Dark
Light
Dark
Light

3 Puasa Sebelum Idul Adha: Nama, Keutamaan, dan Niatnya

3 Puasa Sebelum Idul Adha: Nama, Keutamaan, dan Niatnya

Arina.id - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk melaksanakan puasa sunah. Salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan adalah puasa sebelum Idul Adha. Berikut ini adalah penjelasan tentang nama-nama puasa tersebut, keutamaannya, dan niat yang dianjurkan.

3 Nama Puasa Sebelum Idul Adha

  1. Puasa Dzulhijjah. Puasa Dzulhijjah adalah puasa sunah yang dilakukan pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, terutama tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Puasa ini termasuk amalan yang sangat dicintai Allah.
  2. Puasa Tarwiyah. Puasa Tarwiyah merupakan puasa yang masih menjadi bagian dari Puasa Dzulhijjah. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Pemberian nama Tarwiyah ini mengikuti pada salah satu hadits yang menyebutkannya secara spesial bersamaan dengan Puasa Arafah. 
  3. Puasa Arafah. Puasa Arafah adalah puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu hari ketika jemaah haji melaksanakan wukuf di Arafah. Puasa ini merupakan puncak dari rangkaian puasa Dzulhijjah dan memiliki keutamaan luar biasa.

Keutamaan Puasa Sebelum Idul Adha

a. Keutamaan Umum 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Sebuat riwayat dari Sahabat Abdullah ibnu Abbas menyebutkan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

"ما من أيام العمل الصالح أحب إلى الله فيهن من هذه الأيام" -يعني عشر ذي الحجة -قالوا: ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: "ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجلا خرج بنفسه وماله، ثم لم يرجع من ذلك بشيء 

Artinya: “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih disukai Allah pada hari itu dari pada hari-hari ini, maksudnya sepuluh hari Dzulhijjah.’ Kemudian para sahabat bertanya, ‘Tidak pula jihad, ya Rasulullah?’ Rasul menjawab, ‘Tidak pula jihad di jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar membawa diri dan hartanya kemudian ia pulang tanpa membawa apa-apa lagi,’" (HR Bukhari).

Melaksanakan puasa dalam 9 hari pertama merupakan bagian dari amal saleh yang sangat dianjurkan.

b. Keutamaan Puasa Tarwiyah

Terdapat salah satu hadits yang menyebutkan tentang keistimewaan Puasa Tarwiyah:

صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين 

Artinya: “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun,” (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnu an-Najar).

Meskipun para ulama hadits menyebut hadis tersebut lemah (dlaif), namun masih tetap bisa dijadikan sebagai sandaran bagi fadlail al-‘amal (keutamaan amalan). Diperkuat dengan hadits tentang amalan di awal bulan Dzulhijjah sebelumnya, kita tetap bisa optimis bahwa dengan melaksanakan puasa Tarwiyah semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita.

c. Keutamaan Khusus Puasa Arafah

Puasa Arafah memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية 

Artinya: "Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lalu" (HR Muslim).

Puasa ini hanya dianjurkan bagi orang yang tidak sedang berhaji. Bagi jamaah haji, puasa pada hari Arafah tidak disunahkan karena dikhawatirkan memberatkan mereka.

Niat Puasa Sebelum Idul Adha

a. Niat Puasa Dzulhijjah (1–7 Dzulhijjah)

Niat dapat diucapkan dalam hati setiap malam sebelum fajar. Contoh niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سُنَّةِ ذِي الحِجَّةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an sunnati Dzil Hijjah lillahi ta’aala.

Artinya: “Aku niat puasa sunah Dzulhijjah esok hari karena Allah Ta’ala”.

b. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta‘aala

Artinya: “Aku niat puasa Tarwiyah sunah karena Allah Ta‘ala”.

c. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an sunnati yaumi ‘Arafah lillahi ta’aala.

Artinya: “Aku niat puasa sunah Arafah esok hari karena Allah Ta’ala”.

Niat bisa dilakukan dengan bahasa Arab maupun bahasa Indonesia, yang penting niat tersebut tertanam dalam hati.

Kesimpulannya, puasa sebelum Idul Adha, terutama puasa Arafah, adalah kesempatan emas untuk meraih ampunan dan pahala besar dari Allah SWT. Mari manfaatkan hari-hari mulia ini dengan memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunah, zikir, sedekah, dan membaca Al-Qur’an. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Amin.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo