Arina.id - Ketika memasuki bulan Sya'ban, para ulama dalam berbagai literatur kitab klasik menganjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah. Salah satunya adalah memperbanyak membaca istighfar. Tujuannya tidak lain adalah untuk menghormati kemuliaan bulan Sya'ban, sebab pada bulan ini banyak terjadi peristiwa penting dalam sejarah Islam.
Membaca istighfar di bulan Sya'ban memiliki banyak manfaat, seperti diberikannya kemudahan dan kestabilan finansial, dimudahkan segala urusan, serta diberikan ketenangan hati
الِاسْتِغْفَارُ مِنْ أَعْظَمِ وَأَوْلَى مَا يَنْبَغِي عَلَى الْمُسْلِمِ الْحَرِيصِ أَنْ يَشْتَغِلَ بِهِ فِي الْأَزْمِنَةِ الْفَاضِلَةِ، الَّتِي مِنْهَا: شَعْبَانُ وَلَيْلَةُ النِّصْفِ، وَهُوَ مِنْ أَسْبَابِ تَيْسِيرِ الرِّزْقِ، وَدَلَّتْ عَلَى فَضْلِهِ نُصُوصُ الْكِتَابِ، وَأَحَادِيثُ سَيِّدِ الْأَحْبَابِ، وَفِيهِ تَكْفِيرٌ لِلذُّنُوبِ وَتَفْرِيجٌ لِلْكُرُوبِ، وَإِذْهَابٌ لِلْهُمُومِ وَدَفْعٌ لِلْغُمُومِ.
Artinya: "Istighfar (memohon ampun kepada Allah) termasuk amalan yang paling agung dan paling utama yang seharusnya dilakukan oleh seorang Muslim yang bersungguh-sungguh, terutama di waktu-waktu yang mulia seperti bulan Sya'ban dan malam Nishfu Sya'ban. Istighfar juga merupakan salah satu sebab dimudahkannya rezeki. Keutamaan istighfar telah ditunjukkan oleh ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis-hadis Nabi Muhammad, manusia paling dicintai. Istighfar dapat menghapus dosa, melapangkan kesulitan, menghilangkan kegundahan, dan mengusir kesedihan.” (Sayyid Muhammad Al-Maliki, Madza fi Sya’ban, halaman 57)
Bacaan Doa Istighfar Sahabat Ali Bin Abi Thalib
Bacaan istighfar sangat beragam lafaznya dalam literatur Islam. Namun, para ulama merekomendasikan bacaan istighfar milik Sahabat Ali bin Abi Thalib yang dikenal dengan nama “Istighfar ‘Adzim”. Istighfar ini dianjurkan untuk diperbanyak dibaca di bulan Sya'ban agar diberikan kelancaran rezeki dan kemudahan dalam segala urusan.
Istighfar ini muncul ketika seorang Arab Badui datang kepada Sahabat Ali bin Abi Thalib mengadukan masalah keuangannya yang sulit serta banyaknya urusan yang belum selesai. Berikut penjelasan lengkap mengenai kisah dan bacaan istighfar Sahabat Ali bin Abi Thalib;
جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى سَيِّدِنَا عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَشَكَا إِلَيْهِ شِدَّةً لَحِقَتْهُ، وَضِيقًا فِي الْمَالِ وَكَثْرَةَ الْعِيَالِ، فَقَالَ لَهُ: عَلَيْكَ بِالِاسْتِغْفَارِ، فَإِنَّ اللَّهَ سُبْحَانَهُ يَقُولُ فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا سُورَةُ نُوحٍ الْآيَةُ ١٠ ، فَعَادَ إِلَيْهِ فَقَالَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ، اسْتَغْفَرْتُ كَثِيرًا وَمَا أَرَى فَرَجًا مِمَّا أَنَا فِيهِ. فَقَالَ: لَعَلَّكَ لَا تُحْسِنُ أَنْ تَسْتَغْفِرَ. قَالَ: عَلِّمْنِي قَالَ: أَخْلِصْ نِيَّتَكَ وَأَطِعْ رَبَّكَ وَقُلْ
Artinya: ”Seorang Arab Badui datang kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib Ra dan mengeluhkan kesulitan yang menimpanya, kesempitan rezeki, dan banyaknya tanggungan keluarga. Ali pun berkata kepadanya, “Hendaknya engkau memperbanyak istighfar (memohon ampun), karena Allah SWT berfirman:”Maka aku katakan kepada mereka, “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.’” (QS. Nuh: 10). Orang itu kembali kepada Ali dan berkata, “Wahai Amirul Mukminin, aku telah banyak beristighfar, tetapi aku belum melihat jalan keluar dari kesulitanku.” Ali menjawab, “Mungkin engkau belum benar dalam beristighfar.” Orang itu berkata, “Ajari aku.”Ali pun berkata, “Ikhlaslah niatmu, taatlah kepada Tuhanmu, dan baca istighfar ini:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ قَوِيَ عَلَيْهِ بَدَنِي بِعَافِيَتِكَ، أَوْ نَالَتْهُ قُدْرَتِي بِفَضْلِ نِعْمَتِكَ، أَوْ بَسَطْتُ إِلَيْهِ يَدِي بِسَابِغِ رِزْقِكَ، أَوِ اتَّكَلْتُ فِيهِ عِنْدَ خَوْفِي مِنْكَ عَلَى أَنَاتكَ، أَوْ وَثِقْتُ بِحِلْمِكَ، أَوْ عَوَّلْتُ فِيهِ عَلَى كَرَمِ عَفْوِكَ
Allāhumma innī astaghfiruka min kulli dzanbin qawiya ‘alayhi badanī bi‘āfiyatik, aw nālathu qudratī bifaḍli ni‘matik, aw basathu ilayhi yadī bisābighi rizqik, awitakaltu fīhi ‘inda khawfī minka ‘alā anā’atik, aw waṡiqtu biḥilmik, aw ‘awwaltu fīhi ‘alā karami ‘afwik.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu dari segala dosa yang dilakukan oleh tubuhku dengan kesehatan yang Engkau berikan, atau yang kuraih dengan kemampuan yang Engkau anugerahkan, atau yang kulakukan dengan tangan yang Engkau beri rezeki melimpah, atau yang kuserahkan kepada-Mu saat aku takut kepada-Mu karena Engkau Maha Penyabar, atau yang kupercayakan kepada kemurahan-Mu, atau yang kuharapkan pada kemuliaan ampunan-Mu.” (Sayyid Muhammad Al-Maliki, Madza fi Sya’ban, halaman 63)
Demikian amalan istighfar sahabat Ali Bin Abi Thalib di bulan Sya'ban. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish shawab.
Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur
Editor: Muhammad Faizin


