Kita sering melihat seorang pria yang tertawa, kita menganggapnya pasti sedang bahagia. Ketika seorang pria tampak diam, kita menganggapnya memiliki karakter yang tenang. Padahal, tidak pasti seperti itu.
Apa yang terlihat belum tentu bahwa itulah yang ada di dalam hati para pria. Di Indonesia sendiri, akhir-akhir ini sampai muncul ungkapan ‘Laki-laki tidak bercerita’. Ungkapan ini menggambarkan situasi berat yang dihadapi seorang laki-laki, tanpa bercerita, tapi memendam sesuatu dan tetap menjalankan aktivitas sebagai peralihan atau perwujudan perasaannya.
Lucas Graham dalam artilelnya di HackSpirit, mengulas bahwa pria yang sedang berjuang secara emosional dalam hidup namun menyembunyikannya dengan baik biasanya menunjukkan kebiasaan-kebiasaan halus.
Lucas menyebutkan bahwa psikologi pria adalah labirin yang sering kali menyembunyikan perjuangan lebih dalam di balik apa yang terlihat di permukaannya. Beberapa pria, bahkan adalah ahli dalam menyembunyikan pergulatan emosional mereka.
"Mereka telah mengembangkan delapan kebiasaan halus yang mengungkapkan perjuangan tersembunyi mereka," tulis Lucas.
Berikut ini 8 tanda atau kebiasaan halus pria yang menyembunyikan emosinya menurut Lucas Graham
1. Ahli dalam Pengalihan Perhatian
Pria yang berjuang secara emosional tetapi pandai menyembunyikannya telah menjadikan pengalihan perhatian sebagai bentuk seni.
Mereka telah menguasai seni mengalihkan perhatian dari perasaan mereka, dengan cerdik mengalihkan fokus ke hal lain, atau bahkan lebih baik, orang lain.
Untuk mengecek tanda ini, Lucas menyarankan agar kita menanyai mereka bagaimana kabarnya? Mereka akan dengan cepat mengarahkan percakapan kepada Anda atau topik yang sama sekali berbeda.
"Mereka lebih cenderung untuk tidak membagikan perasaan mereka sendiri, tetapi mereka sangat senang untuk terlibat dalam diskusi tentang perasaan Anda," tulis Lucas.
Pria-pria ini menujukkan kontradiksi–mereka mungkin terlihat seperti buku terbuka, sementara pada saat yang sama menjaga bab-bab pergulatan emosional mereka tetap tersembunyi.
2. Pusat Perhatian di Pesta
Lucas mencontohkan teman untuk tipe ini, sebut saja Jack. Jack selalu menjadi pusat perhatian di pesta, yang selalu dengan tawa yang menular dan lelucon tanpa henti. Dia memiliki kemampuan aneh untuk 'menerangi' ruangan begitu dia masuk.
Namun, di balik pintu tertutup, ceritanya berbeda. Jack menggunakan humor sebagai mekanisme pertahanan untuk menyembunyikan perjuangan batinnya.
Dia selalu siap untuk membuat orang lain tertawa, tetapi jarang membiarkan siapa pun melihatnya menangis atau kesakitan. Pergulatan emosionalnya tersembunyi dengan baik di balik fasad sosialnya yang cerah.
Pria-pria ini seperti Jack–mereka menggunakan persona ceria mereka sebagai masker, menyembunyikan pertempuran emosional mereka di balik tawa dan lelucon.
3. Mereka Sering Terlalu Sibuk
Banyak yang tidak menduga dan tidak tahu bahwa kesibukan kadang-kadang bisa menjadi bentuk penghindaran emosional.
Pria yang sedang berjuang secara internal seringkali menjaga jadwal mereka penuh sesak. Mereka akan mengambil lebih banyak pekerjaan, lebih banyak proyek, lebih banyak kegiatan sosial–apa pun untuk mengalihkan pikiran mereka dari pergulatan emosional mereka.
Jadwal mereka penuh hingga sesak, tidak ada waktu untuk beristirahat atau merenung. Mereka lebih suka tenggelam dalam tugas-tugas daripada menghadapi perasaan mereka, menggunakan produktivitas sebagai perisai melawan pertempuran batin mereka.
Ini bukan hanya tentang menjaga diri tetap sibuk, ini tentang melarikan diri dari perasaan mereka sendiri. Sebuah paradoks, bukan?
4. Mereka Biasanya Sangat Pendiam
Sementara beberapa pria menggunakan humor atau kesibukan untuk menutupi perasaan mereka, yang lain memilih untuk diam.
Pria-pria ini mungkin tiba-tiba menjadi pendiam atau menjauh.
Mereka akan mundur ke dalam cangkangnya, memilih kesendirian daripada interaksi sosial. Bukan berarti mereka tidak menikmati kebersamaan, mereka hanya menggunakan keheningan sebagai pelindung.
Keheningan mereka bukanlah hasil dari rasa malu atau introversi. Sebaliknya, itu adalah tanda halus dari perjuangan emosional mereka – perjuangan yang mereka coba keras untuk sembunyikan.
5. Mereka Perfeksionis
Lucas mengungkapkan bahwa dirinya telah memperhatikan sifat ini pada beberapa pria di sekitarnya. Para pria itu selalu melakukan usaha tanpa henti untuk kesempurnaan.
"Mereka menetapkan standar yang tinggi untuk diri mereka sendiri dan merasa sangat tidak puas ketika mereka tidak mencapainya," ungkap Lucas.
Jika dulu LUcas percaya ini murni tentang ambisi. Tapi seiring waktu, dia menyadari bahwa ini sering kali menjadi cara bagi mereka untuk mengalihkan perhatian dari perjuangan emosional mereka.
Mereka menyalurkan energi mereka untuk mencapai tujuan yang tidak realistis. Jika mereka fokus untuk menyempurnakan setiap detail kecil, mereka tidak perlu menghadapi kekacauan perasaan mereka.
"Sebagai seseorang yang telah melewatinya, saya dapat memberitahu Anda – ini bukan tentang mengejar keunggulan, ini tentang menghindari rasa sakit emosional. Ini adalah kenyataan yang sulit diterima, tetapi tetap merupakan pemahaman yang penting," lanjut Lucas.
6. Mereka Sangat Dermawan
Kedermawanan biasanya dilihat sebagai sifat yang sepenuhnya positif, tetapi kadang-kadang bisa menjadi tirai asap untuk masalah yang lebih dalam.
Pria yang sedang berjuang emosional mungkin berlebihan dalam kedermawanannya. Mereka akan berusaha keras untuk membantu orang lain, sering kali mengabaikan kebutuhan mereka sendiri dalam prosesnya.
Ketidakmementingan diri mereka patut dipuji, tetapi itu juga bisa menjadi pengalihan–cara untuk menghindari menghadapi pergulatan emosional mereka sendiri. Dengan fokus pada orang lain, mereka menghindari menghadapi perasaan mereka sendiri.
Ini pastilah hal yang tidak terduga, bahwa kedermawanan sebagai penyamaran untuk kecemasan emosional.
7. Mereka Sering Kekurangan Tidur
Tidur sering kali menjadi korban pertama dalam pertempuran melawan pergulatan emosional. Pria yang berjuang secara internal sering menderita insomnia atau gangguan tidur lainnya.
Pikiran mereka adalah pusaran pikiran, kekhawatiran, dan perasaan yang membuat mereka terjaga sepanjang malam.
Mereka mungkin begadang, baik karena mereka tidak bisa tidur atau karena mereka menghindari keheningan yang datang saat tidur.
Kekurangan tidur bukan hanya gejala–itu adalah tanda halus dari pertempuran emosional mereka yang tersembunyi. Ini adalah teriakan diam untuk meminta pertolongan, yang sering terabaikan dan disalahpahami.
8. Mereka Jarang Berbicara tentang Perasaan Mereka
Menurut Lucas, tanda paling jelas dari seorang pria yang berjuang emosional adalah ketidaksediaannya untuk berbagi perasaannya.
Mereka mungkin pandai berbicara, penuh wawasan, dan menarik saat membahas topik lain. Namun ketika menyangkut perasaan mereka, mereka menjadi menghindar, mengubah topik atau meremehkan perasaan mereka.
Bukan berarti mereka tidak emosional, mereka hanya menjaga dunia emosional mereka dengan hati-hati. Keheningan mereka tentang perasaan bukanlah ketidakhadiran emosi, tetapi benteng yang melindungi perjuangan batin mereka.
Memahami Perjuangan para Pria
Dengan memahami tanda-tanda tersebut, kita memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kebiasaan halus yang sering ditunjukkan oleh pria ketika mereka berjuang secara emosional tetapi menyembunyikannya dengan baik.
Lucas menegaskan bahwa kebiasaan-kebiasaan ini bukanlah tanda kelemahan. Sebaliknya, ini adalah manifestasi dari pertempuran emosional yang kompleks yang terjadi di bawah permukaan.
Ini bukan tentang menyembunyikan emosi, tetapi tentang menemukan cara untuk menghadapinya.
Lucas mengutip kata-kata psikolog Carl Jung, "Siapa yang melihat ke luar, bermimpi; siapa yang melihat ke dalam, terbangun."
Oleh karena itu, kata Lucas, sangat penting untuk melihat lebih dalam dari sekadar penampilan luar dan memahami perjuangan batin yang mungkin dialami seseorang. Terkadang, pertempuran yang paling mendalam adalah yang tetap tersembunyi.
Editor: Kendi Setiawan


