Lebaran Idul Adha telah tiba, waktu makan pun tak lagi dibatasi harus menunggu saat berbuka puasa. Apalagi saat setelah pembagian hewan kurban, berbagai sajian lezat yang menggoda lidah akan terasa sulit untuk dilewatkan.
Beberapa makanan khas Lebaran seperti sate, opor ayam, rendang daging, ketupat, sambal goreng ati, makanan kering, dan minuman, hampir selalu ada di meja makan.
Di tengah gempuran masakan itu, kita perlu berhati-hati menjaga pola makan agar penyakit seperti kolesterol dan darah tinggi tidak menyergap tubuh.
Berikut ini adalah beberapa upaya untuk menjaga kesehatan di tengah gempuran masakan lebaran:
1. Membatasi Konsumsi Makanan Bersantan
Gulai, rendang, dan opor ayam merupakan beberapa jenis makanan bersantan yang kerap dihidangkan untuk memeriahkan hari raya Lebaran. Pada dasarnya, boleh-boleh saja jika ingin mengonsumsi makanan tersebut selama Lebaran, namun penting untuk tetap membatasi asupannya agar tidak berlebihan.
Hal ini dikarenakan makanan bersantan mengandung lemak jenuh yang tinggi. Kandungan tersebut dapat memicu kadar kolesterol di dalam tubuh, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan. Apabila dibiarkan, timbunan kolesterol dalam tubuh dapat menyumbat pembuluh darah yang akhirnya berisiko menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner.
Selain itu, mengonsumsi makanan tinggi lemak dan bersantan secara berlebihan juga bisa memicu asam lambung naik yang dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti mual, sensasi panas pada dada (heartburn), sakit perut, dan lain sebagainya.
2. Membatasi Konsumsi Makanan dan Minuman Manis
Selain makanan bersantan, momen Lebaran juga kerap dimeriahkan dengan aneka hidangan camilan manis dan minuman kemasan. Kita mesti selektif untuk mencermati apakah makanan dan minuman ini memiliki kandungan gula yang tinggi atau tidak. Jika tinggi, perlu untuk membatasi atau menggantinya dengan makanan atau minuman yang lebih sehat.
Mengonsumsi gula secara berlebihan dapat memicu terjadinya peningkatan berat badan hingga melonjaknya kadar gula darah dalam tubuh. Hal ini berisiko menyebabkan seseorang menderita penyakit diabetes.
3. Minum Air Putih yang Cukup
Jangan lupa untuk minum air putih yang cukup selama mengonsumsi aneka hidangan khas Lebaran. Selain membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, minum air putih secukupnya juga dapat mengurangi keinginan untuk mengonsumsi minuman manis secara berlebihan.
Tak salah untuk merayakan hari lebaran dengan mengonsumsi berbagai macam hidangan khas Lebaran bersama keluarga. Namun, pastikan untuk mengonsumsinya dalam batas wajar dan tidak berlebihan. Kita juga perlu memperhatikan asupan makanan bergizi seimbang agar terhindar dari risiko berbagai masalah kesehatan setelah Lebaran.
4. Mengonsumsi Sayur dan Buah
Selanjutnya adalah mengimbangi konsumsi hidangan Lebaran dengan asupan makanan sehat lain, seperti sayuran dan buah-buahan. Pasalnya, sayuran dan buah-buahan dapat membantu menyeimbangkan kadar kolesterol di dalam tubuh.
Mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya serat juga bisa memberikan efek kenyang pada tubuh, sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan agar tidak berlebihan dalam menyantap hidangan khas Lebaran.
Kita bisa mengatur strategi dengan menyisipkan tomat pada sayur atau tumisan sayur pendamping menu-menu serba santan. Tomat tinggi kandungan vitamin A dan C, serta senyawa antioksidan yang disebut likopen. Likopen mampu berfungsi mengurangi kadar kolesterol jahat.
Selain itu, menyisipkan hidangan penutup berupa buah, misalnya apel, juga bisa dilakukan. Apel tak perlu dikupas, cukup dicuci dan disantap. Apel mengandung senyawa fenolik yang banyak terdapat pada bagian kulitnya. Fenolik adalah senyawa antioksidan yang meningkatkan fungsi sel sehat dan meningkatkan aliran darah.
Melibatkan buah dan sayur dalam pesta makanan saat lebaran sangat berguna bagi kesehatan tubuh karena kandungan serat dalam buah dan sayur bisa membantu melancarkan sistem pencernaan. Dengan begitu, berbagai penyakit setelah Lebaran, seperti sembelit, diare, serta kolesterol tinggi bisa dicegah.
5. Olahraga
Lebaran identik dengan hidangan lezat yang menggugah selera—opor ayam, rendang, ketupat, hingga aneka kue manis. Namun, di balik kenikmatan kuliner khas Lebaran, penting untuk tetap menjaga kesehatan agar tubuh tetap bugar dan tidak berlebihan dalam konsumsi makanan berlemak atau bersantan.
Salah satu cara efektif menjaga keseimbangan tubuh adalah berolahraga. Aktivitas fisik membantu membakar kalori berlebih, menjaga metabolisme tetap optimal, serta meningkatkan energi setelah mengonsumsi makanan berat. Tidak perlu olahraga berat—cukup dengan jalan kaki, bersepeda santai, atau bahkan senam ringan bisa membantu tubuh tetap aktif dan segar.
6. Istirahat yang Cukup
Di tengah kemeriahan Lebaran yang dipenuhi berbagai aktivitas dan makanan, istirahat yang cukup sering kali menjadi hal yang terlupakan. Padahal, tidur dan waktu rehat yang memadai sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama setelah mengonsumsi makanan berlemak atau manis dalam jumlah besar.
Istirahat berperan dalam memulihkan energi, menyeimbangkan metabolisme, dan mendukung fungsi sistem pencernaan. Ketika tubuh kurang tidur atau tidak mendapatkan waktu rehat yang optimal, beberapa dampak negatif bisa terjadi seperti gangguan pencernaan, kelelahan berlebih, dan ketidakseimbangan hormon.
Editor: Kendi Setiawan


