Sholat adalah pondasi agama yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apa pun. Tak terkecuali bagi mereka yang sedang bepergian jauh atau musafir. Sebab siapa saja yang meninggalkan shalat Fardhu maka sama halnya merobohkan pondasi agama.
Perintah wajib mendirikan shalat ini termaktub dalam surat Al-Baqarah, ayat 43:
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ
Artinya: "Tegakkanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk."
Perintah ini juga ditegaskan dalam surat Taha, 132:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
Artinya: "Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa."
Keriangan (Rukhshoh) Sholat
Bagi mereka yang bepergian jauh terdapat keringanan (rukhsoh) untuk melaksanakan sholat secara jamak. Keringanan dalam menjalankan sholat fardu ini disebutkan dalam al-Qur’an:
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي اْلأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلاَةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا. [النساء (4): 101]
Artinya: “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar sembahyang (mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir.” [QS. an-Nisa (4): 101].
Hadis yang menerangkan shalat jamak antara lain:
عَنْ مُعَاذٍ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ فَكَانَ يُصَلِّي الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ جَمِيعًا وَالْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ جَمِيعًا. [رواه مسلم
Artinya: “Diriwayatkan dari Mu’adz ra ia berkata: Kami pergi bersama Nabi saw dalam perang Tabuk, beliau melaksanakan shalat dhuhur dan ashar secara jamak, demikian juga antara maghrib dan ‘isya dilakukan secara jamak. [HR. Muslim].
Pengertian Jamak Takhir
Sholat jamak artinya sholat fardu yang dikumpulkan atau digabungkan dalam satu waktu. Maksudnya adalah menggabungkan dua sholat fardu dan mengerjakannya dalam satu waktu.
Sholat jamak boleh dilakukan bagi orang yang sedang melakukan perjalanan jauh atau pada kondisi darurat. Sholat jamak boleh dilaksanakan pada waktu sholat yang pertama (jamak takdim) dan waktu sholat yang kedua (jamak takhir).
Pembahasan kali ini khusus sholat jamak takhir, yakni mengerjakan dua sholat fardu yang dikumpulkan pada waktu sholat yang kedua.
Contohnya: sholat dzuhur dan ashar yang dikumpulkan (dijamak) di waktu ashar atau sholat Maghrib dan isya’ yang dikumpulkan (dijamak) di waktu isya’.
Beberapa hal yang harus diperhatikan bagi yang akan melaksanakan sholat jamak takhir:
- Niat jama’ ta’khir di waktu shalat yang pertama.
Semisal, seseorang ingin melaksanakan shalat dzuhur dan shalat ashar secara jamak takhir, maka ia harus niat jamak takhir di waktu sholat dzuhur, namun pelaksanaan shalat jamaknya di waktu ashar.
2. Ketika mengerjakan sholat yang kedua masih tetap berstatus bepergian (musafir).
3. Pelaksanaan dua sholat berurutan tidak diselingi oleh kegiatan lain.
Niat Sholat Jamak Takhir Dhuhur dan Ashar
Berikut ini niat jamak takhir shalat dzuhur dan ashar yang dikerjakan di waktu ashar:
أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Usholli fardlodz dzuhri arba’a rokaatin majmu’an bil ashri jam’a ta’khirin lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat sholat fardu dzuhur empat rakaat dijamak dengan ashar secara jamak ta'khir karena Allah Taala.
Sedangkan niat jamak takhir sholat ashar dan dzuhur di waktu ashar:
أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالظُّهْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Usholli fardlol ashri arba’a rokaatin majmu’an bidz dzuhri jam’a ta’khirin lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat sholat fardu ashar empat rokaat dijamak dengan dzuhur secara jamak ta’khir karena Allah ta’ala
Niat Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya
Adapun niat jamak takhir sholat maghrib dan isya di waktu isya’ adalah sebagai berikut:
أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعِشَاءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Usholli fardlodz maghribi tsalasa rokaatin majmu’an bil isya jam’a ta’khirin lillahi ta’ala
Saya niat sholat fardu maghrib tiga rakaat dijamak bersama isya secara jamak ta'khir karena Allah Taala
Sedangkan niat jamak takhir isya dan maghrib di waktu isya’:
أُصَلِّى فَرْضَ العِشاَءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْمَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Usholli fardlol isya arba’a rokaatin majmu’an bidz maghrib jam’a ta’khirin lillahi ta’ala
Artinya: "Saya niat sholat fardlu isya empat rakaat dijamak bersama maghrib secara jamak ta'khir karena Allah Taala"
Mana yang didahulukan, sholat pertama atau kedua?
Sholat jamak takhir tidak disyaratkan harus mendahulukan sholat yang pertama. Seseorang dapat mengerjakan sholat yang kedua lalu sholat yang pertama atau sholat yang pertama lalu sholat yang kedua.
Editor: Muhammad Zunus


