Dark
Light
Dark
Light

3 Golongan Pencari Ilmu menurut Imam Ghazali

3 Golongan Pencari Ilmu menurut Imam Ghazali

Ilmu mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia. Sejarah peradaban manusia di berbagai belahan dunia selalu ditunjang dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Berbagai keutamaan dan keistimewaan pun bisa diraih oleh orang yang berilmu. 

Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Mujadilah ayat 11:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ

Artinya: "Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."

Rasulullah juga mendorong umat Islam untuk terus mencari ilmu. Di antaranya dijelaskan melalui hadits sebagaimana berikut:

طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ 

Artinya: ”Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.” (HR Ibnu Majah)

Berkaitan dengan mencari ilmu, Imam Al-Ghazali mengelompokkan para pencari ilmu menjadi 3 golongan, terutama yang ada kaitannya dengan urusan hati, yaitu niat. Hal ini sebagaimana ia ungkapkan dalam kitab Bidayatul Hidayah (Indonesia: Pustaka Islamiyah, tanpa tahun) halaman 4-6, sebagaimana berikut:

1. Beruntung
Golongan pertama adalah para pencari ilmu yang masuk dalam kategori beruntung, yaitu mereka yang mencari ilmu dengan niat dan tujuan yang tulus hanya untuk mencari ridla Allah dan menjadikannya sebagai bekal untuk kehidupan akhirat.

2. Bahaya
Golongan kedua adalah para pencari ilmu yang masuk dalam kategori bahaya, yaitu mereka yang mencari ilmu dengan niat dan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dunia, seperti pangkat, jabatan, kemuliaan, harta benda, dan sejenisnya. Pada saat yang sama, mereka sebenarnya sadar dan mengetahui bahwa mencari ilmu dengan niat tersebut adalah salah. 

Meski demikian, kata Imam Ghazali, jika di tengah jalan bisa bertobat dan memperbaiki diri, maka mereka yang masuk dalam golongan ini bisa naik menjadi golongan pertama, yaitu golongan yang beruntung. Sebaliknya, jika sampai akhir hayat tak kunjung bertobat, Imam Ghazali khawatir mereka akan masuk golongan ketiga dan meninggal dalam keadaan suul khatimah.

3. Binasa
Golongan ketiga adalah pencari ilmu yang sudah melewati golongan kedua dan hatinya telah dikuasai oleh setan. Sejatinya, mereka sudah memiliki ilmu namun menjadikan ilmunya itu sebagai alat untuk kepentingan duniawi dengan mengumpulkan harta benda, bermegah-megahan, serta merasa bangga dengan kedudukan dan banyaknya pengikut. 

Pada saat yang sama, dengan memiliki ilmu tersebut dia menyangka bahwa dirinya telah mendapat kemuliaan di sisi Allah, padahal justru yang ada malah sebaliknya. Dia tidak menyadari bahwa dalam hatinya telah tertanam benih kesombongan dan ketamakan pada dunia.

Menurut Imam Ghazali, golongan ini tipis kemungkinannya untuk bertobat karena tidak menyadari pada kesalahannya sendiri dan merasa telah menjadi orang baik dan mulia di sisi-Nya.

Itulah 3 golongan para pencari ilmu yang disampaikan oleh Imam Ghazali. Diharapkan dengan adanya pengelompokkan ini membuat umat Islam bisa meluruskan niat serta mendayagunakan ilmunya untuk kemaslahatan umat dan menjadi bekal di kehidupan akhirat. Wallahu a‘lam.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo