Arina.id ~ Momen akhir tahun atau tahun baru biasanya digunakan untuk berlibur. Sejumlah orang bahkan sudah merencanakan jauh-jauh hari mengajukan cuti kerja tambahan dengan harapan agar waktu liburannya lebih leluasa.
Liburan akhir tahun seakan menjadi kesepakatan kolektif bahwa inilah saatnya jeda dari rutinitas kerja harian. Kebanyakan para pekerja di kota pulang kampung, piknik ke gunung, berkunjung ke pantai, atau sekadar rebahan di rumah menikmati kebersamaan bersama keluarga.
Intinya, liburan tahun baru identik dengan rehat sejenak untuk merasakan suasana pergantian tahun, dan ini menjadi momentum spesial sebab perbuatan ini termasuk dalam kategori menyenangkan atau membahagiakan keluarga.
Perbuatan menyenangkan hati keluarga disebutkan dalam hadis Nabi yang diriwayatkan Ibnu Abbas:
عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ، أنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قالَ: إنَّ أحَبَّ الأعْمالِ إلى اللَّهِ بَعْدَ الفَرائِضِ إدْخالُ السُّرُورِ عَلى المُسْلِمِ
Artinya: Hadist riwayat Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah bersabda: Sesungguhnya amal yang paling disukai Allah setelah melaksanakan ibadah fardlu adalah menggembirakan orang Islam. (HR. Tabrani)
Hadist ini mempertegas pentingnya menyenangkan hati saudara, sanak famili, karena akan menambah kerukunan, kebersamaan di antara saudara muslim. Tentunya harus sesuai aturan yang tidak melanggar syariat agama.
Dalam kitab Usfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar al-'Ushfuri, seorang ulama klasik yang berisi 40 hadis Nabi Muhammad SAW yang disertai dengan syarah (penjelasan) dan hikayat (kisah-kisah inspiratif) disebutkan:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا اَنَّهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَدْخَلَ عَلَى قَلْبِ أَخِيْهِ الْمُسْلِمُ فَرَحًا وَسُرُورًا فِي دَارِ الدُّنْيَا خَلَقَ اللَّهُ تَعَالَى مَلَكًا يَدْفَعُ عَنْهُ الْآفَاتِ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ جَاءَ مَعَهُ قَرِيْنًا فَإِذَا مَرَّ بِهِ هَوْلٌ يَفْزَعُهُ قَالَ لَا تَخَفْ فَيَقُوْلُ مَنْ أَنْتَ فَيَقُوْلُ أَنَا الْفَرَحُ وَالسُّرُوْرُ الَّذِي أَدْخَلْتَهُ عَلَى أَخِيْكَ الْمُسْلِمُ فِي دَارِ الدُّنْيَا
Artinya: “Barangsiapa yang memberikan kebahagiaan dan kegembiraan dalam hati saudaranya yang muslim saat di dunia, maka Allah akan menciptakan malaikat yang akan menolak seluruh musibah darinya. Ketika hari kiamat sudah tiba, maka ia akan menjadi sahabat sejatinya. Ketika terjadi sesuatu yang mengerikan, maka ia akan berkata : jangan takut! Lalu dia akan bertanya, siapakah engkau? Maka ia akan berkata lagi, aku adalah kebahagian dan kegembiraan, yang engkau berikan pada saudaramu yang muslim, waktu di dunia”.
Demikian pula dalam kitab Athiyyatul Haniyyah disebutkan:
مَنْ اَدْخَلَ عَلَى مُؤْمِنٍ سُرُوْرًا، خَلَقَ اللهُ مِنْ ذَلِكَ السُرُوْرِ سَبْعِيْنَ اَلْفَ مَلَكٍ، يَسْتَغْفِرُوْنَ لَهُ اِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Artinya: “Barang siapa yang membahagiakan hati orang mukmin lain, maka Allah akan menciptakan 70.000 malaikat yang ditugaskan memintakan ampunan baginya sampai hari kiamat sebab ia telah membahagiakannya”.
Berdasarkan uraian tersebut, jelas bahwa menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga dan sesama saudara muslim merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat kebersamaan serta menumbuhkan keharmonisan. Momentum liburan, khususnya saat pergantian tahun, menjadi waktu yang tepat untuk mengajak mereka berwisata, menjamu makan bersama, menikmati kebersamaan dengan hidangan sederhana, serta berbincang hangat penuh keteduhan dan saling menyemangati dalam hal-hal positif sebagai bekal menyambut tahun yang baru.
Editor: Muhammad Zunus


