Arina.id - Di kalangan umat Islam, ada anggapan bahwa jika seseorang lupa membaca Bismillah sebelum memulai aktivitas, maka kegiatan tersebut akan dibersamai oleh setan. Misalnya, ketika memasak tanpa membaca Bismillah, makanan dipercaya akan cepat basi. Ketika keluar rumah tanpa menyebut nama Allah, perjalanan akan dipenuhi halangan dan gangguan. Begitu pula saat makan tanpa membaca Bismillah, diyakini setan akan ikut menikmati makanan tersebut.
Lantas apakah benar anggapan ini?
Islam mengajarkan pentingnya memulai setiap aktivitas dengan menyebut nama Allah sebagai bentuk penghambaan, permohonan perlindungan, dan doa agar aktivitas tersebut diberkahi. Hal ini sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW saat menulis surat kepada raja Heraklius. Rasulullah SAW memulai surat tersebut dengan menulis Bismillah (Bismillahirrahmanirrahim), meskipun surat tersebut ditujukan kepada seorang non-Muslim.
مِنْ كِتَابِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى هِرَقْلَ: اسْتِحْبَابُ تَصْدِيرِ الْكِتَابِ بِـ (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) وَإِنْ كَانَ الْمَبْعُوثُ إِلَيْهِ كَافِرًا. قَالَ النَّوَوِيُّ: "كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ بِحَمْدِ اللهِ فَهُوَ أَجْذَمُ." فَالْمُرَادُ بِحَمْدِ اللهِ فِيهِ ذِكْرُ اللهِ تَعَالَى، وَقَدْ جَاءَ فِي رِوَايَةٍ لَهُ: "بِذِكْرِ اللهِ تَعَالَى." وَقَدْ بَدَأَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا الْكِتَابَ بِـ "بِسْمِ اللهِ" دُونَ "الْحَمْدُ للهِ"، وَهَذَا الْكِتَابُ كَانَ ذَا بَالٍ، بَلْ مِنَ الْمُهِمَّاتِ الْعِظَامِ
Artinya: ”Dalam surat Rasulullah kepada Heraklius, terdapat anjuran untuk memulai sebuah tulisan dengan Bismillah (Bismillahirrahmanirrahim), meskipun surat itu ditujukan kepada orang kafir. Imam Nawawi berkata, “Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan memuji Allah, maka ia akan terputus (kurang berkah).” Yang dimaksud dengan “memuji Allah” di sini adalah menyebut nama Allah Ta’ala. Dalam riwayat lain disebutkan frasa “dengan menyebut nama Allah Ta’ala.” Rasulullah memulai surat tersebut dengan Bismillah tanpa menyertakan Alhamdulillah. Surat tersebut merupakan hal yang sangat penting, bahkan termasuk urusan besar yang amat signifikan.” (Fathul Mun’im Syarah Sahih Muslim, (Dar As Syuruq, 2002 juz 7 halaman 223)
Lebih lajut Rasulullah SAW juga menegaskan dalam sebauah hadits bahwa setan benar-benar bisa ikut serta dalam aktivitas sehari-hari jika kita lalai membaca Bismillah. Bahkan, setan tidak hanya ikut membersamai aktivitas kita, tetapi "merasa diundang" untuk tinggal dan menikmati hasil kerja kita, seperti makan bersama atau bahkan menjadikan rumah kita tempat mereka bermalam.
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرْ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ وَإِذَا لَمْ يَذْكُرْ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ
Artinya: “Rasulullah bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah RA: Jika seorang laki-laki masuk ke rumahnya dan menyebut nama Allah ketika masuk dan ketika makan, setan akan berkata, “ Kalian tidak punya tempat bermalam dan tidak ada makanan untuk kalian.” Namun, jika ia masuk tanpa menyebut nama Allah, setan akan berkata, “Kalian mendapatkan tempat bermalam.” Dan jika ia tidak menyebut nama Allah ketika makan, setan akan berkata, “Kalian mendapatkan tempat bermalam sekaligus makanan.” (Fathul Mun’im Syarah Sahih Muslim, (Dar As Syuruq, 2002 juz 8 halaman 190 hadis ke 4602)
Bahkan dalam kitab Fawaid al-Mukhtarah yang diambil dari Syarah Ratib al-Haddad, diceritakan dialog antara setan gemuk dan setan kurus. Setan kurus menggambarkan keadaan setan yang tidak bisa mengganggu orang yang selalu mengucapkan Bismillah setiap melakukan aktivitas, karena setan tersebut terhalang dan lemah. Sebaliknya, setan gemuk menggambarkan setan yang mampu menguasai orang yang lalai dan tidak mengucapkan Bismillah.
حُكِيَ أَنَّ شَيْطَانًا سَمِينًا اسْتَقْبَلَ شَيْطَانًا مَهْزُولًا، فَقَالَ السَّمِينُ لِلْمَهْزُولِ: أَرَاكَ فِي هَذِهِ الْحَالَةِ؟ فَقَالَ: إِنِّي مَسَلَّطٌ عَلَى رَجُلٍ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ قَالَ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، وَإِذَا خَرَجَ قَالَ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، وَإِذَا قَامَ قَالَ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، وَإِذَا قَعَدَ قَالَ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، وَإِذَا أَكَلَ قَالَ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، وَإِذَا شَرِبَ قَالَ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، فَأَكُونُ هَارِبًا مِنْهُ دَائِمًا. ثُمَّ قَالَ الْمَهْزُولُ لِلسَّمِينِ: أَرَاكَ سَمِينًا فِي هَذِهِ الْحَالَةِ؟ قَالَ: إِنِّي مَسَلَّطٌ عَلَى رَجُلٍ يَدْخُلُ بِالْغَفْلَةِ وَلَا يَقُولُ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، فَأُشَارِكُهُ فِي جَمِيعِ هَذَا، وَأَرْكَبُ عَلَى عُنُقِهِ كَالْدَّابَّةِ.
Artinya: ”Dikisahkan bahwa seorang setan gemuk bertemu dengan setan kurus, lalu setan gemuk bertanya kepada setan kurus, "Kenapa kamu seperti ini?" Setan kurus menjawab, "Saya diberi tugas untuk mengganggu seorang pria yang selalu mengucapkan Bismillah setiap kali masuk rumah, keluar rumah, berdiri, duduk, makan, dan minum. Karena itu, saya selalu lari darinya." Setelah itu, setan kurus bertanya lagi kepada setan gemuk, "Lalu, kenapa kamu terlihat gemuk?" Setan gemuk menjawab, "Saya diberi tugas untuk mengganggu seorang pria yang masuk dengan kelalaian dan tidak mengucapkan Bismillah. Saya ikut serta dalam semua aktivitasnya dan bahkan menungganginya seperti kuda."
Dengan demikian mengucapkan Bismillah sebelum memulai aktivitas adalah amalan yang amat penting dilakukan. Selain sebagai sarana mendekatkan diri kita kepada Allah, juga melindungi kita dari gangguan setan. Dalam hadits dan kisah yang telah disebutkan, dapat diambil pelajaran bahwa setan tidak dapat mengganggu orang yang selalu mengingat Allah, seperti yang digambarkan dalam dialog antara setan gemuk dan setan kurus.
Setan gemuk yang semakin kuat akibat kelalaian seseorang yang tidak menyebut nama Allah dalam aktivitasnya, sementara setan kurus yang terus menghindar karena keteguhan orang yang selalu mengucapkan Bismillah. Oleh karena itu, untuk menjaga keberkahan dan perlindungan dalam kehidupan, penting bagi kita untuk selalu memulai setiap hal dengan menyebut nama Allah. Wallahu a’lam bis shawab.
Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur
Editor: Muhammad Faizin


