BMKG Ingatkan Potensi Karhutla hingga Oktober 2026, Kalimantan Jadi Wilayah Perhatian

BMKG Ingatkan Potensi Karhutla hingga Oktober 2026, Kalimantan Jadi Wilayah Perhatian

Jakarta, Arina.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada September hingga Oktober 2026. Kondisi atmosfer yang masih dominan kering dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.

Peringatan tersebut disampaikan BMKG melalui akun Instagram BMKG dikutip Minggu (13/9/2026). BMKG menjelaskan, kondisi atmosfer pada September 2026 dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain fenomena El Nino yang masuk kategori sangat kuat, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang diperkirakan bertahan hingga akhir 2026, serta angin monsun Australia yang bersifat kering.

Selain itu, September 2026 bertepatan dengan periode puncak musim kemarau di sejumlah wilayah. Kombinasi kondisi tersebut menyebabkan suhu udara cenderung tinggi, udara terasa lebih kering, pertumbuhan awan hujan minim, dan angin dapat bertiup lebih kencang.

BMKG membandingkan dinamika atmosfer dan jumlah titik panas pada periode 1997/1998, 2015/2016, dan 2026/2027. Perbandingan tersebut mencakup kondisi El Nino, IOD positif, serta perkembangan jumlah titik panas atau hotspot.

Berdasarkan analisis tersebut, BMKG menyebut 2026–2027 memiliki kombinasi El Nino sangat kuat, IOD positif, dan musim kemarau, sebagaimana pernah terjadi pada periode 1997/1998 dan 2015/2016.

BMKG juga mencatat titik panas pada 2026 lebih terkonsentrasi di wilayah Kalimantan. Jumlahnya diperkirakan tetap tinggi hingga September–Oktober sehingga kewaspadaan terhadap karhutla perlu ditingkatkan.

"Karhutla masih berpotensi terjadi di bulan September, bahkan Oktober 2026," demikian keterangan BMKG dalam unggahannya.

Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi wilayah yang mendapat perhatian karena titik panas diperkirakan masih meningkat. Kondisi asap juga perlu diwaspadai. Pada Agustus 2026, jarak pandang (visibility) di sejumlah wilayah Kalimantan tercatat sangat rendah, yakni sekitar 50–150 meter. Kondisi tersebut mengindikasikan keberadaan asap yang sangat pekat.

BMKG Lakukan OMC
Untuk mengantisipasi dampak kondisi kering dan karhutla, BMKG bersama sejumlah pemangku kepentingan telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) sejak akhir Maret 2026.

OMC dilakukan antara lain untuk membantu pembasahan lahan gambut, pengisian waduk, serta mendukung penanganan karhutla.

Sejumlah wilayah yang menjadi lokasi OMC hingga September 2026 meliputi Kalimantan Barat pada 22 Agustus–14 September, Jambi dan Lampung pada 26 Agustus–2 September, Kalimantan Tengah pada 26 Agustus–19 September, serta Riau pada 30 Agustus–12 September.

OMC juga dilaksanakan di Jawa Timur pada 3–9 September, Kalimantan Selatan dan Maluku pada 5–12 September, DKI Jakarta pada 6–11 September, Sumatera Selatan pada 9–12 September, serta Jawa Tengah pada 9–13 September 2026.

Imbauan untuk Masyarakat
Di tengah potensi peningkatan karhutla dan asap, BMKG mengimbau masyarakat membatasi kegiatan di luar ruangan serta menggunakan masker ketika berada di luar ruangan.

Masyarakat juga diminta menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Pemeriksaan kesehatan secara rutin serta segera mencari pertolongan medis juga dianjurkan apabila mengalami gangguan pernapasan.

BMKG turut mengingatkan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan ketika jarak pandang terbatas akibat asap pekat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan sehingga pengendara diminta mengurangi kecepatan kendaraan.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo