Dark
Light
Dark
Light

Bolehkah Sholat Dhuha Dilakukan secara Berjamaah?

Bolehkah Sholat Dhuha Dilakukan secara Berjamaah?

Arina.id - Memperbanyak ibadah sunnah merupakan cara yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mengingat masih banyak umat Islam yang sering lupa dan jauh dari dari Allah, maka kiranya perlu untuk memperbanyak ibadah sholat sunnah, misalnya rutin melaksanakan sholat sunnah Dhuha.

Seperti yang telah diketahui, sholat sunnah Dhuha adalah salah satu sholat sunnah muakkad, yakni sholat sunnah yang sangat dianjurkan oleh agama Islam. Pasalnya, dalam sholat sunnah dhuha terkandung banyak keistimewaan, sehingga tidak mengherankan jika Rasulullah menganjurkan kepada umat Islam untuk istiqamah atau rutin melaksanakan sholat sunnah Dhuha.

Berkaitan dengan menjaga keistiqamahan sholat sunnah Dhuha, sebagian umat Islam ada yang melaksanakan secara berjamaah dengan tujuan menjadi ibadah rutin secara kolektif . Artinya tidak sekedar dilakukan secara individu, namun juga dilakukan secara berjamaah.

Pertanyaannya, bagaimana hukum sholat Dhuha berjamaah?

Berkenaan dengan hal ini, para ulama membagi dua jenis sholat sunnah, yakni dianjurkan berjamaah dan tidak. Beberapa sholat sunnah yang dianjurkan secara berjamaah itu seperti sholat sunnah Idul Fitri dan Idul Adha, atau sholat Istisqa. Sementara sholat sunnah lainnya yang tidak dianjurkan secara berjamaah seperti sunnah Rawatib, Dhuha, Tasbih, Tahajjud.

Imam Nawawi dalam kitab Majmu’ alal Muhadzab menyebutkan:

قال أصحابنا تطوع الصلاة ضربان (ضرب) تسن فيه الجماعة وهو العيد والكسوف والاستسقاء وكذا التراويح علي الاصح (وضرب) لا تسن له الجماعة لكن لو فعل جماعة صح وهو ما سوى ذلك

Artinya: "Para ulama mengatakan, sholat sunnah itu ada dua jenis: pertama, disunnahkan berjamaah, seperti sholat Id, Kusuf, Istisqa’, Tarawih; kedua, tidak disunnahkan berjamaah tapi jika dilakukan secara berjamaah tetap sah." (Majmu’ alal Muhadzab, 4/17)

Orang yang melaksanakan sholat sunnah Dhuha secara berjamaah itu hukumnya sah. Namun tidak mendapatkan pahala sholat berjamaah karena tidak termasuk sholat yang disunnahkan untuk berjamaah. Orang yang melaksanakan sholat sunnah Dhuha berjamaah akan mendapatkan pahala dari unsur lain, yaitu terdapat unsur mendidik (tarbiyyah). Sebab mengajak orang lain untuk sholat Dhuha berjamaah terdapat unsur edukasi atau mendidik, agar masing-masing terbiasa melaksanakannya.

Syekh Abdurrahman bin Muhammad Ba‘alawi dalam karyanya Bughyatul Mustarsyidin 1/136 menyebutkan: 

تباح الجماعة في نحو الوتر والتسبيح فلا كراهة في ذلك ولا ثواب ، نعم إن قصد تعليم المصلين وتحريضهم كان له ثواب ، وأي ثواب بالنية الحسنة 

Artinya: "Boleh sholat berjamaah semisal sholat sunnah Witir, Tasbih, hukumnya tidak makruh dan tidak mendapat pahala. Akan tetapi jika diniati mendidik dan mendorong orang-orang agar terbiasa sholat sunnah, maka mendapatkan pahala, begitu pula niat bagus yang lain." 

Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa hukum sholat sunnah Dhuha secara berjamah adalah sah, tidak makruh dan tidak mendapatkan pahala berjamaah, kecuali diniati untuk mendorong dan mendidik agar terbiasa sholat sunnah Dhuha. Wallahu a'lam bish shawab.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo