Arina.id - Manusia memiliki bilik rahasia dalam hati yang tidak dapat diidentifikasi dengan mudah. Ragam sifat terpuji dan tercela terkumpul jadi satu; ada rasa syukur yang disertai riya, kadang muncul adu domba (namimah), hasud, bangga pada diri (ujub), dan sejenisnya.
Hasud adalah satu dari beberapa penyakit hati yang membahayakan. Kata hasud berasal dari bahasa Arab hasad. Dalam bahasa Indonesia hasud identik dengan dengki yang berdampak negatif bagi manusia sehingga hatinya menjadi gelap, dan sering iri melihat orang lain bahagia.
Dalam salah satu riwayat hadits disebutkan:
اِياَّ كُم وَالحَسَدَ فَاِنَّ الْحَسَدَ يَاْ كُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَاْ كُلُ النَّارُ الحَطَبَ
Artinya: "Jauhkanlah dirimu dari hasad karena sesungguhnya hasud itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu-bakar." (HR. Abu Dawud, 4257).
Hadits ini menegaskan betapa bahayanya penyakit dengki yang kemudian dapat menghanguskan amal kebaikan laksana api yang membakar kayu. Jika seseorang terhinggapi penyakit dengki, maka amalnya sia-sia sebab terlahap habis oleh penyakit hatinya.
Riwayat lain yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunannya, no. 2628 dan Imam al-Mundziri dalam at-Targhib wa at-Tarhib, no. 4383 menyebutkan:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَبَّ إِلَيْكُمْ دَاءُ الْأُمَمِ قَبْلَكُمْ الْحَسَدُ وَالْبَغْضَاءُ هِيَ الْحَالِقَةُ لَا أَقُولُ تَحْلِقُ الشَّعَرَ وَلَكِنْ تَحْلِقُ الدِّينَ
Artinya: "Sesungguhnya Nabi Muhammad bersabda, telah merasuk kepada kalian penyakit umat sebelum kalian, yaitu hasud dan benci yang sifatnya memangkas. Sesungguhnya aku tidak mengatakan memangkas rambut, akan tetapi memangkas agama."
Berkenaan dengan hal ini, Imam Mawardi dalam Kitab Adabud Dunya halaman 308 menguraikan terdapat 4 keburukan atau musibah yang menyertai pemiliki sifat hasud ini.
Pertama: Hati yang gundah dan fisik yang sakit, sebagaimana perkataan Ibnu Mu'taz bahwa hasud adalah sumber penyakit fisik.
Kedua: Rendahnya martabat dan derajat karena tidak disenangi oleh banyak orang. Sebab suka iri kepada orang lain.
Ketiga: Sulit mendapatkan teman atau relasi di kehidupan sosial. Sebab hasud dapat memecah persatuan, apalagi dalam sebuah organisasi.
Keempat: Mendapat murka Allah karena telah melawan ketetapan-Nya dan mengganggap bahwa manusia selain dirinya tidak pantas mendapat nikmat tersebut.
Karena itulah Rasulullah berpesan agar manusia mudah tidak terjerumus dalam penyakit hasud:
لَا تَقَا طَعُوْا وَلَا تَدَابَرُوْا وَلَا تَبَا غَضُوْا وَلَا تَحَاسَدُوْا، وَكُوْنُوْا إِخْوَانًا كَمَا أَمَرَكُمُ اللّٰهُ. رواه مسلم
Artinya: "Janganlah kalian saling memboikot, saling membelakangi, saling membenci, dan saling menghasud, namun jadilah kalian orang-orang yang bersaudara sebagaimana diperintahkan Allah SWT." (HR. Muslim no. 2559 dan 2563)
4 dampak negatif ini dapat dipahami bahwa sebenarnya sangat besar kerusakan yang disebabkan oleh penyakit hasud. Tidak ada kebaikan sama sekali di dalam kedengkian hasud. Bahkan hasud hanya akan membawa perpecahan, permusuhan, dan pertikaian.
Mereka yang hasud tidak akan mendapatkan kemuliaan dan kehormatan agung. Jika orang dengki hasud menjadi pemimpin, maka kedengkiannya akan dapat menghancurkan kerajaannya dan bawahannya akan sulit untuk loyal kepadanya. Wallahu a'lam bish shawab.
Editor: Muhammad Faizin


