Arina.id - Pemerintahan Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sampai 2029 nanti. Namun yang terjadi, sejak Prabowo menjabat presiden, pertumbuhan ekonomi masih jauh dari target tersebut, sebesar 5,11 persen pada 2025 atau meningkat dari 5,03 persen pada 2024.
Berbagai kebijakan ekonomi sudah digagas dan diimplementasikan, namun pertumbuhan ekonomi bisa dibilang belum menyentuh 8 persen. Namun pada 2026 ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan realistis sebesar 6 persen. Lalu bagaimana merealisasikan target hingga 8 persen?
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, setidaknya butuh investasi hingga Rp13.000 triliun untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 8 persen.
"Lima tahun ke depan, target investasi dalam rangka kita memenuhi pertumbuhan 8 persen itu adalah Rp13.000 triliun lebih," kata Rosan di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Rabu 8 Oktober 2026.
Menurut dia, realisasi investasi di Indonesia terus menunjukkan peningkatan, di mana pada tahun sebelumnya kontribusi dari investasi rata-rata di 28 hingga 29 persen.
"Untuk saat ini kontribusi dari investasi sudah mendekati 38 sampai 39 persen, jika dilihat selama 10 tahun terakhir investasi kurang lebih nilainya Rp9.100 triliun," ujar Rosan menambahkan.
Ia menjelaskan bahwa Bappenas menargetkan ketika ingin pertumbuhan ekonomi di angka 8 persen, maka Indonesia membutuhkan investasi hingga Rp13.000 triliun lebih dalam lima tahun ke depan.
"Itu adalah target yang diberikan oleh Bappenas kepada kami dalam rangka kita bisa mencapai pertumbuhan 8 persen di tahun 2029," ujarnya.
Rosan menyatakan bahwa pada tahun 2024 realisasi investasi kurang lebih Rp1.714 triliun dan pada 2025 meningkat menjadi Rp1.931 triliun.
Ia menambahkan, investasi yang masuk tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas. Selain itu investasinya juga harus berkualitas.
"Yang paling penting tentunya adalah bagaimana dana yang masuk itu bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Kurang lebih lapangan pekerjaan yang tercipta pada tahun lalu 2,4 juta orang. Dan kalau kita lihat lagi, tentunya investasi yang kita masukan adalah investasi yang berkualitas," katanya.
Editor:


