Dark
Light
Dark
Light

5 Tanda Cinta Sejati menurut Ibnu Qayyim

5 Tanda Cinta Sejati menurut Ibnu Qayyim

Arina.id - Kala itu, malam Minggu, kami nongkrong di kafe sambil ngopi dan ngobrol santai, seperti biasa. Tiba-tiba, Dika, teman yang baru saja kandas cintanya, mulai curhat.

“Gue nggak tahu lagi sama cinta. Dulu udah kasih semuanya, eh malah ditinggal. Sekarang gue takut mulai lagi,” katanya.

Aku menatapnya dan berkata, “Mungkin itu bukan cinta sejati, Ka. Mungkin itu cuma obsesi.”

Dika bingung, “Obsesi? Bedanya apa?”

Teman disampingku menjelaskan, “Obsesi itu keinginan untuk memiliki, sementara cinta sejati itu saling mendukung dan memberi ketenangan. Kalau kamu terus-terusan merasa gelisah, mungkin itu bukan cinta.”

Lantas bagaimana tanda tanda cinta sejati? Berikut penjelasam Ibnu Qayim Al-Jauzi

Ibnu Qayim Al Jauzi dalam kitabnya Raudlatul Muhibbin menjelaskan secara gamblang terkait tanda-tanda cinta sejati. Beliau menuliskannya dalam bab yang ke-20 dengan judul besar “Fi ‘Alamah al-Mahabbah wa Shawahidihā” (tentang tanda-tanda cinta dan buktinya).

Menurut beliau, ada banyak tanda cinta sejati. Namun beliau menjelaskan bahwa hanya 5 tanda cinta sejati yang sering terjadi.

1. Kecanduan dan tidak pernah bosan memandang sang kekasih

Menurut Ibnu Qayyim, cinta sejati dapat terlihat dari bagaimana mata seseorang selalu mengikuti dan tak pernah bosan memandang orang yang dia cintai. Tatapan mata menjadi cermin hati yang paling jujur, bahkan lebih kuat daripada kata-kata.

Beliau mengutip sebuah syair:

إن يحجبوها عن العيون فقدْ # حجبت عيني لها عن البشر

"Jika mereka menghalangi pandangan mataku dari padamu

Maka aku menutup mataku dari orang lain selain dirimu”

2. Menghargai dan menghormati orang yang dicintai 

Cinta sejati juga bisa terlihat dari bagaimana seseorang memperlakukan orang yang dia cintai dengan penuh rasa hormat dan rendah hati, bahkan dalam hal yang sederhana seperti menundukkan pandangan ketika bertemu.

Hal tersebut seperti yang dilakukan Rasulullah SAW ketika sowan dihadapan Allah SWT saat peristiwa Isra’ Mi’raj.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى مُخْبِرًا عَنْ كَمَالِ أَدَبِ رَسُولِهِ فِي لَيْلَةِ الإِسْرَاءِ مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى

Artinya: ”Allah SWT berfirman, mengabarkan tentang kesempurnaan adab Rasulullah SAW pada malam Isra' Mi'raj: "Tidaklah mata (Rasul) berpaling dan tidak pula melampaui batas." (An-Najm: 17)

3. Sering menyebut nama sang kekasih

Tanda cinta sejati adalah sering menyebut nama sang kekasih, sangat semangat ketika membicarakan kebaikannya. Bahkan menurut Ibnu Qayyim, salah satu tanda kejujuran cinta seseorang adalah ketika nama kekasih selalu terlintas di hati dan lidah seorang yang mencintai, bahkan saat pertama kali bangun dari tidurnya

وَمِنَ الذِّكْرِ الدَّالِّ عَلَى صِدْقِ الْمَحَبَّةِ سَبَقُ ذِكْرِ الْمَحْبُوبِ إِلَى قَلْبِ الْمُحِبِّ وَلِسَانِهِ عِندَ أَوَّلِ يَقْظَتِهِ مِنْ مَنَامِهِ، وَأَنْ يَكُونَ ذِكْرُهُ آخِرَ مَا يَنَامُ عَلَيْهِ، كَمَا قَالَ قَائِلُهُمْ

Artinya: ”Di antara yang menunjukkan kejujuran cinta adalah ketika nama kekasih selalu terlintas di hati dan lidah seorang yang mencintai, bahkan saat pertama kali bangun dari tidurnya. Dan menjadi kebiasaan untuk mengingat kekasihnya hingga saat ia tertidur, seperti yang dikatakan oleh sebagian orang.”

4. Memprioritaskan keinginan sang kekasih

Cinta sejati terlihat ketika keinginan kita selaras dengan keinginan orang yang kita cintai. Bahkan jikalau berbeda, kita akan mengikuti dan mengutamakan apa yang mereka inginkan. Cinta yang tulus adalah ketika kita berusaha memenuhi kebutuhan mereka, bahkan lebih dari keinginan kita sendiri.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 31 berikut;

  قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ 

Artinya: ”Katakanlah, “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah akan mencintai kalian.”

5. Merasa cemburu bila sang kekasih berpaling dengan melanggar hak-hak atau perintahnya

Salah satu tanda cinta sejati yang dapat kita ketahui dan sering terjadi adalah perasaan cemburu ketika sang kekasih berpaling darinya. Misalnya ketika ia tidak lagi memberi perhatian, melanggar hak-haknya, atau melakukan hal-hal yang tidak disukainya. Bahkan, ia menjadi dekat dan menjalin hubungan dengan orang lain.

Itulah tanda cinta sejati menurut Ibnu Qayyim al-Jauzi. Namun perlu diingat bahwa tanda-tanda tersebut harus ada pada kedua belah pihak dalam sebuah hubungan. Cinta sejati memerlukan reaksi dan usaha dari kedua pasangan. Jika hanya satu pihak yang berjuang, itu bukanlah cinta, melainkan menjadi budak cinta. Bisa jadi kamu hanya dimanfaatkan atau perasaanmu hanyalah sekadar emosi dan obsesi semata. 

Cinta sejati haruslah bertujuan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan. Bukan cinta yang saat ini dikenal dengan istilah “pacaran”. Islam sangat melarang pacaran, namun Islam tidak melarang rasa cinta itu sendiri. Yang dilarang adalah ekspresi dan tindakan yang timbul akibat cinta tersebut jika belum menikah. Wallahu a'lam bish shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo