Arina.id - Cerita seorang dokter bergerak sigap menolong bayi yang mengalami kondisi darurat, kejang-kejang, saat berada di dalam Pesawat Citilink pada Mei 2025 lalu kembali diungkit oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Belajar dari kasus yang viral tersebut, Ketua Umum IDAI Piprim Basarah Yanuarso, dalam rekaman video rilis yang dibagikan di Jakarta pada Senin kemarin, mengimbau para orang tua agar mengantisipasi kemungkinan terjadi keadaan darurat medis saat bepergian jauh bersama bayi atau anak.
"IDAI mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua yang akan melakukan perjalanan jauh bersama bayi dan anak, untuk selalu mempersiapkan diri dengan memeriksakan kondisi kesehatan anak sebelum bepergian," kata Yanunarso, seperti dikutip dari Antara, Selasa (3/2/2026).
Dia juga menganjurkan orang tua untuk mempersiapkan berbagai keperluan anak, termasuk obat-obatan pribadi yang dibutuhkan, sebelum melakukan perjalanan jauh bersama anak.
Selain itu, Yanuarso menambahkan, orang tua sebaiknya mempelajari prosedur untuk meminta pertolongan darurat medis saat menggunakan sarana transportasi. Anak yang mengalami kondisi darurat medis dalam perjalanan, kata dia, membutuhkan tindakan cepat dan tepat dari dokter.
Sebelumnya, dokter yang menolong bayi kejang-kejang bernama Erli Meichory Viorika. Ia merupakan anggota IDAI Cabang Bengkulu. Sosoknya viral ketika menolong bayi berusia 22 bulan yang kejang di pesawat Citilink QG 990 rute Jakarta-Bengkulu pada Mei 2025.
"Ini merupakan refleksi langsung dari komitmen profesi dokter anak yang siap membantu dalam situasi apapun sesuai dengan sumpah dan etik kedokteran, meskipun berada di luar lingkungan klinis formal," katanya Yanuarso.
Sementara itu Corporate Secretary & CSR Group Head PT Citilink Indonesia Tashia Scholz dalam keterangan persnya menyampaikan kalau penerbangan pesawat tersebut dilanjutkan setelah anak yang kejang mendapat pertolongan medis dan kondisinya stabil.
"Berkat penanganan yang cepat dan tepat, dokter yang turut dalam penerbangan Citilink tersebut menyatakan bahwa kondisi bayi telah kembali stabil dan layak untuk melanjutkan penerbangan, serta orang tua bayi juga menyatakan keinginan untuk tetap melanjutkan penerbangan menuju Bengkulu," katanya.
Editor:


