Arina.id - Ramadan adalah bulan istimewa yang di dalamnya disediakan pahala khusus dan ibadah-ibadah khusus bagi umat Islam. Di antara ibadah khusus tersebut adalah shalat Tarawih yang dilaksanakan usai melaksanakan shalat Isya. Sebagaimana ibadah pada umumnya, dalam melaksanakan shalat Tarawih mesti dibarengi dengan niat karena salah satu rukun dalam ibadah adalah niat.
Niat merupakan ibadah hati sehingga bacaan niat shalat Tarawih harus dilakukan di dalam hati. Adapun talaffudh atau diucapkan oleh lisan, berfungsi sebagai sarana untuk membantu seseorang memantapkan niat bersamaan dengan takbiratul ihram.
Dalam pelaksanaannya, shalat Tarawih dapat dilaksanakan secara munfarid (sendiri) atau berjamaah, dengan jumlah rakaat sebanyak 20 rakaat. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu‘ Syarh Al-Muhadzdzab (Jedah, Maktabah Al-Irsyad: t.t), juz III, halaman 526, berikut ini:
فَصَلَاةُ التَّرَاوِيحِ سُنَّةٌ بِإِجْمَاعِ الْعُلَمَاءِ وَمَذْهَبُنَا أَنَّهَا عِشْرُونَ رَكْعَةً بِعَشْرِ تَسْلِيمَاتٍ وَتَجُوزُ مُنْفَرِدًا وَجَمَاعَةً
Artinya: “Shalat Tarawih adalah sunnah menurut ijma' (kesepakatan) para ulama, dan menurut mazhab kami (Syafi‘iyyah), shalat Tarawih berjumlah dua puluh rakaat dengan sepuluh salam, dan boleh dilakukan secara individu atau berjamaah.”
Untuk itu, ketika seseorang yang hendak melaksanakan shalat Tarawih perlu menyesuaikan niatnya, apakah shalatnya itu munfarid (sendirian), menjadi makmum, atau imam, dengan pelafalan niat sebagaimana berikut:
Niat Tarawih Munfarid
أُصَلَّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ القِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarawîḫi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Saya [niat] shalat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah Ta'ala,”
Niat Tarawih Makmum
أُصَلَّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ القِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarawîḫi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adâ’an ma’mûman lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Saya [niat] shalat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Ta'ala,”
Niat Tarawih Imam
أُصَلَّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ القِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarawîḫi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adâ’an imâman lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Saya [niat] shalat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah Ta'ala,”
Tata Cara Shalat Tarawih
Pada dasarnya, praktik shalat Tarawih tidak berbeda dengan shalat pada umumnya, yaitu diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Berikut ini adalah tata cara melaksanakan shalat Tarawih:
- Takbiratul ihram: mulut mengucapkan “Allahu Akbar” dan hati mengucapkan niat secara berbarengan.
- Membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca salah satu surat pendek Al-Quran.
- Rukuk.
- I’tidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Bangkit untuk melaksanakan rakaat kedua dengan melakukan gerakan nomor 2 sampai 8.
- Tasyahud akhir.
- Salam
Di sela-sela gerakan shalat ini harus melakukan jeda berupa tumaninah, yaitu diam sejenak dengan tenang dan khusyuk sebelum melanjutkan gerakan berikutnya, durasi minimalnya sekira dengan mengucapkan "Subhanallah". Setelah menyelesaikan shalat Tarawih, dianjurkan untuk membaca doa Kamilin. Doa ini merupakan permohonan kepada Allah SWT agar kita termasuk dalam golongan orang-orang yang sempurna imannya (al-kâmilin).
Demikian bacaan niat dan tata cara shalat Tarawih. Dengan mengetahui bacaan niat dan tata cara shalat Tarawih, diharapkan kita dapat melaksanakan ibadah yang hanya ada di bulan Ramadhan ini dengan khusyuk dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Wallahu a’lam.
Editor: Aiz Luthfi


