Syekh Sudais Peringatkan Houthi, Dua Masjid Suci Tak Boleh Jadi Sasaran

Syekh Sudais Peringatkan Houthi, Dua Masjid Suci Tak Boleh Jadi Sasaran

Makkah, Arina.id—Imam Besar Masjidil Haram, Syekh Dr. Abdulrahman Al-Sudais, mengecam serangan berulang kelompok Houthi yang mengarah ke wilayah Makkah dan Madinah, Arab Saudi. Ia menegaskan keamanan dan kesucian Dua Masjid Suci merupakan garis merah (garis merah) yang tidak boleh dilanggar.

Dilaporkan dari Arab News, Senin (26/10/2026), Al-Sudais menyebut serangan tersebut mencerminkan pendekatan kriminal dan niat buruk kelompok Houthi terhadap umat Islam serta tempat-tempat suci.

Al-Sudais, yang juga menjabat Presiden Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, menyampaikan serangan terhadap wilayah yang berkaitan dengan Dua Masjid Suci merupakan pelanggaran terhadap kesucian kedua tempat tersebut.

Tindakan itu, imbuh Dia, bertentangan dengan syariat Islam yang melarang agresi dan mewajibkan perlindungan terhadap tempat-tempat suci.

“Keamanan dan kesucian Dua Masjid Suci merupakan garis merah yang tidak boleh dilanggar,” demikian pesan utama yang ditegaskan Al-Sudais dalam pernyataannya.

Ia menambahkan, penyerangan terhadap tempat-tempat suci, warga sipil, dan infrastruktur merupakan tindakan yang dilarang dalam ajaran Islam. Tindakan tersebut juga bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan norma internasional.

Al-Sudais menegaskan serangan berulang itu tidak akan meningkatkan keamanan maupun stabilitas Arab Saudi. Sebaliknya, ancaman tersebut justru memperkuat tekad pemerintah dan masyarakat untuk melindungi Dua Masjid Suci beserta jamaah dan pengunjungnya.

Ia juga mengapresiasi upaya kepemimpinan Arab Saudi dalam menjaga keamanan Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, termasuk berbagai situs suci Islam lainnya.

Bagi Al-Sudais, perlindungan terhadap kedua masjid tersebut bukan sekadar masalah keamanan wilayah, melainkan juga perlindungan terhadap tempat yang memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia.

Houthi Klaim Serang Fasilitas Strategis Saudi

Kecaman Al-Sudais muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi.

Kelompok Houthi mengklaim telah melancarkan serangan terhadap tiga bandara Arab Saudi, fasilitas energi, jalur pipa, dan pangkalan udara dalam kurun waktu 24 jam. Klaim tersebut mengindikasikan perluasan sasaran serangan terhadap wilayah Kerajaan Arab Saudi.

Kelompok itu juga mengklaim menyerang fasilitas militer di Aden, ibu kota sementara pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional. Sasaran yang mencakup pangkalan angkatan laut dan kamp militer yang dikaitkan dengan pasukan Arab Saudi.

Namun, klaim mengenai sasaran dan hasil serangan tersebut perlu dibedakan dari informasi yang telah dikonfirmasi secara independen.

Eskalasi ini berlangsung setelah gencatan senjata yang sebelumnya menyelesaikan konflik selama bertahun-tahun antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi mengalami keruntuhan.

Perkembangan tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap kawasan keamanan, terutama karena konflik Yaman memiliki keterkaitan dengan persaingan regional dan perlindungan jalur perdagangan maritim.

Pada bulan sebelumnya, pasukan Houthi melaporkan menguasai seluruh garis pantai Laut Merah Yaman melalui serangan cepat. Perkembangan itu semakin memperumit situasi keamanan regional dan menimbulkan kekhawatiran terhadap lancarnya jalur strategi pelayaran.

Di tengah eskalasi tersebut, pernyataan Al-Sudais menempatkan perlindungan Dua Masjid Suci sebagai perhatian utama. Ia menegaskan bahwa segala bentuk ancaman terhadap keamanan dan kesucian Makkah serta Madinah tidak boleh dianggap sebagai masalah biasa.

Bagi umat Islam, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi merupakan dua tempat paling suci yang menjadi pusat ibadah dan kunjungan jutaan jamaah dari berbagai negara. Oleh karena itu, keamanan kedua tempat tersebut menjadi perhatian luas, terutama ketika ketegangan regional meningkat.

Al-Sudais menegaskan kembali bahwa Arab Saudi akan terus berupaya menjaga Dua Masjid Suci dan melindungi jamaah yang datang untuk beribadah.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo