Jakarta,Arina.id—Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan penghormatan tinggi kepada para marbot masjid dalam seremonial penutupan Temu Nasional Marbot Masjid Indonesia yang berlangsung di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Dalam arahannya, Menag menyebut marbot sebagai sosok mulia yang sering bekerja dalam senyap namun memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah.
“Jadi sebelum muazin itu bangun, marbot itu sudah harus membuka masjid dan membuka sound system. Jadi, jangan-jangan marbot ini pahalanya lebih besar daripada imam dan muazin. Kalau imam dan muazin, itu sudah 'terima jadi' dari marbot itu,” ujarnya.
Menag menilai pekerjaan marbot kerap dipandang kecil dalam kehidupan sosial, padahal justru menjadi salah satu amal paling mulia. Ia bahkan menyebut mereka sebagai “artis-artis langit”, karena amalnya dilihat dan dicintai para malaikat meskipun sering luput dari perhatian manusia.
“Dan di antara marbot itu juga ada rangkap-rangkap tuh. Wajah-wajah yang ada di sini kayaknya merangkap semua ini. Dia membersihkan masjid, membuka pintu masjid, azan juga, bahkan imam juga, bahkan khatib juga," tuturnya berseloroh.
Kisah Sahabat cermin kemuliaan penjaga masjid
Dalam kesempatan tersebut, Menag menuturkan sejumlah kisah sahabat Nabi Muhammad Saw yang menjadi penjaga masjid. Ia menyebut Abu Hurairah yang dipercaya memegang 32 kunci Baitulmal, hingga kisahnya berhadapan langsung dengan iblis ketika berjaga malam atas perintah Rasulullah.
Menag juga menyinggung Bilal bin Rabah yang disebut mendahului banyak sahabat masuk surga karena konsistensi menjaga wudu dan salat sunnah.
Menurutnya, kisah-kisah tersebut menunjukkan bahwa menjadi penjaga rumah Allah bukan profesi rendah, melainkan tugas mulia yang tidak semua orang mampu menjalani.
“Seandainya orang tahu rahasia langit, pekerjaan yang paling mulia itu adalah marbot. Cuma kita tidak tahu rahasia langit, akhirnya pekerjaannya yang paling pilih yang terakhir adalah marbot. Jangan pernah memandang rendah marbot, sebab mereka itulah artis-artis langit," tegas Menag.
Usai acara, di depan wartawan Menag kembali mengingatkan agar masyarakat lebih menghormati marbot. “Jangan memandang (rendah) marbot. Kalau dia tidak buka masjid, kita tidak bisa masuk. Kalau dia tidak menyalakan sound system, azan tidak terdengar. Kita pun bisa tidak salat,” ujarnya.
Ia bahkan mendorong masyarakat untuk sesekali meminta doa kepada marbot. “Dalam tradisi santri, orang yang selalu shalat di masjid, doanya makbul (dikabulkan). Jadi kita bisa minta doa kepada marbot masjid,” katanya.
Peningkatan kapasitas marbot
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad (Arsyad) Hidayat, melaporkan bahwa kegiatan temu nasional ini diikuti ratusan peserta dari berbagai latar belakang.
“Marbot tidak hanya bertugas membersihkan masjid. Mereka harus kompeten dalam ibadah, fikih, komunikasi publik, bahkan penguasaan digital dan media sosial,” ujar Arsad.
Materi pelatihan selama tiga hari mencakup kompetensi keagamaan, manajemen masjid modern, layanan sosial, kepemimpinan jemaah, hingga transformasi digital masjid. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat profesionalitas marbot sebagai garda terdepan pelayanan keumatan.
"Selain itu, seluruh peserta berkomitmen untuk memperbaiki manajemen masjid masing-masing melalui inovasi sederhana yang berdampak bagi masyarakat," jelasnya.
Penyerahan hadiah Sayembara Desain Kaos Quotes Kemasjidan
Sebagai bagian dari acara, Kemenag juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Sayembara Desain Kaos Quotes Kemasjidan.
Hadiah diserahkan langsung oleh Menag Nasaruddin Umar sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas generasi muda dan aktivis masjid.
Kategori Aktivis Masjid
Juara I – M Hazman Thoriq Azizi
Juara II – M Haqqi Arnun P
Juara III – Muhammad Yasir
Kategori Pelajar/Mahasiswa
Juara I – Alifa Nur Fatima
Juara II – Alfa Riki Zamimi
Juara III – Izzata Wihanagku
Kategori Kementerian/Lembaga
Juara I – Ahmad Mughni Hilmawan
Juara II – Moh Asaddin Nur
Juara III – Eka Arief Setyawan
Setiap juara menerima hadiah:
Juara I: Rp5.000.000
Juara II: Rp3.500.000
Juara III: Rp2.000.000
Melalui kegiatan ini, Pemerintah berharap perhatian terhadap marbot semakin meningkat, sejalan dengan peran mereka sebagai penjaga rumah ibadah dan pelayan umat.
Editor:


