tua dalam Mengajarkan Budaya Membaca
Sebagai pendidik utama, orang tua memiliki kewajiban untuk membangun kebiasaan membaca pada anak. Dalam Islam, orang tua bertanggung jawab atas pendidikan anak-anaknya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Artinya: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Berikut adalah langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan orang tua:
- Menyediakan buku yang bermanfaat. Pastikan anak memiliki akses ke buku-buku Islami, kisah-kisah nabi, atau buku pengetahuan yang sesuai dengan usianya.
- Memberikan teladan membaca. Anak belajar dari orang tua. Jadilah contoh dengan membaca buku secara rutin agar anak terinspirasi untuk melakukan hal yang sama.
- Membiasakan membaca Al-Qur’an bersama. Selain membaca buku, biasakan anak membaca dan memahami Al-Qur’an bersama keluarga. Ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga mempererat hubungan spiritual dalam keluarga.
- Mengintegrasikan membaca dalam rutinitas harian. Sediakan waktu khusus setiap hari untuk membaca bersama anak. Dengan begitu, membaca menjadi kebiasaan yang terpatri dalam keseharian mereka.
Manfaat Jangka Panjang Budaya Membaca dalam Islam
Membiasakan anak membaca sejak dini memiliki dampak yang luas, baik di dunia maupun akhirat. Anak yang gemar membaca akan lebih mudah memahami ajaran Islam, memiliki wawasan luas, dan mampu menjadi pemimpin yang bijaksana.
Mereka akan tumbuh menjadi individu yang mencintai ilmu, menghormati sesama, dan selalu menjadikan Al-Qur’an serta hadits sebagai pedoman hidup.
Dalam Islam, mengajarkan budaya membaca pada anak adalah bentuk ibadah dan investasi yang akan memberikan pahala jariyah bagi orang tua. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya: “Ketika seorang manusia meninggal dunia, maka amalannya terputus kecuali tiga hal, yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mau mendoakannya”. (HR. Muslim).
Bisa kita simpulkan bahwa membaca adalah pintu ilmu dan iman. Dalam Islam, kewajiban mengajarkan budaya membaca kepada anak bukan hanya upaya untuk mencerdaskan mereka, tetapi juga untuk membentuk generasi yang bertakwa. Dengan membiasakan anak membaca sejak dini, orang tua telah melaksanakan amanah besar yang akan membawa kebaikan bagi anak di dunia dan akhirat.
Mari kita jadikan budaya membaca sebagai bagian dari ibadah kita dan warisan berharga bagi generasi penerus!. Wallahu a'lam bis shawab.
Editor: Muhammad Faizin


