Dark
Light
Dark
Light

Sejarah Olimpiade Kuno: dari Sesembahan Zeus hingga Fasilitas Atlet Juara

Sejarah Olimpiade Kuno: dari Sesembahan Zeus hingga Fasilitas Atlet Juara

Olimpiade 2024 akan dimulai pada 26 Juli hingga 11 Agustus. Sebanyak 10.500 atlet dari 206 negara segera bertemu di Paris, Prancis. Para delegasi bersaing di 32 cabang olahraga berbeda untuk mendapatkan medali yang didambakan.

Bagi Paris, ini adalah kali ketiga mereka menjadi tuan rumah selama gelaran olimpiade modern. Sebelumnya terjadi pada Olimpiade 1900 dan Olimpiade 1945. Ville Lumière pun setara dengan Kota London, yang juga telah menjadi tuan rumah sebanyak tiga kali (1908, 1948, dan 2012).

David C. Young Harold, dalam The Modern Olympics: A Struggle for Revival menyebutkan, olimpiade merupakan pertandingan olahraga yang hanya diselenggarakan di musim panas setiap empat tahun sekali, dan merupakan pesta olahraga tertua yang dipertandingkan di dunia. Bahkan sebelum periode olimpiade modern 1896, ajang ini telah berlangsung sejak 776 SM, dilangsungkan di kawasan kuno bernama Olimpia. Tempat itu terletak di sebelah barat pulau Peloponnesse, yang dinamai berdasarkan sosok penemu olimpiade menurut legenda Yunani, Pelops.

Sekitar 50.000 orang datang dari seluruh dunia untuk menonton pertandingan dan juga berpartisipasi sebagai delegasi atlet negara. Permainan di olimpiade kuno juga dianggap sebagai festival keagamaan yang diadakan untuk mendedikasikan kepada Zeus dan raja para dewa. Saat olimipiade kuno masih berlangsung, hadiah tidak berupa medali emas, perak atau perunggu. Pemenang akan menerima karangan bunga yang terbuat dari daun zaitun. 

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak hadiah yang ditambahkan seperti tripod perunggu atau minyak zaitun. Para pemenang juga menerima imbalan yang lebih besar ketika mereka kembali ke negara kota asal mereka. Atlet yang menang tidak hanya diberikan penghargaan uang dalam jumlah besar, tetapi juga makanan gratis selama sisa hidup mereka. Warga negara dan pemimpin negara-kota ini sangat bangga dengan atlet mereka dan mempublikasikan prestasi mereka secara luas.

Selain menyaksikan sejumlah cabang olahraga, seperti gulat, lempar cakram, berkuda dan lari, pengunjung olimpiade kuno juga punya hasrat kuat melihat Kuil Zeus, di mana dalamnya berdiri patung emas dan gading besar dari raja para dewa. Acara utama di olimpiade bukanlah acara olahraga tetapi lebih pada pengorbanan dan persembahan. Pada hari ketiga pertandingan, 100 lembu dikorbankan dan dibakar di atas mezbah Zeus.

Pada masa awal kompetisi olimpiade, semua kontes berlangsung pada satu hari. Kemudian, berkembangnya zaman membuat olimpiade diadakan selama empat hari karena adanya upacara penutupan sekaligus pemberian hadiah serta pesta untuk para juara.

Cabang Olahraga: Keterlibatan Perempuan

Dikutip dari Ancient Civilizations, pada mulanya peserta olimpiade semuanya laki-laki. Perempuan tidak diperbolehkan berkompetisi atau bahkan menonton. Namun, sejumlah masyarakat Yunani menggelar protes. Mereka menginginkan adanya festival permainan untuk menghormati dewi Hera, istri Zeus. Usulan diterima, hanya saja yang diperbolehkan cuma wanita yang belum menikah yang dapat berpartisipasi dalam kompetisi yang sebagian besar terdiri dari lomba lari kaki. Akhirnya, perempuan dapat berpartisipasi dan menghadiri pertandingan olimpiade.

Para kontestan dapat bersaing di banyak cabang olahraga berbeda. Para atlet telanjang bulat dan berlumuran minyak saat bertanding. Pertama, ada empat jenis lomba lari. Jarak yang ditempuh meliputi 192 meter (panjang stadion), 384 meter dan lari jarak jauh antara 1.344 dan 4.608 meter. Dalam perlombaan yang paling menantang, para pelari berlari antara 384-768 meter — dengan mengenakan baju besi yang beratnya antara 50 dan 70 pon!

Lalu, ada cabang olahraga pertarungan, tinju dan gulat. Petinju membungkus tangan mereka dengan kulit dan logam, membuat kontes ini brutal dan berdarah. Tujuan gulat adalah menjentuhkan bahu lawan ke tanah. Semua keterampilan ini dianggap penting untuk pelatihan militer.

Berikutnya adalah perlombaan berkuda yang melibatkan kuda dan terkadang kereta dan berlangsung di arena terpisah yang disebut hipodrom.

Terakhir, ada acara paling bergengsi dan penting dari semua acara: pentathlon, kombinasi dari lima cabang olahraga berbeda. Masing-masing peserta melempar lembing, lompat jauh, gulat, lari jalan kaki, dan lempar cakram. Orang yang memiliki upaya terbaik secara keseluruhan dalam kelima event ini dinyatakan sebagai pemenang.

Pertandingan olimpiade kuno terakhir diadakan pada tahun 394 M, setelah berlangsung selama 12 abad. Raja Romawi terakhir, Kaisar Theodosius I yang telah menaklukkan Yunani, melarangnya. Kaisar menganggap olimpiade merupakan pengkultusan terhadap paganisme, dan tidak sesuai dengan syariat kekristenan.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Tren Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo