Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat dan maghfirah. Umat Islam berlomba-lomba melakukan ibadah untuk meraih pahala dan rida Allah.
Dalam rangka menghidupkan malam Ramadhan, biasanya seseorang mengisi dengan sholat tarawih, witir, tadarus quran, dan ibadah lainnya. Kemudian istirahat untuk tidur malam.
Selanjutnya di tengah malam ia bangun tidur untuk melakukan sholat tahajud. Pertanyaannya, bagaimana status sholat tahajudnya? padahal sebelumnya ia telah melaksanakan witir sesuai hadits:
اجْعَلُوا آخِر صَلاَتِكُمْ وتْرَا
Artinya: "jjdikan akhir sholat kalian berupa witir" (muttafaq alaih)
Makna hadits ini adalah menjadikan witir sebagai pamungkas sholat malam, sebagaimana dijelaskan dalam Mausuah al-ahadits an-nabawiyah:
اي: أمَر؛ بأن نجعل صلاة الوتر ختاما لصلاة الليل، كما أن صلاة المَغرب وِتر صلاة النهار وختامها؛ فكذلك صلاة الوِتر بالنسبة لقيام الليل
Artinya: "Maksudnya Rasulullah memerintahkan (menganjurkan) agar sholat witir sebagai pamungkas sholat malam, sebagaimana sholat maghrib itu merupakan witirnya sholat pada siang sekaligus pamungkasnya. Begitu pula sholat witir dinisbatkan bagi sholat malam."
Di dalam keterangan Fathul Muin dijelaskan:
ويسن جعله آخر صلاة الليل : ولو نام قبله لخبر الشيخين اجعلوا آخر صلاتكم من الليل وترا، فإن كان له تهجد أخر الوتر إلى أن يتهجد وإلا أوتر بعد فريضة العشاء وراتبتها هذا ما في الروضة كأصلها وقيده في المجموع بما إذا لم يثق بيقظته آخر الليل وإلا فتأخيره أفضل لخبر مسلم من خاف أن لا يقوم آخر الليل فليوتر أوله ومن طمع أن يقوم آخره فليوتر آخر الليل فإن صلاة آخر الليل مشهودة وذلك أفضل
Artinya: "(Disunahkan menjadikan sholat witir sebagai penutup dari rangkaian sholat malam) meskipun ia tidur sebelum sholat malamnya berdasarkan hadits Nabi “Jadikanlah akhir sholat malam kalian berupa sholat witir” (HR. Bukhari muslim).
Bila ia bertujuan melaksanakan sholat Tahajud di malam harinya, maka disunahkan mengakhirkan witirnya, bila tidak, maka lakukan sholat witir setelah sholat Isya. Imam Nawawi dalam al-majmu’ memberi batasan hal demikian (sholat witir setelah isya) bila memang ia tidak yakin mampu bangun di akhir malam, bila yakin mampu bangun, maka yang lebih utama baginya adalah mengakhirkan witir berdasarkan hadits riwayat muslim : "Barangsiapa takut tidak bisa bangun di akhir malam, maka hendaknya dia sholat witir di awal malam, barangsiapa bersemangat yakin untuk bangun di akhir malam maka hendaknya dia witir di akhir malam, karena sholat di akhir malam disaksikan, dan itu lebih utama." (HR. Muslim (755). [Mughni alMuhtaaj I/222].
فيه دليل صريح على أن تأخير الوتر إلى آخر الليل أفضل لمن وثق بالاستيقاظ آخر الليل وأن من لا يثق بذلك فالتقديم له أفضل وهذا هو الصواب
Artinya: "Ini merupakan dalil yang sangat jelas, bahwa mengakhirkan sholat witir di akhir malam lebih utama bagi orang meyakini mampu bangun akhir malam, dan melakukan witir sebelum tidur itu lebih utama bagi yang tidak yakin mampu bangun di akhir malam". [ Syarh Nawawi ala Muslim VI/25 ]
Dari beberapa keterangan ini dapat ditarik kesimpulan, bahwa sholat tahajud setelah sholat witir itu boleh. Adanya sholat witir sebagai pamungkas dari rangkaian sholat malam itu hanya merupakan bentuk keutamaan, bukan persyaratan. Apalagi menyebabkan tidak sahnya sholat tahajud gara-gara sudah sholat witir terlebih dahulu. Wallaahu a'lamu bis shawaab.
Editor: Muhammad Faizin


