Arina.id - Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang baligh, berakal, dan mampu melaksanakannya. Sementara puasa Senin-Kamis seperti suplemen tambahan bagi tubuh yang merupakan amalan sunah dan dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan.
Namun, bagaimana jika seseorang ingin menggabungkan keduanya dengan menjalankan puasa Ramadan sekaligus dengan niat puasa sunah Senin Kamis? Apakah hal ini dibolehkan dalam Islam dan mendapatkan kedua pahala puasa tersebut?
Syekh Abu Bakar Syatha Ad Dimyati dalam kitab I’anatut Thalibin, menyinggung masalah menggabungkan 2 puasa sekaligus dengan amat rinci. Beliau menjelaskan bahwa diperbolehkan menggabungkan puasa sunah dengan sunah atau bahkan puasa sunah dengan wajib. Contoh penggabungan puasa sunah dengan sunah adalah puasa Arafah digabung dengan puasa Senin-Kamis.
اِعْلَمْ أَنَّهُ قَدْ يُوجَدُ لِلصَّوْمِ سَبَبَانِ، كَوُقُوعِ عَرَفَةَ أَوْ عَاشُورَاءَ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ أَوِ الخَمِيسِ، أَوْ وُقُوعِ الِاثْنَيْنِ أَوِ الخَمِيسِ فِي سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ، فَيَزْدَادُ تَأَكُّدُهُ رِعَايَةً لِوُجُودِ السَّبَبَيْنِ، فَإِنْ نَوَاهُمَا حَصَلَا
Artinya: "Penting untuk diketahui bahwa terkadang ada dua alasan sekaligus berpuasa. Misalnya, apabila puasa Arafah atau Asyura jatuh di hari Senin atau Kamis, atau puasa Senin-Kamis bersamaan dengan puasa enam hari di bulan Syawal. Nah, kalau ada dua alasan begini, puasanya jadi lebih istimewa. Kalau diniatkan untuk dua-duanya mislanya puasa Senin-Kamis digabung dengan puasa Arafah, maka kita akan mendapatkan pahala dari kedua puasa itu sekaligus,"
Perihal puasa wajib, misalnya puasa Ramadan digabungkan dengan dengan puasa sunah Senin-Kamis, ulama kontemporer memperbolehkan hal tersebut. Penggabungan ini juga bisa mendapatkan pahala kedua puasa sunah dan wajib tersebut. Sebagaimana keterangan dalam kitab Fathul Mu’in halaman 281 berikut:
أَفْتَى جَمْعٌ مُتَأَخِّرُونَ بِحُصُولِ ثَوَابِ عَرَفَةَ وَمَا بَعْدَهُ بِوُقُوعِ صَوْمِ فَرْضٍ فِيهَا
Artinya: "Beberapa ulama kontemporer berpendapat bahwa jikalau ada orang berniat puasa wajib misalnya qadha Ramadan bertepatan pas di hari Arafah dan meniatkan keduanya, maka dia bisa dapat pahala puasa Arafah pun pahala qadha Ramadan.”
Kendati demikian, tidak semua penggabungan dua niat puasa diperbolehkan. Ada jenis puasa yang tidak boleh digabungkan, yaitu jika kedua-duanya sama-sama fardu. Misalnya, puasa nazar digabungkan dengan puasa Ramadan atau qadha Ramadan. Para ulama melarang hal ini karena selain tidak mendapatkan pahala, kewajiban puasanya pun tidak dianggap sah.
Sebagaimana pendapat dalam kitab Al-Asybah wan Nadzair, berikut:
الْقِسْم الثَّالِث: أَنْ يَنْوِي مَعَ الْمَفْرُوضَة فَرْضًا آخَر. قَالَ ابْنُ السُّبْكِيّ: وَلَا يُجْزِئ ذَلِكَ إلَّا فِي الْحَجّ وَالْعُمْرَ
Artinya: ”Bagian ketiga: jika seseorang berniat menjalankan dua puasa wajib sekaligus. Menurut Ibnu As-Subki hal tersebut tidak diperbolehkan pun tidak sah, kecuali dalam ibadah haji dan umrah saja.”
Dengan demikian, hukum menggabungkan puasa Ramadan dengan puasa sunah Senin-Kamis diperbolehkan, dan seseorang tetap mendapatkan pahala dari kedua puasa tersebut. Intinya, penggabungan puasa diperbolehkan jika yang digabungkan adalah puasa sunah dengan puasa sunah lainnya atau dengan puasa wajib. Namun, jika kedua puasa tersebut sama-sama wajib, seperti puasa Ramadan dan puasa nazar, maka penggabungannya tidak diperbolehkan. Wallahu a‘lam bish shawab.
Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur
Editor: Muhammad Faizin


