Arina.id - Thrifting atau belanja baju bekas kini jadi tren yang digemari banyak orang, terutama anak muda. Selain ramah di kantong, thrifting juga dianggap lebih ramah lingkungan karena membantu mengurangi limbah tekstil. Tapi, satu hal penting yang sering diabaikan: baju hasil thrifting wajib dicuci dulu sebelum dipakai!
Alasan Mengapa Harus Dicuci sebelum Dipakai
Ada banyak sekali alasan mengapa baju hasil thrifting harus dicuci terlebih dahulu. Alasan utamanya ialah karena kebersihan baju tersebut yang belum terjamin. Baju-baju thrifting biasanya berasal dari berbagai tempat, bisa dari luar negeri, gudang penyimpanan lama, atau bahkan donasi. Meski terlihat bersih, bukan berarti bebas dari kotoran, debu, atau keringat pemilik sebelumnya.
Selain itu, baju bekas bisa mengandung residu deterjen, parfum, atau bahkan jamur yang menempel. Jika langsung dipakai tanpa dicuci, kulit sensitif bisa terkena iritasi atau gatal-gatal. Bahkan, sangat dimungkinkan pula beberapa pakaian bekas yang menjadi sarang kuman, bakteri, bahkan kutu atau jamur. Pencucian menyeluruh dengan air panas dan deterjen bisa membantu membunuh mikroorganisme yang menempel.
Alasan berikutnya ialah bau apek khas baju lama atau bau gudang bisa banget nempel di baju thrifting. Mencuci dulu baju tersebut agar menjadi wangi dan nyaman dipakai tentunya adalah sebuah keniscayaan.
Sudut Pandang Syariah: Kesucian
Secara syariah, baju bekas yang dipakai oleh orang lain, apalagi jika baju tersebut berasal dari luar negeri, kemungkinan besar terkontaminasi oleh najis. Dalam pandangan fiqih mazhab Syafi’i, jika nyata-nyata kita temukan ada najis yang menempel pada baju tersebut (‘ainiyyah), maka wajib hukummya untuk menghilangkannya, dan setelah itu mengguyur baju tersebut dengan air yang mengalir untuk menghilangkan najis hukmiyyah-nya.
Dalam kitab Fathul Qarib dijelaskan tatacara mencuci baju yang kemungkinan besar terkena najis sebagai berikut:
ويشترط في غسل المتنجس ورودُ الماء عليه إن كان قليلا، فإن عكس لم يطهر. أما الماء الكثير فلا فرق بين كون المتنجس واردا أو مورودا
Artinya: “Dalam mencuci benda yang terkena najis disyaratkan air mengalir pada benda tersebut (diguyurkan). Hal ini belaku pada air yang sedikit (kurang dari 2 qullah atau 270 liter), apabila sebaliknya (air ada terlebih dahulu kemudian benda, dalam hal ini pakaian, yang terkena najis dicelupkan ke dalamnya), maka belum dinyatakan suci. Jika air itu banyak, maka tidak disyaratkan aliran air pada benda (pakaian tersebut).”
Bisa juga mensucikannya dengan cara mencuci baju tersebut menggunakan mesin cuci otomatis. Yakni mesin cuci yang meskipun tampungan airnya kurang dari 2 qullah. Namun secara otomatis ketika kita menaruh pakaian didalamnya, air akan terisi dan sesudahnya air akan terbuang dengan sendirinya dan memasukkan kembali air baru untuk bilasan.
Dalam salah satu kitab kontemporer, yakni Al-Yaqut An-Nafis disebutkan:
والغسالات نوعان: نوع يسمونه أوتوماتيكي يرد إليها الماء ثم ينصرف فيرد ماء جديد ثم يتكرر إيراد الماء عدة مرات فهذا لاخلاف فيه في طهارة الملابس
Artinya: “Mesin cuci terbagi menjadi dua. Pertama, mesin cuci yang otomatis, yaitu air dialirkan pada mesin cuci lalu di alirkan keluar dari mesin cuci, setelah itu dialirkan kembali air baru dan dialirkan keluar, begitu juga seterusnya. Maka dalam mesin cuci jenis demikian tidak ada perbedaan pendapat antar ulama dalam sucinya pakaian yang di cuci pada mesin cuci jenis ini”.
Sudut Pandang Kesehatan: Sterilisasi
Selain pertimbangan kesucian, kita juga perlu memperhatikan pertimbangan kesehatan, yakni perlunya mensterilkan baju hasil thrifting sebelum kita pakai. Dalam salah satu artikel yang ditulis oleh Christovel Ramot (13/10/2024) yang dimuat pada situs klikdokter dan sudah ditinjau oleh dr. Dyah Novita Anggraini dijelaskan bahwa saat mencuci baju hasil thrifting, kita perlu melakukan beberapa langkah sterilisasi terlebih dahulu yakni dengan merendam baju menggunakan air hangat untuk menghilangkan bakteri dan bau apek.
Selain itu, apabila diperlukan, disarankan juga menggunakan deterjen khusus untuk penghilang bakteri dan jamur. Pada beberapa kasus, disinfektan juga perlu untuk digunakan dan salan satu faktor terpenting lainnya ialah melakukan pengeringan secara benar.
Thrifting memang seru dan penuh dengan harta karun yang tak terduga, tapi jangan lupa jaga kebersihan! Mencuci baju bekas sebelum dipakai bukan cuma soal kebiasaan, tapi juga soal kesucian dan kesehatan. Yuk, jadi pemburu thrift yang cerdas dan peduli! Wallahu a'lam bish shawab.
Editor: Muhammad Faizin


