Dark
Light
Dark
Light

Sya’ban Bulan Rasulullah: 11 Keutamaan Bershalawat kepadanya

Sya’ban Bulan Rasulullah: 11 Keutamaan Bershalawat kepadanya

Bulan Sya’ban merupakan salah satu dari beberapa bulan yang mulia dan hari raya yang agung. Bulan Sya’ban juga merupakan bulan dengan sejuta keberkahan, kebaikan dan bertaubat pada bulan tersebut termasuk dari paling besarnya keuntungan. Tidak hanya itu, berbuat taat, beribadah dan hal yang semakna, termasuk dari sebab akan diperolehnya paling besarnya laba, layaknya seseorang yang berdagang.

Allah jadikan bulan Sya’ban sebagai ujung suatu masa. Bagi orang yang bertaubat pada bulan tersebut akan dijamin ketentraman hidupnya. Orang yang terbiasa ijtihad, bukan bermakna perang, seperti: mencari ilmu, menegakkan agama Allah, maka ia akan memperoleh kemenangan di bulan Ramadhan dengan terbiasa melakukan kebaikan di bulan Sya'ban.

Sebelum beranjak jauh terhadap pembahasan inti perlu kiranya mengetahui beberapa argumen penamaan bulan Sya’ban. Sayyid Muhammad dalam kitabnya Madza fi as-Sya’ban memaparkan bahwa bulan tersebut dinamakan bulan Sya’ban karena di dalamnya terdapat pelbagai kebaikan. Kata Sya’ban berasal dari kata as-syi’bu yang bermakna sebuah jalan menuju kebaikan.

Ada pendapat lain menyatakan bahwa kata sya’ban berasal dari kata as-sya’bu yang berarti menambal, karena pada bulan Sya’ban Allah akan menambal hati para Mukmin yang pecah berantakan.

Bulan Sya’ban merupakan bulannya Rasulullah saw. Ungkapan tersebut bukanlah kicauan semata, namun berlandasan dalil yang bisa diterima oleh kalangan umat Islam yang berpijakan pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Hasan:

عن الحسن مرسلًا أنه قال - صلى الله عليه وسلم -: رجب شهر الله، وشعبان شهري، ورمضان شهر أمتي

Artinya: “Diriwayatkan dari hasan (hadist mursal) Rasulullah bersabda: bulan Rajab merupakan bulannya Allah dan bulan Sya’ban merupakan bulanku (Rasulullah), sedangkan bulan Ramadhan merupakan bulannya umatku (Nabi Muhammad)”. (Badrut tamam, Syarah Bulughul Maram, hal. 132, juz 5).

Bulan Sya’ban dinamakan bulannya Rasulullah juga karena pada bulan Sya’banmerupakan asbabun nuzul (sebab turunnya) ayat al-Qur’an yang menyatakan bahwa Allah beserta para malaikatnya bershalawat kepada nabi. Anjuran ini bermakna perintah kepada umat Islam untuk bershalawat kepadanya, sebagaimana dalam al-Qur’an:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً (56)

Artinya: “Sesungguhnya Allah beserta para malaikat-Nya bershalawat kepada nabi, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kepada nabi serta berikan salam kepadanya” (surat al-ahzab:56)

Shalawat Allah beserta para malaikat-Nya kepada Nabi memiliki makna yang berbeda. Sebagaimana telah banyak termaktub dalam beberapa kitab tafsir akan hal tersebut. Salah satunya dalam kitab tafsir Syeikh Wahbah Zuhaili, salah satu ulama kontemporer yang sangat terkenal.

Beliau menyatakan bahwa Allah bershalawat kepada Nabi bermakna menambah rahmat serta ridhaNya, sedangkan malaikat bershalawat kepada Nabi memiliki makna yang berbeda yaitu memohon ampunan bagi nabi serta mendoakan akan tingginya kedudukan. Demikian shalawat yang umat Islam senandungkan berbeda pula maknanya yaitu mendoakan nabi serta memohon ampunan. (Tafsir Muhid lil zuhaili, hal. 2084 j. 3)

Allah memerintahkan umat Islam bershalawat kepada Nabi semata-mata bukan karena hal itu dibutuhkan oleh Allah, namun hal itu memiliki tujuan akan dimuliakannya umat mukmin sebagai umat yang beriman kepadaNya. Ini merupakan salah satu kekhususan umat Nabi Muhammad saw yang tidak dimiliki oleh umat terdahulu.

Syeikh Izzuddin bin Abdus Salam mengatakan bahwa shalawat yang kita berikan kepada Nabi Muhammad bukanlah sebuah syafaat yang kita hadiahkan kepada beliau, karena kita tidak layak untuk hal itu (Sayyid Muhammad Al-maliki, madza fis sya’ban, hal. 27).

Namun sebaliknya yang kita harapkan dengan bershalawat kepadanya adalah syafaat Rasullulah kelak di hari kiamat, yang mana pada hari itu tidak ada yang bisa memberikan syafaat kecuali Nabi Muhammmad.

Ada beberapa keutamaan bershalawat kepada nabi, sebagai berikut (Sayyid Muhammad Al-maliki, madza fis sya’ban, hal. 31):

  1. Seseorang yang bershalawat kepada Nabi maka Allah akan membalasnya 10 kali lipat.
  2. Seseorang yang bershalawat kepada Nabi, maka beliau akan bershalawat kepadanya.
  3. Seseorang yang bershalawat kepada Nabi, maka malaikat akan bershalawat kepadanya.
  4. Seseorang yang bershalawat kepada Nabi, maka derajatnya akan diangkat oleh Allah, beberapa kebaikannya akan ditambah serta beberapa kejelekannya akan dihapus.
  5. Seseorang yang bershalawat kepada Nabi, maka pahalanya sama dengan memerdekakan 10 budak.
  6. Bershalawat kepada Nabi merupakan sebab diampunkannya dosa, hal itu sesuai dengan tingkat keimanan seseorang, kecintaannya kepada Nabi serta rasa ikhlas dalam bershalawat kepada Nabi.
  7. Seseorang yang bershalawat kepada Nabi, ia akan dimintai ampunan dan ia akan diberikan kesenangan di alam kubur.
  8. Bershalawat kepada Nabi merupakan sebab akan terperolehnya syafaat Nabi.
  9. Seseorang yang memperbanyak shalawat kepada Nabi, ia akan diutamakan di sisinya dibandingkan manusia yang lain.
  10. Bershalawat kepada Nabi merupakan sebab hilangnya kefakiran dan dilimpahkannya beberapa kebaikan.
  11. Beberapa keberkahan serta kebaikan bershalawat kepada Nabi akan dirasakan oleh dirinya sendiri serta anak pinaknya kelak.

Dianjurkannya bershalawat kepada Nabi di bulan Sya’ban bukan hanya untuk individual, namun juga untuk kolektif seperti mengadakan sebuah majlis shalawat. Dengan adanya kerumunan orang bersama-sama ​​shalawat kepada Nabi akan banyak keutamaan yang didapat.

Ketika mereka beranjak pergi dari majlis tersebut layaknya mereka meninggalkan taman yang dipenuhi dengan harum semerbak wewangian karena Rasulullah adalah hamba yang paling harumnya wewangian dan paling sucinya hal yang suci. (Ibnu Jauzi, Al-bustan)

Oleh karena itu, akan terasa hambar di bulan yang dinamakan sebuah bulannya Rasulullah ketika pada bulan tersebut tidak memetik beberapa keutamaannya seperti memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW baik secara individual ataupun kolektif. Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad []


$data['detail']->authorKontri->kontri

Musta’in Romli
Pengajar Ma'had Aly Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo