Arina.id - Salah satu sunah yang dianjurkan bagi siapa pun yang hendak menunaikan sholat Jumat adalah mandi terlebih dahulu. Amalan ini bukan sekadar bentuk menjaga kebersihan, tetapi juga merupakan ibadah yang berpahala besar bila dilakukan dengan niat dan waktu yang tepat.
Bahkan, Nabi Muhammad SAW secara khusus menekankan pentingnya mandi di hari Jumat, menjadikannya sebagai bagian dari persiapan menyambut hari yang istimewa ini.
Namun, banyak di tengah masyarakat yang menanyakan perihal kapan sebenarnya waktu terbaik untuk mandi Jumat? Apakah cukup dilakukan pagi hari? Atau justru lebih utama menjelang berangkat ke masjid?
Dalam literatur hadits sahih, Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai anjuran mandi di hari Jumat, sebagai berikut:
عَنْ نَافِعٍ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمُ الْجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ
Artinya: ”Dari Nafi’ meriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika salah seorang dari kalian datang untuk (menunaikan) sholat Jumat, maka hendaklah ia mandi terlebih dahulu.” (HR. Imam Nasai)
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa mandi pada hari Jumat tidak hanya disunahkan bagi mereka yang akan melaksanakan sholat Jumat, tetapi juga dianjurkan bagi siapa pun, tidak terbatas pada orang yang terkena kewajiban sholat Jumat.
Terkait waktu dimulainya kesunahan mandi Jumat, para ulama menjelaskan bahwa mandi Jumat disunahkan sejak terbitnya fajar shadiq (masuk waktu sholat Shubuh) hingga imam naik ke mimbar untuk khutbah, atau hingga selesai pelaksanaan sholat Jumat.
Namun, bagi orang yang hendak melaksanakan sholat Jumat, waktu paling utama untuk mandi adalah ketika akan berangkat menuju masjid. Hal ini karena waktu tersebut paling mendekati tujuan disyariatkannya mandi Jumat, yaitu membersihkan badan dan menghilangkan bau tidak sedap.
Jika mandi dilakukan terlalu awal, dikhawatirkan tubuh akan kembali berkeringat atau mengeluarkan bau sebelum tiba di masjid, sehingga mengurangi tujuan dari mandi tersebut
وَوَقْتُهُ مِنْ الْفَجْرِ الصَّادِقِ وَتَقْرِيبُهُ مِنْ ذَهَابِهِ إلَى الْجُمُعَةِ أَفْضَلُ لِأَنَّهُ أَفْضَى إلَى الْمَقْصُودِ مِنْ انْتِفَاءِ الرَّائِحَةِ الْكَرِيهَةِ، وَلَوْ تَعَارَضَ الْغُسْلُ وَالتَّبْكِيرُ فَمُرَاعَاةُ الْغُسْلِ أَوْلَى
Artinya: ”Waktu sunah mandi Jumat dimulai sejak terbit fajar shadiq. Namun, waktu yang paling utama adalah mendekati waktu berangkat ke sholat Jumat, karena itu lebih sesuai dengan tujuan mandi Jumat, yaitu menghilangkan bau tidak sedap dari tubuh. Jika terjadi benturan antara memilih mandi atau berangkat lebih awal ke masjid, maka lebih utama untuk mendahulukan mandi.” (Hasiyah Bujairami Ala al-Khatib, juz 2 hal.206)
Ulama Nusantara, Imam Nawawi al-Bantani, dalam kitabnya Nihayatuz Zain juga menjelaskan hal yang serupa. Menurut beliau, waktu terbaik untuk mandi Jumat, khususnya bagi yang hendak melaksanakan sholat Jumat, adalah saat akan berangkat ke masjid.
وَتَقْرِيبُهُ مِنْ ذَهَابِهِ إِلَى الْجُمُعَةِ أَفْضَلُ لِأَنَّهُ أَفْضَى إِلَى الْمَقْصُودِ مِنِ انْتِفَاءِ الرَّوَائِحِ الْكَرِيهَةِ
Artinya: ”Dan mendekatkan waktu mandi Jumat dengan waktu berangkat ke sholat Jumat itu lebih utama, karena hal itu lebih mendekati tujuan mandi Jumat, yaitu agar bau-bau tidak sedap pada tubuh hilang saat tiba di masjid.” (Nihayatuz Zain, hal.142)
Namun menurut Imam al-Adzra’i, waktu terbaik untuk mandi Jumat saat akan berangkat ke masjid hanya berlaku bagi orang yang memang memiliki aktivitas berat atau tubuhnya mudah berkeringat, atau memang biasanya mengeluarkan bau badan. Tapi jika seseorang tidak mudah berkeringat dan tubuhnya tidak berbau, maka lebih baik ia mandi sejak awal hari (misalnya setelah Shubuh). (Hasiyah Bujairami Ala al-Khatib, juz 2 hal.206)
Dengan demikian, dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa waktu terbaik untuk mandi Jumat, khususnya bagi mereka yang hendak melaksanakan sholat Jumat, adalah saat menjelang berangkat ke masjid. Misalnya, jika seseorang berangkat pukul 11 siang, maka sebaiknya ia mandi sekitar pukul 10.30 atau 10.45.
Namun, ketentuan ini berlaku jika sebelumnya ia melakukan aktivitas berat hingga tubuhnya berkeringat. Jika tidak ada aktivitas berarti dan tubuhnya biasanya tidak mudah berkeringat serta tidak berbau, maka mandi sejak pagi hari pun tidak masalah. Intinya, ketika melaksanakan sholat Jumat, tubuh dalam keadaan bersih, segar, dan wangi. Wallahu a’lam bish shawab.
Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur
Editor: Muhammad Faizin


