Dark
Light
Dark
Light

Saldo Nol Rupiah tapi Sedekah Tetap Jalan, Begini Caranya

Saldo Nol Rupiah tapi Sedekah Tetap Jalan, Begini Caranya

Arina.id - “Gaji gua belum cair, saldo di dompet gua kosong, bagaimana ya caranya bisa bersedekah?”

Begitulah kiranya keluhan seorang teman yang merasa kesulitan untuk bersedekah karena keterbatasan finansial. Ungkapan seperti ini acapkali terlintas di benak banyak orang, terutama mereka yang sedang menghadapi masa-masa sulit ekonomi.

Ketika mendengar kata “sedekah,” yang terlintas pertama kali di pikiran kebanyakan umat islam adalah sebuah ibadah berupa pemberian materi, seperti uang atau barang, kepada orang lain. Hal ini umumnya untuk meringankan beban atau membantu menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi, terutama yang berkaitan dengan aspek finansial.

Pemahaman seperti ini memang wajar, karena dalam praktiknya, sedekah sering kali diidentikkan dengan bantuan materi. Bahkan, dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan umat Islam untuk menyisihkan sebagian rezeki bagi mereka yang kurang mampu. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 267: 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِآخِذِيهِ إِلَّا أَن تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memejamkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

Namun, penting untuk dipahami bahwa cakupan sedekah tidak hanya terbatas pada pemberian materi. Rasulullah saw dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim menjelaskan bahwa ucapan zikir seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan Laa ilaaha illallah itu termasuk dihitung sebagai sedekah. Pun demikian pula perbuatan baik seperti memerintahkan kebaikan, mencegah kemungkaran, dan bahkan berhubungan badan dengan istri atau suami sah juga termasuk sedekah.

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ! ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ، يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ، وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ. فَقَالَ: أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَدَّقُونَ؟ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً، وَأَمْرٍ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةً، وَنَهْيٍ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةً، وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةً. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ! أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: "أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ

Artinya: ”Dari Abu Dzar RA, bahwa beberapa sahabat Nabi berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi membawa pahala. Mereka sholat seperti kami, berpuasa seperti kami, tetapi mereka dapat bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Lantas Nabi bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan untuk kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Sesungguhnya setiap tasbih (ucapan Subhanallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu Akbar) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan Laa ilaaha illallah) adalah sedekah, memerintahkan kebaikan adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, dan pada kemaluan salah seorang dari kalian pun ada sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa seseorang yang memenuhi hasrat biologisnya akan mendapatkan pahala?” Nabi menjawab, “Bagaimana menurut kalian jika ia menyalurkannya dalam hal yang haram, apakah ia berdosa? Demikian pula jika ia menyalurkannya dalam hal yang halal, maka ia mendapatkan pahala.” (Fathul Mun’im Syarah Sahih Muslim,(Dar As syuruq, 2002 juz 4 halaman 322 hadis nomor 2024)

Lebih lanjut dalam kitab Jami’ As Saghir Wa Ziyadatuhu halaman 219, Syaikh Jalaluddin As Suyuthi (wafat 911 H) menjelaskan bahwa hal remeh seperti memberi senyuman, juga memiliki nilai sedekah di sisi Allah. 

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ الغِفَارِي -رَضِيَ اللهُ عَنْهُ- أَنَّ النَّبِيَّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالَ: (تَبَسُّمُكَ فِيْ وَجْهِ أَخِيْكَ لَكَ صَدَقَةٌ وَأْمُرُكَ بِالمَعْرُوْفِ وَنَهْيُكَ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ وإِرْشَادُكَ الرَّجُلَ فِيْ أَرْضِ الضَّلَالِ لَكَ صَدَقَةٌ وَبَصَرُكَ لِلرَّجُلِ الرَّدِيءِ البَصَرِ لَكَ صَدَقَةٌ وَإِمَاطَتُكَ الحَجَرَ وَالشَّوْكَ وَالعَظْمَ عَنِ الطَّرِيقِ لَكَ صَدَقَةٌ وَإِفْرَاغُكَ مِنْ دَلْوِكَ فِيْ دَلْوِ أَخِيْكَ لَكَ صَدَقَةٌ)

Artinya: ”Dari Abu Dzar Al-Ghifari RA, bahwa Rasululllah SAWbersabda: "Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah. Amar makruf (mengajak kepada kebaikan) dan nahi mungkar (mencegah kemungkaran) adalah sedekah. Menunjukkan jalan kepada seseorang yang tersesat di tanah lapang adalah sedekah. Membantu orang yang memiliki penglihatan lemah adalah sedekah. Menyingkirkan batu, duri, atau tulang dari jalan adalah sedekah. Dan menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu adalah sedekah.”

Di era modern , bentuk sedekah berupa senyuman ini, dapat diwujudkan dengan berbagai cara yang relevan, seperti mengirim video lucu atau meme yang tidak melanggar syariat untuk menghibur teman yang sedang sedih, membagikan kutipan inspiratif di media sosial, atau menyebarkan video edukatif dan tausiyah Islami. Bahkan, interaksi ramah seperti membalas komentar dengan kata-kata baik juga merupakan sedekah, karena dapat membuat orang lain merasa dihargai dan senang.

Oleh karena itu, kita tidak perlu merasa khawatir atau terbebani ketika ingin bersedekah tetapi tidak memiliki uang atau materi, apalagi jika kondisi finansial sedang tidak baik-baik saja. Memberikan senyuman yang tulus, membantu orang lain dengan tenaga, atau sekadar berbagi kata-kata yang menginspirasi dapat menjadi alternatif untuk dijadikan ladang pahala.

Islam adalah agama yang memudahkan, bukan mempersulit. Dalam ajarannya, kebaikan tidak selalu diukur dari besar kecilnya materi yang diberikan, tetapi dari niat ikhlas dan usaha untuk membantu sesama. Wallahu a’lam bis shawab


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo