Jakarta, Arina.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan terbaru terkait korban dan penanganan banjir serta longsor yang melanda tiga provinsi: Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Berdasarkan data terbaru, jumlah korban jiwa di tiga wilayah tersebut mencapai 72 orang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, pembaruan data masih akan terus dilakukan lantaran sejumlah daerah terdampak mengalami gangguan jaringan.
"Untuk data korban hingga saat ini kami masih terus berkomunikasi dengan pemerintah daerah. Ada beberapa pemerintah daerah yang masih kesulitan untuk melaporkan, karena jaringan komunikasi yang masih terganggu," kata Abdul Muhari dalam keterangan resmi yang disiarkan melalui Channel YouTube BNPB, dikutip Jumat, 28 November 2025.
Abdul Muhari, menyampaikan bahwa sesuai laporan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Kamis, 27 November 2025 malam, terdapat 34 orang meninggal akibat banjir, sementara 33 warga lainnya dinyatakan hilang.
Sebelumnya, BNPB menerima laporan terdapat 13 korban meninggal dunia dan tiga orang hilang di Tapanuli Selatan (Tapsel). Di Pakpak Bharat terdapat satu korban meninggal, serta di Tapanuli Utara (Taput) terdapat tiga korban meninggal dan lima orang hilang.
"Secara total kumulatif di Sumut, Tapteng ada 34 meninggal dunia, Tapsel 13, Pakpak Bharat 1, Taput 5, dan Humbang Hasundutan (Humbahas) 4," kata Abdul.
Korban jiwa juga dilaporkan di Sumbar. Menurut data yang dikirimkan Wakil Gubernur Sumbar pada Kamis sore kemarin, terdapat empat orang meninggal di Kota Padang dan lima orang di Kabupaten Padang Pariaman.
Sementara itu, korban jiwa di Aceh berasal dari dua kabupaten, yakni Bener Meriah dan Gayo Lues. Secara keseluruhan, dilaporkan enam orang meninggal dunia dan 11 orang masih dinyatakan hilang.
Rincian korban berdasarkan data BNPB: Aceh meninggal 6 orang dan hilang 11 orang, Sumut meninggal 57 orang, serta Sumbar meninggal 9 orang.
Pemerintah Kirim Bantuan
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pengiriman bantuan terbaru dilakukan pada pukul 07.30 WIB dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
"Pagi ini sekitar pukul setengah delapan pagi, telah diberangkatkan, atas instruksi langsung Bapak Presiden tadi malam kepada seluruh jajaran terkait, untuk memberangkatkan pagi ini empat pesawat: tiga pesawat Hercules, kemudian satu pesawat A400 yang awal bulan ini tiba di tanah air untuk terbang ke tiga provinsi yang terdampak bencana," ujar Seskab dalam keterangan persnya, Jumat (28/11/2025).
Seskab menjelaskan bahwa keempat pesawat tersebut akan diterbangkan menuju bandara-bandara terdekat dari lokasi terdampak.
"Jadi akan ke Padang, Sumatera Barat, kemudian ke bandara terdekat di Tapanuli, itu tepatnya nanti akan ke bandara Silangit, Sumatera Utara, kemudian satu ke bandara di Banda Aceh dan Lhokseumawe Aceh Utara karena adalah bandara terdekat dengan lokasi terdampak," ungkapnya.
Editor:


