Dark
Light
Dark
Light

Mengenal Mycoplasma Pneumoniae, Bakteri yang Sedang Melanda di China

Mengenal Mycoplasma Pneumoniae, Bakteri yang Sedang Melanda di China

Arina.id ~ Sekali lagi, dunia kembali digemparkan dengan kondisi kesehatan masyarakat China. Pasalnya, negara itu tengah dilanda wabah gangguan pernapasan pneumonia yang disebabkan oleh bakteri mycoplasma pneumoniae atau M. pneumoniae. Umumnya, bakteri tersebut hanya menyebabkan infeksi ringan pada pernapasan. Namun, terkadang M. Nneumoniae juga dapat menyebabkan infeksi paru-paru yang lebih parah sebagaimana yang sedang merebak di China saat ini.

Dilansir Centers for Disease Control and Prevention, M. Pneumoniae adalah bakteri 'atipikal' yang menyebabkan infeksi paru-paru. Disebut 'atipikal' karena karakteristik seperti gejala dan durasi penyakit tersebut berbeda dari pneumonia pada umumnya. M. pneumoniae menimbulkan gejala yang mungkin lebih ringan daripada pneumonia biasa, akan tetapi cenderung bertahan lebih lama. Infeksi itu juga dapat tampak berbeda pada rontgen paru-paru.

Tingginya jumlah penderita pneumonia di China mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk meminta informasi lebih rinci kepada pihak China terkait laporan peningkatan gangguan pernapasan, kelompok pneumonia pada anak-anak, informasi epidemiologi dan klinis tambahan, serta hasil laboratorium anak-anak yang menderita penyakit tersebut.

Selain itu, WHO juga menghimbau kepada seluruh masyarakat di China agar mengikuti langkah-langkah upaya meminimalisir risiko gangguan pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae. Berikut informasi seputar M. pneumoniae sebagaimana telah dirangkum Arina.id pada Senin (4/12/2023).

Gangguan Pernapasan Pneumonia di China

Dalam beberapa waktu terakhir, terjadi lonjakan kasus infeksi bakteri M. pneumoniae yang dilaporkan di sejumlah rumah sakit di China, dan kebanyakan penderitanya adalah anak-anak. Mengutip Global Times, tahun ini, bakteri tersebut menyerang China lebih awal dari biasanya dan menunjukkan kecenderungan menginfeksi anak-anak. Sehingga, para dokter anak memperingatkan bahwa tahun ini wabah M. pneumoniae meluas.

Li Tongzeng, Kepala Dokter Departemen Infeksi di Rumah Sakit You'an Beijing, mengatakan kepada wartawan Global Times pada Kamis (9/10/2023) bahwa sebelum pandemi Covid-19, wabah infeksi Mycoplasma pneumoniae yang relatif besar terjadi setiap tiga sampai tujuh tahun. Dalam tiga tahun terakhir, wabah tersebut mengalami penurunan akibat adanya tindakan pencegahan dan pengendalian pandemi Covid-19. Sayangnya, tindakan protokol kesehatan itu justru memengaruhi kekebalan tubuh, terutama pada anak-anak sehingga menjadikannya menurun.

“Dengan penyesuaian langkah-langkah pencegahan dan pengendalian COVID-19, jumlah infeksi Mycoplasma pneumoniae tahun ini dapat meningkat secara signifikan dibandingkan tiga tahun sebelumnya,” prediksi Li.

Menurut para ahli, periode puncak infeksi M. pneumoniae terjadi awal tahun ini, yaitu pada bulan Juli dan Agustus. Sejak bulan Juli, Pusat Medis Anak Shanghai telah menerima hampir 400 anak yang menderita infeksi M. pneumoniae. Mengutip chinanews, jumlah tersebut dua kali lipat lebih banyak daripada tahun-tahun sebelumnya, yaitu sekitar 80 persen dari seluruh infeksi saluran pernapasan.

Sejumlah dokter di Rumah Sakit Anak Beijing di distrik Shunyi juga mengungkapkan bahwa sejak awal tahun ajaran pada tanggal 1 September silam, terdapat peningkatan jumlah anak yang dirawat di bangsal anak. Lebih dari separuhnya adalah anak-anak dengan gejala pernapasan yang disebabkan oleh bakteri M. pneumoniae.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah kasus akan menurun setelah seperempatnya, namun tahun ini angka tersebut terus bertambah selama lebih dari lima bulan,” kata dokter Li Shuhua, Kepala Departemen Rawat Jalan Anak di Pusat Medis Wanita dan Anak Guangzhou.

“Sejak bulan Juni, tingkat positif infeksi Mycoplasma pneumoniae telah meningkat, dan saat ini, sebagian besar, sekitar 20 hingga 30 persen, pasien yang mencari pengobatan untuk berbagai infeksi saluran pernapasan ditemukan terinfeksi Mycoplasma pneumoniae,” imbuhnya.

Mengenal Mycoplasma Pneumoniae

Bagaimana bakteri M. pneumoniae menyerang manusia? M. pneumoniae merupakan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dengan cara merusak lapisan sistem pernapasan (batang tenggorokan, tenggorokan, dan paru-paru). Orang-orang yang terinfeksi sangat mungkin tidak merasakan rasa sakit ketika bakteri tersebut bersemayam di hidung atau tenggorokan mereka.

Bagaimana bakteri M. pneumoniae menyebar?

Ketika seseorang yang terinfeksi bakteri M. pneumoniae batuk atau bersin, mereka akan mengeluarkan cipratan atau semburan cairan yang mengandung bakteri tersebut. Dan jika orang lain menghirup udara yang mengandung cairan itu, maka orang tersebut dapat tertular gangguan pernapasan serupa.

Kendati demikian, tidak banyak orang yang tertular infeksi bakteri M. pneumoniae hanya dengan menghabiskan waktu sejenak dengan penderita. Sering kali bakteri tersebut menyebar di antara orang-orang yang tinggal seatap karena mereka banyak menghabiskan waktu bersama.

Di mana wabah bakteri M. pneumoniae biasanya terjadi?

Wabah M. pneumoniae sebagian besar terjadi di ruang publik seperti sekolah, asrama perguruan tinggi, fasilitas pelatihan militer, dan rumah sakit. Jika wabah M. pneumoniae menyerang lingkungan sekolah, masyarakat di luar sekolah yang sangat mungkin tertular adalah keluarga dari murid-murid sekolah tersebut.

Apa saja tanda & gejala dari infeksi bakteri M. pneumoniae?

Secara umum, infeksi yang disebabkan oleh bakteri M. pneumoniae bersifat ringan. Gejalanya bergantung pada jenis infeksinya. Adapun jenis infeksi yang paling umum adalah trakeobronkitis atau bronkitis akut. Gejala umum bronkitis akut meliputi:

  1. Sakit tenggorokan
  2. Merasa lelah
  3. Demam
  4. Batuk yang memburuk secara perlahan dan dapat berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan
  5. Sakit kepala

Sementara anak-anak berusia di bawah 5 tahun memiliki gejala yang berbeda dengan anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa. Gejala-gejala yang mungkin mereka alami adalah:

  1. Bersin
  2. Hidung tersumbat atau berair
  3. Sakit tenggorokan
  4. Mata berair
  5. mengi
  6. Muntah
  7. Diare

Gejala-gejala di atas dialami oleh seseorang yang terinfeksi bakteri M. pneumoniae setelah 1 sampai 4 minggu. Adapun gejala umum dari pneumonia akibat bakteri M. pneumoniae di antaranya:

  1. Demam dan menggigil
  2. Batuk
  3. Merasa lelah
  4. Sesak napas

Bagaimana cara menangani infeksi bakteri M. pneumoniae?

Kebanyakan orang akan sembuh dari infeksi bakteri M. Pneumoniae tanpa antibiotik. Kendati demikian, penderita disarankan berkonsultasi kepada dokter atau apoteker tentang obat-obatan yang dijual bebas yang dapat membantu penderita merasa lebih baik.

Jika seseorang terserang pneumonia yang disebabkan oleh M. pneumoniae, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik. Antibiotik dapat membantu pasien pulih lebih cepat dari infeksi jika diberikan sejak awal.

Namun, beberapa M. pneumoniae kebal (resisten) terhadap beberapa antibiotik yang digunakan untuk pengobatan. Dalam hal ini, perlu berkonsultasi kepada dokter terkait potensi bahaya resistensi antibiotik dan cara mencegahnya.

Apa saja komplikasi yang dapat disebabkan bakteri M. pneumoniae?

Meskipun M. pneumoniae biasanya menyebabkan infeksi ringan, komplikasi parah tetap dapat terjadi sehingga penderita memerlukan perawatan di rumah sakit. Infeksi M. pneumoniae dapat memburuk dan menyebabkan komplikasi sebagai berikut:

  1. Pneumonia akut
  2. Serangan asma
  3. Ensefalitis (pembengkakan otak)
  4. Anemia hemolitik (kekurangan sel darah merah, yang berarti lebih sedikit sel untuk mengantarkan oksigen ke dalam tubuh)
  5. Disfungsi ginjal (masalah ginjal)
  6. Kelainan kulit seperti sindrom Stevens-Johnson, eritema multiforme, dan nekrolisis epidermal toksik

Siapa saja yang berisiko terjangkit infeksi bakteri M. pneumoniae?

Infeksi M. pneumoniae dapat menyerang siapa saja, akan tetapi orang dewasa muda dan anak-anak usia sekolah memiliki risiko lebih tinggi. Selain itu, orang-orang yang tinggal dan bekerja di lingkungan ramai juga berpotensi terinfeksi bakteri M. pneumoniae. Tempat-tempat tersebut di antaranya:

  1. Sekolah
  2. Asrama perguruan tinggi
  3. Fasilitas pelatihan militer
  4. Rumah Sakit

Adapun orang-orang yang berisiko lebih tinggi terinfeksi adalah:

  1. Orang dengan riwayat gangguan pernapasan
  2. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah

Seseorang bisa terinfeksi M. Pneumoniae lebih dari satu kali. Walaupun belum ada vaksin untuk mencegah infeksi bakteri tersebut, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar terlindungi dari bakteri M. Pneumoniae.

Bagaimana caranya agar terhindar dari infeksi bakteri M. pneumoniae?

Sama halnya dengan bakteri atau kuman pada sistem pernapasan lainnya, M. Pneumoniae paling sering menyebar melalui batuk dan bersin. Beberapa cara untuk mencegah penyebaran M. pneumoniae antara lain:

  1. Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan (hindari menggunakan telapak tangan atau punggung tangan) saat batuk atau bersin.
  2. Membuang tisu yang digunakan untuk membersihkan mulut dan hidung ke tempat sampah.
  3. Sering mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik.
  4. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.

 


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Tren Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo