Arina.id -- Kadar gula darah tinggi disebut hiperglikemia. Kadar gula darah normal berkisar 70-100 mg/dL sebelum makan. Sementara setelah makan seharusnya kurang dari 180 mg/dL. Jika sampai melebih batas tersebut seseorang bisa disebut mengalami kadar gula darah tinggi.
Kondisi kadar gula darah tinggi merupakan pemicu utama penyakit diabetes. Untuk mengambil langkah antisipasi lebih awal, sebaiknya perlu mengetahui gejala atau tanda-tanda tubuh mengalami kelebihan kadar gula darah.
Gejala Kadar Gula Darah Tinggi
Perhatikan beberapa tanda atau gejala kadar gula darah tinggi dalam tubuh, sebagaimana dikutip dari Halodoc:
Mudah Lelah
Gejala kadar gula darah tinggi yang paling mudah diamati adalah kelelahan. Seseorang dengan kondisi seperti ini umumnya akan merasa lelah sepanjang hari, meski sudah menerapkan waktu tidur cukup, makan sehat, dan berolahraga teratur.
Berdasar penelitian Biological Research for Nursing Berjudul Real-Time Associations Between Glucose Levels and Fatigue in Type 2 Diabetes: Sex and Time Effects, kadar glukosa yang tinggi dalam tubuh dapat mempengaruhi tingkat kelelahan.
Penglihatan Kabur
Tingginya kadar glukosa dalam tubuh juga dapat memicu gangguan mata. Mengacu penelitian di National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease dengan judul Diabetic Eye Disease, kadar glukosa yang tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di mata.
Ketajaman pandangan dapat mengalami penurunan, karena kadar gula darah tinggi juga dapat membuat lensa mata membengkak. Penglihatan menjadi tidak bisa fokus, pembuluh darah dan syaraf mata terganggu.
Mudah Lapar
Seseorang akan sulit merasakan rasa kenyang ketika kadar gula darah melonjak. Kadar glukosa rendah bisa membuat nafsu makan meningkat, tapi kadar gula darah tinggi sejatinya juga demikian. Kondisi diabetes pada dasarnya dapat mengacaukan kadar glukosa.
Kulit Bermasalah
Kadar gula darah tinggi dapat memicu masalah kulit. Sebagian orang punya sensitivitas yang berbeda-beda terhadap gangguan insulin. Ini dapat memicu hormon lain, yang bisa menimbulkan masalah kulit. Termasuk munculnya jerawat
Mengidam Makanan Manis
Sejatinya kandungan gula dalam makanan atau minuman dapat memicu ketagihan atau bersifat adiktif. Makin banyak gula dikonsumsi, maka semakin bertambah pula keinginan untuk mengonsumsinya.
Penurunan Berat Badan
Penurunan berat badan secara signifikan bisa menjadi salah satu gejala gangguan kadar gula darah dalam tubuh.
Kandungan glukosa dalam darah gagal diubah menjadi bahan bakar oleh tubuh. Akibatnya tubuh mulai membakar lemak dan otot sebagai sumber energi. Hal ini dapat menyebabkan penurunan berat badan secara signifikan tanpa alasan jelas.
Luka Sulit Sembuh
Kadar gula darah tinggi bisa menghambat proses penyembuhan luka. Tingginya kadar gula darah bisa menyebabkan kerusakan pada saraf dan pembuluh darah. Kondisi ini membuat sirkulasi darah pada tubuh menjadi terganggu.
Cara Mencegah Kadar Gula Darah Tinggi
Mengatur kadar gula darah normal stabil dalam tubuh sejatinya bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat. Perhatikan sejumlah langkah berikut:
- Batasi konsumsi makanan dan minuman tinggi kandungan karbohidrat, gula, dan pemanis buatan.
- Konsumsi makanan sehat yang kaya serat dan protein, seperti: buah, sayuran, ikan, kacangan-kacangan, gandum utuh, dan biji-bijian.
- Konsumsi makanan dengan indeks glikemik (IG) rendah.
- Hindari konsumsi minuman yang mengandung alkohol dan minuman yang ditambahkan banyak gula, termasuk minuman bersoda.
- Konsumsi air putih yang cukup atau infused water jika ingin air yang memiliki rasa.
- Olahraga secara teratur dan rutin.
- Mengelola stres dengan baik dapat menekan kadar kortisol dan glukagon, yang dapat memicu kenaikan gula darah.
Editor: A. Sentosa


