Arina.id - Sedekah merupakan salah satu ibadah yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan ibadah lainnya. Jika diteliti lebih dalam, sedekah mencakup dua dimensi sekaligus: spiritual, yang menghubungkan manusia dengan Allah, dan sosial, yang mempererat hubungan dengan sesama.
Ketika seseorang bersedekah, ia tidak hanya menjalankan perintah Allah, tetapi juga membantu serta menyenangkan orang lain. Inilah yang membedakan sedekah dari ibadah lain seperti sholat atau zikir, yang lebih menitikberatkan pada hubungan vertikal antara hamba dan Tuhannya.
Tak pelak jika sedekah memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Di samping banyak dalil yang menunjukkan keutamaan sedekah, kata “sedekah” itu sendiri memiliki makna yang mengandung banyak hikmah. Simak penjelasan lengkapnya!
Anjuran Sedekah dalam Islam
Di berbagai literatur Islam, mudah kita temukan dalil dalil yang menganjurkan untuk bersedekah, bahkan dalam Al-Qur’an, sumber utama pedoman umat Islam, Allah telah menjelaskannya dalam Surat Al-Baqarah ayat 215:
يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ۗ قُلْ مَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ
Artinya: "Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan (dan membutuhkan pertolongan).” Kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.”
Sedekah juga amat mudah dilakukan, ia mencakup luas tak hanya berkutat perkara finansial yang banyak dipahami kebanyakan umat Islam. Sekedar memberi senyum bahkan diam tanpa mengganggu orang lain juga termasuk sedekah (H.R Imam Tirmidzi no 1879)
Hikmah di Balik Kata “Sedekah” yang Jarang Diketahui
Syaikh Abi Bakar Syatha Ad-Dimyathi dalam kitabnya Ia’nah At Thalibin mengungkap rahasia di balik makna dari huruf-huruf kata “sedekah” (الصدقة). Kita tahu sedekah tersusun dari 4 huruf yakni ṣād (ص), dāl (د), qāf (ق), dan hā' (ه). Tiap huruf ini memiliki makna tersendiri. Syaikh Abi Bakar menjelaskan:
لطيفة قال بعضهم: إن الصدقة أربعة حروف: صاد، ودال، وقاف، وهاء، فالصاد منها: تصون صاحبها عن مكاره الدنيا والآخرة والدال منها: تكون دليله على طريق الجنة غدا عند تحير الخلق والقاف منها للقربة، تقرب صاحبها إلى الله تعالى والهاء منها: للهداية، يهدي الله تعالى صاحبها للأعمال الصالحة ليستوجب بها رضوانه الأكبر
Dari teks ini dapat dipahami bahwa huruf yang menyusun kata “sedekah” memiliki makna tersendiri yakni:
- Ṣād (ص) melambangkan ṣiyanah (صيانة), yaitu menjaga. Sedekah akan menjaga orang yang melakukannya dari keburukan di dunia dan akhirat.
- Dāl (د) melambangkan dalīl (دليل), yaitu petunjuk. Sedekah akan menjadi petunjuk menuju surga pada hari kiamat ketika manusia dalam kebingungan.
- Qāf (ق) melambangkan qurbah (قربة), yaitu kedekatan. Sedekah mendekatkan seseorang kepada Allah.
- Hā' (ه) melambangkan hidāyah (هداية), yaitu petunjuk dan bimbingan. Allah akan memberi petunjuk kepada orang yang bersedekah agar dapat melakukan amal saleh dan meraih rida-Nya yang terbesar.
Wallahu a’lam bish shawab.
Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur
Editor: Muhammad Faizin


