Dark
Light
Dark
Light

Megawati ‘Megatron’: Karier Mentereng Atlet Berjilbab di Panggung Voli Korea

Megawati ‘Megatron’: Karier Mentereng Atlet Berjilbab di Panggung Voli Korea

Dijuluki sebagai Megatron oleh fans Korea, Megawati berhasil mencetak puluhan poin dalam satu pertandingan bola voli. Megawati Hangestri Pertiwi, pemain voli asal Indonesia yang tengah berusia 24 tahun ini tidak hanya berkarier di Indonesia, ia juga menyelami dunia pervolian hingga ke sejumlah negara, salah satunya adalah Korea Selatan.

Di negara ginseng itu, Megawati menjadi pemain yang sangat diandalkan serta menjadi penentu kemenangan bagi timnya, Daejeon CheongKwanJang Red Sparks. Beberapa hari lalu, tepatnya Kamis (26/10/2023), Megawati, yang mendapat julukan dari fansnya sebagai Megatron, menjadi harapan Red Sparks ketika melawan Pink Spider dalam Liga Voli Putri Korea di Samsan Gimnasium Incheon. Awalnya, Megawati dan timnya sempat tertinggal dua set di awal pertandingan. Namun, Red Spark berhasil membalikkan keadaan sehingga mampu mengalahkan Pink Spider yang pada saat itu menjadi tuan rumah. Kemenangan berakhir di tangan Red Sparks dengan skor 21-25, 26-28, 25-22, 25-7, dan 18-16.

Adapun jumlah poin yang berhasil diperoleh Megawati dalam pertandingan itu sebanyak 31 poin. Atas keberhasilannya ini, ia menjadi Most Valuable Player (MVP). Namun, julukan itu bukan kali pertama disandang Megawati. Dalam pertandingan Liga Voli Putri Korea melawan Hwangseong IBK Altos, ia juga menjadi MVP. Kemenangan Red Sparks kala itu begitu mengejutkan Megawati sebab pertandingan tersebut merupakan debutnya. Digelar di Shungmu Gimnasium Daejon pada Kamis (17/10/20203), ia berhasil menyumbang 21 poin dengan skor terakhir 25-15, 25-15, dan 25-53.

Selain karena kemampuannya dalam menyerang bola dari area luar lapangan, konsistensi Megawati dalam mengenakan jilbab juga dilirik publik. Ia bahkan menjadi pemain voli pertama berjilbab yang mengikuti pertandingan di Liga Voli Korea Selatan. Walaupun seluruh anggota timnya tidak mengenakan jilbab, dan aktivitas yang dilakukannya menghasilkan banyak keringat, hal tersebut tidak membuat Megawati mengambil keputusan untuk menanggalkan kerudungnya.

Megawati ‘Megatron’

Perempuan asal Jember kelahiran 20 September 1999 ini memulai karier sejak berusia 14 tahun dengan bergabung ke klub Surabaya Bank Jatim pada tahun 2015. Atlet voli ini dikenal sebagai pemain yang kerap berpindah-pindah klub. Di tahun yang sama, ia juga bergabung dengan Jakarta Pertamina Energi Putri hingga tahun 2017. Kemudian pada tahun 2018, ia mengikuti pertandingan dengan tim Jakarta BNI 46 putri selama setahun. Selain itu, Megawati juga bergabung dengan klub Jakarta Pertamina Fastron dan Bandung BJB Tandamata pada tahun 2022.

Walaupun disibukkan dengan aktivitas olahraga, Megawati tidak lupa untuk tetap mementingkan jenjang pendidikannya. Ia berkuliah dengan jurusan Manajemen di Universitas Kahuripan, Kediri pada tahun 2017 dan lulus tahun 2020.

Tidak hanya berkiprah di dalam negeri, Megawati juga mendalami kariernya hingga ke luar negeri. Ia mulai bergabung dengan klub Supreme Chonburi-E Tech di Thailand pada tahun 2021. Setelah itu, ia berpindah ke klub Hà Phú Thanh Hóa, di Vietnam pada tahun 2022. Dan tahun ini, Megawati bergabung dengan Daejeon ChengKwanJang Red Sparks di Liga Voli Korea Selatan.

Sebagai pemain yang dipercaya untuk menempati posisi outside hitter atau opposite spiker, Megawati berhasil memperoleh banyak pencapaian. Sejumlah prestasi yang telah ia capai yaitu Best Server ASEAN Grand Prix 2019, Best Scorer Asian Qualification Summer Olympics, Best Server Proliga, Best Opposite Spiker ASEAN Grand Prix 2022, Best Opposite Spiker Asian Challenge Cup 2023, Best Opposite ASEAN Grand Prix 2022, MVP Livoli Divisi Utama 2022, Medali Perunggu SEA Games 2023, dan MVP di Liga Voli Korea Selatan.

Pevoli Berhijab Pertama di Liga Voli Korea Selatan

Sebagai pemain voli muslimah di negara orang, Megawati mendapat dukungan dari rekan-rekannya yang sangat toleran. Mereka tidak mempermasalahkan pakaian yang dikenakan Megawati. Dilansir Naver, dalam wawancara dengan media Korea, News1, Megawati mengungkap rasa syukurnya sebab orang-orang di sekitarnya, mulai dari pelatih hingga para staf sangat pengertian dan begitu menghargai keyakinannya.

"Saya tidak boleh memperlihatkan rambut saya, tetapi terkadang rambut saya terlihat dan teman-teman saya seperti Noh Ran berinisiatif untuk menutupinya," kata Megawati.

Selain bersyukur, ia juga merasa bangga karena menjadi pevoli pertama yang mengenakan kerudung di Liga Voli Korea. Sejatinya, publik mengkhawatirkan performanya lantaran mengenakan kerudung. Namun ia berhasil mematahkan pemikiran tersebut. Faktanya, selama ia memenangi berbagai pertandingan, Megawati tidak pernah melepas kerudungnya.

"Saya bangga dan senang menjadi Muslim pertama yang bermain di V-League di Korea dengan mengenakan hijab," ucapnya.

Memang betul adanya bahwa ketika tengah bermain voli, Megawati banyak berkeringat. Akan tetapi, ia mengatakan bahwa suhu di Korea Selatan lebih dingin daripada di Indonesia. Namun begitu, bukan berarti ia tidak mengenakan kerudungnya ketika berada di negara dengan cuaca yang terik.

"Saya juga mengenakan jilbab di negara-negara yang lebih panas seperti Indonesia, Vietnam, dan Thailand," jelas 'Megatron'.

Selain perihal kerudungnya, ia juga mengaku bahwa teman-temannya membantunya dalam menemukan restoran halal. Penerjemah dan teman-teman yang begitu suportif membuatnya mampu beradaptasi dengan cepat.

"Semua makanan Korea sangat lezat, termasuk bulgogi daging sapi, ayam berbumbu, bibimbap, ceker ayam, dan burger bulgogi daging sapi Korea," ujar Megawati.

"Ada banyak makanan Korea lezat yang tidak mengandung daging babi," imbuhnya.

Tidak hanya disibukkan dengan latihan dan mengikuti pertandingan, Megawati juga menghabiskan waktu bersama rekannya dengan mengobrol di kafe, mencicipi street food, berbelanja bahan makanan, bahkan mengunjungi menara Namsan dan menikmati indahnya pemadangan malam di kota Seoul. Ia mengaku tidak menyesal telah bergabung dengan klubnya saat ini. Megawati juga mengatakan akan terus berusaha untuk memenangi pertandingan di Liga Voli Korea Selatan dengan meyakini bahwa usahanya tidak akan pernah dikhianati.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Tren Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo