Dark
Light
Dark
Light

7 Tata Cara Tidur Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad

7 Tata Cara Tidur Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad

Arina.id - Tidur bukan hanya sekadar kebutuhan jasmani setelah beraktivitas seharian. Dalam Islam, tidur dapat menjadi ibadah jika dilakukan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. 

Seperti yang diketahui, Nabi Muhammad mengajarkan sejumlah adab yang membawa manfaat, baik bagi kesehatan maupun pahala di sisi Allah. Berikut beberapa sunnah Rasulullah SAW tentang tata cara tidur yang baik:

1. Membaca Doa Sebelum dan Sesudah Tidur

Rasulullah SAW membiasakan membaca doa sebelum tidur:

بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ

Artinya: "Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati." (HR. Bukhari no. 7394)

Ketika bangun tidur, beliau membaca:

الْـحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepada-Nyalah kami kembali." (HR. Bukhari no. 6312, Muslim no. 2711)

Selain itu, sebelum tidur Rasulullah meniup telapak tangan setelah membaca Surat al-Ikhlāṣ, al-Falaq, dan an-Nās, lalu mengusap seluruh tubuh. (HR. Bukhari no. 5017, Muslim no. 2192).

2. Berwudu Sebelum Tidur

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ

Artinya: "Apabila engkau hendak berbaring di tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti wudhumu untuk sholat." (HR. Bukhari no. 247, Muslim no. 2710)

Dalam riwayat lain, beliau menyebutkan bahwa malaikat mendoakan orang yang tidur dalam keadaan suci.

3. Menghindari Begadang Setelah Isya

Rasulullah SAW tidak menyukai berbincang-bincang setelah sholat Isya kecuali untuk urusan penting.

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَسْتَحِبُّ أَنْ يُؤَخِّرَ الْعِشَاءَ وَيَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَهَا وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

Artinya: "Nabi SAW menyukai mengakhirkan salat Isya dan membenci tidur sebelumnya serta berbincang-bincang setelahnya." (HR. Bukhari no. 574, Muslim no. 647)

4. Memadamkan Lampu Sebelum Tidur

Rasulullah SAW bersabda:

أَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ بِاللَّيْلِ إِذَا رَقَدْتُمْ

Artinya: "Padamkanlah lampu-lampu pada malam hari apabila kalian hendak tidur." (HR. Bukhari no. 6294)

5. Tidur Miring ke Kanan

Rasulullah mengajarkan posisi tidur dengan miring ke kanan:

 إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَاضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ

Artinya: "Apabila engkau hendak berbaring, tidurlah di atas rusuk sebelah kananmu." (HR. Bukhari no. 247, Muslim no. 2710)

6. Menutup Aurat Saat Tidur

Meskipun tidur sendirian, Islam tetap mengajarkan untuk menjaga aurat. Rasulullah SAW melarang tidur telentang dengan posisi kaki terbuka sehingga aurat terlihat.

 نَهَى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَنْ يَضْطَجِعَ الرَّجُلُ مُسْتَلْقِيًا وَيَضَعَ إِحْدَى رِجْلَيْهِ عَلَى الْأُخْرَى

Artinya: "Rasulullah SAW melarang seorang laki-laki berbaring telentang dengan meletakkan satu kaki di atas kaki lainnya (hingga auratnya terbuka)." (HR. Muslim no. 2099)

7. Larangan Tidur Tengkurap

Rasulullah SAW melarang tidur dengan posisi tengkurap:

إِنَّهَا ضِجْعَةٌ يُبْغِضُهَا اللَّهُ

Artinya: "Sesungguhnya posisi tidur tengkurap itu adalah cara berbaring yang dibenci Allah." (HR. Abu Dawud no. 5040)

7 tata cara dan adab tidur ini bersifat anjuran dan sunah, bukan wajib. Jadi, bila ada yang tidak mengikuti tata cara tidur seperti di atas, tidak akan berdosa.

Dengan demikian, mengikuti  tata cara dan adab-adab ini, tidur kita bukan hanya sekadar istirahat, tetapi juga bernilai ibadah dan membawa kebaikan bagi kesehatan jasmani serta rohani. Wallahu a'lam.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo