Dark
Light
Dark
Light

4 Tingkatan Bersuci Menurut Imam Ghazali

4 Tingkatan Bersuci Menurut Imam Ghazali

Dalam literatur fiqih, pasal tentang thaharah atau bersuci biasanya diletakkan di awal pembahasan yang meliputi definisi, pengertian, serta cakupannya. Penempatan ini menunjukkan bahwa pasal tentang thaharah menjadi penting sebab merupakan kunci utama bagi seseorang yang akan melakukan ibadah, misalnya sholat.

Hal ini ditegaskan dalam Kitab Ianah Talibin 1/36:

وقدمت الشروط على الاركان لانها أولى بالتقديم، إذ الشرط ما يجب تقديمه على الصلاة واستمراره فيها

Artinya: "Syarat sholat didahulukan dari pada rukun, sebab lebih layak berada di urutan pertama. Jadi, syarat harus lebih dahulu dilakukan dari pada sholat dan tetap berlaku di dalam sholat."

Sedangkan thaharah secara etimologi dan terminologi fiqih adalah sebagai berikut: 

لغة : النظافة والخلوص من الدنس. وشرعا: رفع المنع المترتب على الحدث أو النجس

Artinya: Thaharah secara etimologi adalah bersih dan suci dari kotoran, sedangkan secara terminologi fiqih adalah menghilangkan penghalang sholat yang berurutan berupa hadats maupun najis."

Sedangkan menurut pandangan Al-Ghazali, thaharah bukan melulu tentang bersuci dari hadats maupun najis yang tampak, akan tetapi membersihkan diri, menjaga kesucian dari kotoran batin.

Pandangan ini oleh Syekh Jamalauddin Al-Qasimi dikutip dalam Mauidzatul Mukminin min Ihya Ulumumiddin halaman 20:

وقال صلى الله عليه وسلم : " مفتاح الصلاة الطهور " وعنه " بني الدين على النظافة " ففطن ذوو البصائر بهذه الظواهر أن أهم الأمور تطهير السرائر إذ يبعد أن يكون المراد بقوله صلى الله عليه وسلم : " الطهور نصف الإيمان " عمارة الظاهر بالتنظيف بإفاضة الماء وإلقائه وتخريب الباطن وإبقائه مشحونا بالأخباث والأقذار ، هيهات هيهات 

Artinya: "Rasulullah bersabda, kunci sholat adalah bersuci, dan agama ini (Islam) dibangun atas dasar suci. Maka bagi orang yang berakal sangat memahami bahwa redaksi hadits menunjukkan betapa pentingnya membersihkan batin. Sebab sangat jauh bila sabda Nabi yang berbunyi: "bersuci adalah sebagian daripada iman" itu dipahami membersihkan tubuh dengan mengalirkan air dan membiarkan batin keruh dan dipenuhi kotoran hati. Sangat jauh sekali bila pemahamannya demikian."

Imam Ghazali menjelaskan tingkatan thaharah di dalam Ihya Ulumiddin juz 1 halaman 126:

 وَالطِّهَارَةُ لَهَا أَرْبَعُ مَرَاتِبَ الْمَرْتَبَةُ الْأُولَى تَطْهِيرُ الظَّاهِرِ عَنِ الْأَحْدَاثِ وَعَنِ الْأَخْبَاثِ وَالْفَضَلَاتِ

"Thaharah itu ada empat tingkatan: tingkatan pertama, membersihkan tubuh dari hadas, kotoran, dan sesuatu yang berlebihan."

الْمَرْتَبَةُ الثَّانِيَةُ تَطْهِيرُ الْجَوَارِحِ عَنِ الْجَرَائِمِ وَالْآثَامِ

"Tingkatan kedua, membersihkan anggota badan dari maksiat dan dosa."

الْمَرْتَبَةُ الثَّالِثَةُ تَطْهِيرُ الْقَلْبِ عَنِ الْأَخْلَاقِ الْمَذْمُومَةِ وَالرَّذَائِلِ الْمَمْقُوتَةِ

"Tingkatan ketiga, membersihkan hati dari akhlak tercela dan perbuatan buruk yang dibenci."

الْمَرْتَبَةُ الرَّابِعَةُ تَطْهِيرُ السِّرِّ عَمَّا سوى الله تعالى وهي طهارة الأنبياء صلوات الله عليهم والصديقين. والطهارة في كل رتبة نصف العمل الذي فيها

"Tingkatan yang keempat ini adalah taharahnya para nabi dan siddiqin. Thaharah (bersuci) dalam tiap tingkatan menjadi separohnya amal."

  فإن الغاية القصوى في عمل السر أن ينكشف له جلال الله تعالى وعظمته ولن تحل معرفة الله تعالى بالحقيقة في السر ما لم يرتحل ما سوى الله تعالى عنه

"Jadi, puncak paling tinggi dari amal sirri adalah tersingkapnya keagungan Allah (makrifat), dan tidak akan dapat mencapai derajat makrifat selama di dalam hati tidak membuang selain Allah."

Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa thaharah (bersuci) memiliki dua makna yakni membersihkan tubuh dari hadas atau najis dan membersihkan hati atau batin dari penyakit hati seperti dengki, hasud.

Bagi Imam Ghazali bersuci bukan sekedar membersihkan tubuh dari hadas atau najis, akan tetapi juga membersihkan hati dari kotoran riya, dengki, hasud, takabbur dan suudzan. Wallahu a'lam bisshawab.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo