Arina.id - Salah satu akhlak mulia yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW adalah menjenguk orang sakit. Dalam ajaran Islam, mengunjungi orang yang sedang sakit bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga ibadah yang mengandung pahala besar dan keberkahan luar biasa. Rasulullah SAW meneladankan bahwa setiap langkah menuju rumah orang sakit adalah jalan menuju ampunan, rahmat, dan surga Allah SWT.
Pahala Menjenguk Orang Sakit
Rasulullah SAW bersabda:
عَائِدُ الْمَرِيْضِ يَمْشِيْ فِيْ مَخْرَفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ
Artinya: “Orang yang menjenguk orang sakit maka ia berjalan di taman surga sampai ia kembali.” (HR. Muslim)
Hadits ini menggambarkan betapa agungnya pahala bagi seorang Muslim yang menengok saudaranya yang sedang sakit. Imam An-Nawawi Al-Bantani menjelaskan bahwa maksud hadits tersebut adalah orang yang menjenguk orang sakit seolah sedang berjalan di taman surga, yakni dikelilingi pahala dan keberkahan seperti berada di dalam surga itu sendiri.
Adab Menjenguk Orang Sakit
Menjenguk orang sakit tidak hanya sekadar datang berkunjung. Ada adab dan etika Islami yang perlu diperhatikan agar kunjungan kita membawa manfaat dan kebaikan bagi yang sakit.
Niat yang ikhlas. Awali kunjungan dengan membaca basmalah dan niat tulus untuk menghibur serta mendoakan kesembuhan, bukan sekadar formalitas sosial.
Memberi semangat dan ketenangan. Sampaikan kata-kata lembut yang menenangkan hati, seperti ucapan Rasulullah SAW: “Tidak apa-apa, insyaallah kamu akan sembuh.” Hindari ucapan yang menambah kesedihan atau kecemasan.
Pilih waktu yang tepat. Jangan menjenguk terlalu lama, apalagi di waktu yang tidak sesuai. Jika pasien dirawat di rumah, mintalah izin dengan sopan sebelum masuk. Waktu terbaik untuk menjenguk adalah pagi dan sore hari, sebagaimana dijelaskan ulama Hanbali, karena pada waktu itu malaikat memperbanyak shalawat dan doa.
Menjaga pandangan dan sopan santun. Jangan menatap pasien dengan tajam atau banyak bertanya. Duduklah di dekat kepala pasien, seperti yang dilakukan Rasulullah SAW, agar lebih mudah mendoakan dan menghibur.
Mendoakan dengan tulus. Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut ketika menjenguk orang sakit:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ، اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Allaahumma rabban naasi adzhibil ba’sa, isyfihi wa antas syaafi, laa syifaa’a illa syifaauka, syifaa’an laa yughaadiru saqaman.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah, Engkau-lah Yang Mahamenyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Doa ini bisa dibacakan sambil mengusap bagian tubuh pasien dengan tangan kanan, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW ketika menjenguk keluarganya yang sakit.
Waktu Terbaik Menjenguk Orang Sakit
Menurut keterangan Ibnu Muflih dalam Al-Adab As-Syar’iyyah, menjenguk orang sakit dianjurkan pada pagi atau sore hari. Para ulama madzhab Hambali menilai waktu tengah hari makruh untuk menjenguk, karena bisa mengganggu waktu istirahat pasien dan tidak sesuai dengan etika sosial.
“Waktu terbaik menjenguk orang sakit adalah pagi dan sore hari, karena pada waktu itu malaikat memperbanyak doa dan shalawat.” (Al-Adab As-Syar’iyyah, juz II, hal. 189–199)
Artinya, Islam tidak hanya menekankan pentingnya niat baik, tetapi juga mengajarkan kepekaan terhadap situasi dan kenyamanan orang yang dijenguk.
Makna Sosial dan Spiritual Menjenguk Orang Sakit
Menjenguk orang sakit bukan hanya urusan pribadi antara kita dan yang sakit. Ia adalah bentuk ukhuwah Islamiyah, ikatan kasih sayang antar sesama Muslim. Dalam kunjungan itu terkandung doa, empati, dan energi spiritual yang menumbuhkan semangat sembuh bagi yang sakit sekaligus pahala besar bagi yang menjenguk.
Kunjungan ini juga menjadi pengingat bahwa sehat adalah nikmat besar, dan bahwa setiap sakit adalah peluang untuk mendekat kepada Allah SWT. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa seorang mukmin yang sabar ketika sakit akan dihapus dosanya sebagaimana daun kering gugur dari pohonnya.
Menjenguk orang sakit adalah amal kecil dengan nilai besar yang mengajarkan empati, kesabaran, dan rasa syukur. Dengan mengikuti adab yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, kunjungan kita bukan hanya menenangkan hati orang yang sakit, tetapi juga menjadi ladang pahala dan jalan menuju surga. Rasulullah bersabda: “Barang siapa menjenguk orang sakit, maka ia berjalan di taman surga hingga kembali.” (HR. Muslim)
Mari hidupkan kembali sunah ini, menjenguk dengan cinta, mendoakan dengan tulus, dan menjadi sebab datangnya rahmat Allah SWT bagi sesama. Wallahu a'lam bish shawab.
Editor: Muhammad Faizin


