Dark
Light
Dark
Light

9 Amalan Sunnah di Hari Raya Idul Fitri

9 Amalan Sunnah di Hari Raya Idul Fitri

Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran menjadi momentum istimewa bagi umat Islam setelah berperang melawan hawa nafsu selama 1 bulan. Di hari yang fitri tersebut, suasana bahagia sekaligus haru pun tumbuh di kalangan Muslim seluruh di dunia. 

Di hari kemenangan ini, umat Islam dianjurkan untuk melakukan sejumlah amalan sunnah sebagaimana telah diajarkan oleh Rasulullah. Imam Nawawi dalam kitab Majmu Syarah al-Muhadzab (KSA, Maktabah Al-Irsyad: t.t], juz V, halaman 5-37) menjelaskan, ada sejumlah amalan sunnah yang bisa dilakukan umat Islam pada hari Lebaran, di antaranya sebagaimana berikut:

1. Takbiran
Amalan pertama yang dianjurkan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri adalah takbiran atau mengumandangkan takbir sejak malam tanggal 1 Syawal atau malam Lebaran hingga pelaksanaan shalat Idul Fitri di pagi hari.

2. Shalat Id
Di hari Lebaran, umat Islam dianjurkan melaksanakan shalat Idul Fitri bersama umat Islam lainnya. Menurut Imam Nawawi, hukum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah sunnah muakkad, artinya shalat Id merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Tempat pelaksanaannya lebih diutamakan di masjid, namun jika sekiranya lokasi masjid tidak bisa menampung seluruh jamaah, bisa dilaksanakan di lapangan yang lahannya lebih luas.

3. Mendengarkan Khutbah
Berbeda dengan khutbah Jumat yang dilaksanakan sebelum shalat, khutbah Id justru di dilaksanakan setelah shalat. Untuk itu, setelah melaksanakan shalat Id, jamaah tidak boleh langsung pulang dan dianjurkan untuk mendengarkan materi yang disampaikan oleh khatib saat khutbah sedang berlangsung. 

4. Makan
Sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri, umat Islam dianjurkan untuk makan atau sarapan terlebih dahulu. Sebaliknya, untuk Idul Adha dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu. Alasannya, untuk shalat Idul Fitri, semua orang punya stok makanan, termasuk kalangan fakir miskin karena ada distribusi zakat fitrah. Sementara untuk Idul Adha, stok makanan berupa daging kurban terdistribusi setelah pelaksanaan shalat Id.

5. Mandi
Di Hari Raya Idul Fitri, umat Islam (yang akan melaksanakan shalat Id ataupun tidak) dianjurkan untuk mandi. Waktunya, sebagian ulama mengatakan sebelum terbit fajar, sebagian ulama lain berpendapat setelah terbit fajar. Selain itu, dianjurkan juga melakukan beberapa amalan sunnah yang ada di hari Jumat, seperti mencukur rambut, memotong kuku, dan memakai wewangian.

Hikmahnya, umat Islam akan saling bertemu, jika ada sesuatu yang tidak sedap dipandang mata atau dicium oleh hidung tentu akan mengurangi khidmah dan kekhusyukan atau bahkan bisa menimbulkan persepsi negatif.

6. Pakai Baju Terbaik
Amalan sunnah berikutnya adakah memakai baju atau pakaian terbaik. Selain itu, warna baju yang dianjurkan dipakai adalah berwarna putih, itu pun jika memang tingkat keindahannya sama dengan baju lain yang tidak berwarna putih. Namun jika baju terbaiknya ternyata hanya satu dan tidak berwarna putih, maka lebih baik memakai baju (terbaik tidak berwarna putih) tersebut. Sementara itu, pakaian yang dianjurkan untuk anak-anak adalah pakaian yang berwarna.

7. Berangkat Lebih Awal
Di Hari Raya Idul Fitri, disunnahkan berangkat lebih awal, yaitu setelah terbit fajar dan sebelum berangkat dianjurkan untuk makan kurma. Berangkat awal Shalat Id ini memiliki keutamaan sebagaimana keutamaan berangkat awal pada shalat Jumat. Anjuran berangkat awal berlaku untuk mereka yang akan menjadi makmum, sedangkan untuk Imam dianjurkan berangkat belakangan.

8. Jalan Kaki
Amalan sunnah berikutnya adalah saat hendak berangkat ke masjid untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri, dianjurkan untuk berjalan kaki dan tidak memakai kendaraan. Alasannya karena Rasulullah pun saat hendak melaksanakan Shalat Id tidak pernah mengendarai kendaraan seperti kuda atau unta. Anjuran ini berlaku hanya untuk berangkat, sedangkan saat keluar dari masjid tidak masalah pulang dengan menggunakan kendaraan. 

9. Rute Berbeda
Saat hendak berangkat dan pulang dari masjid dalam rangka melaksanakan Shalat Id, dianjurkan untuk menempuh jalan yang berbeda. Rute terbaik adalah jalan yang memiliki jarak tempuh paling jauh. Di antara hikmahnya, diharapkan dua jalan yang berbeda ini kelak menjadi saksi yang menguatkan bahwa kita benar-benar melaksanakan Shalat Id. Selain itu, dengan menempuh jalan yang berbeda, jumlah tetangga atau masyarakat yang ditemui bisa lebih banyak dibandingkan berangkat dan pulang di jalan yang sama.

Itulah amalan sunnah di Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Diharapkan umat Islam diberi kekuatan oleh Allah untuk mampu melaksanakan amalan sunnah tersebut. Wallahu a‘lam.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo