Dark
Light
Dark
Light

6 Etika dan Adab Mudik Lebaran bagi para Pemudik

6 Etika dan Adab Mudik Lebaran bagi para Pemudik

Arina.id - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak masyarakat mulai bersiap untuk pulang ke kampung halaman. Tradisi mudik ini menjadi momen penting untuk berkumpul kembali dengan keluarga, orang tua, kerabat, serta sahabat setelah sekian lama terpisah.

Sebelum melakukan perjalanan mudik, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan dengan baik. Selain kesiapan fisik dan logistik, seorang Muslim juga dianjurkan memperhatikan etika atau adab sebelum bepergian.

Dalam kitab Al-Adzkar, Yahya ibn Sharaf al-Nawawi menjelaskan bahwa seseorang yang telah bertekad melakukan perjalanan hendaknya mempersiapkan beberapa hal penting. Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam penjelasan beliau mengenai adab safar.

 فإذا استقر عزمه على السفر فليجتهد في تحصيل أمور: منها أن يوصي بما يحتاج إلى الوصية به، وليشهد على وصيته، ويستحل كل من بينه وبينه معاملة في شئ، أو مصاحبة، ويسترضي والديه وشيوخه ومن يندب إلى بره واستعطافه، ويتوب إلى الله ويستغفره من جميع الذنوب والمخالفات، وليطلب من الله تعالى المعونة على سفره، وليجتهد على تعلم ما يحتاج إليه في سفره

Secara ringkas, ada beberapa hal yang dianjurkan ketika seseorang hendak bepergian, termasuk saat mudik Lebaran:

  1. Membuat wasiat jika diperlukan. Seseorang dianjurkan menyampaikan wasiat terkait hal-hal penting dan menghadirkan saksi atas wasiat tersebut.
  2. Menyelesaikan urusan dengan sesama manusia. Segala bentuk tanggungan atau urusan dengan orang lain sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu, baik yang berkaitan dengan hak, hutang, maupun hubungan sosial.
  3. Meminta restu kepada orang tua dan guru. Selain kepada orang tua, dianjurkan juga meminta doa dari para guru dan orang-orang yang memiliki hubungan baik dengan kita.
  4. Bertobat kepada Allah. Sebelum berangkat, seseorang dianjurkan memohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan.
  5. Memohon pertolongan dan perlindungan Allah. Doa dan permohonan kepada Allah sangat penting agar perjalanan yang dilakukan diberi keselamatan dan kemudahan.
  6. Mempelajari hal-hal yang dibutuhkan selama perjalanan. Misalnya memahami hukum-hukum safar seperti sholat jamak dan qashar serta doa-doa yang dianjurkan ketika bepergian.

Sebagai tambahan, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa sebelum melakukan perjalanan dianjurkan melaksanakan sholat sunnah dua rakaat terlebih dahulu. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Sulaiman ibn Ahmad al-Tabarani dari Mut'im ibn al-Miqdam:

مَا خَلَّفَ أَحَدٌ عِنْدَ أَهْلِهِ أَفْضَلَ مِنْ رَكْعَتَيْنِ يَرْكَعُهُمَا عِنْدَهُمْ حِيْنَ يُرْيْدُ سَفَرًا

Artinya: "Tiada seseorang meninggalkan hal yang lebih baik kepada keluarganya daripada melakukan sholat dua rakaat ketika hendak bepergian." (HR Thabrani, dari Muth'im bin Al-Miqdam)

Jika dikaitkan dengan kondisi saat ini, nasihat yang disampaikan oleh Yahya ibn Sharaf al-Nawawi tersebut masih sangat relevan. Hal ini karena tidak seorang pun dapat menjamin keselamatan dirinya selama perjalanan.

Beberapa poin seperti membuat wasiat, menyelesaikan urusan dengan sesama, serta meminta restu orang tua termasuk dalam etika yang berkaitan dengan hak sesama manusia (hak adami). Langkah ini penting sebagai bentuk kehati-hatian. Apabila terjadi sesuatu dalam perjalanan, urusan seperti warisan atau hak-hak orang lain akan lebih mudah diselesaikan.

Sementara itu, poin seperti bertobat, memohon pertolongan Allah, serta mempelajari hukum-hukum safar termasuk dalam etika yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah. Dalam hal ini, seorang musafir dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan memohon perlindungan kepada Allah selama perjalanan.

Dengan demikian, sebelum melakukan perjalanan mudik atau bepergian ke kampung halaman, sebaiknya seorang Muslim berusaha mengamalkan berbagai etika tersebut. Selain sebagai bentuk persiapan spiritual, hal itu juga diharapkan membawa keberkahan, ketenangan, dan keselamatan sepanjang perjalanan. Wallahu a'lam.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo