Dark
Light
Dark
Light

Kerugian Bencana Banjir dan Longsor di Sumbar dan Aceh Capai Miliaran

Kerugian Bencana Banjir dan Longsor di Sumbar dan Aceh Capai Miliaran

Arina.id - Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat dan Aceh setelah beberapa hari hujan Kamis kemarin, 27 November 2025, menyebabkan kerugian tidak sedikit

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat estimasi kerugian sementara dampak bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di Ranah Minang mencapai Rp6,53 miliar.

Seperti dikutip dari Antara, hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi di Padang. “Kerugian sementara Rp6.533.800.000 dengan dampak terbesar terjadi di Kabupaten Padang Pariaman dengan kerugian sementara Rp4.891.000.000,” katanya.

Arry mengatakan data tersebut bersifat sementara, pada Kammis pukul 12.00 WIB, yang diperoleh dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) di 13 kabupaten dan kota di provinsi itu.

Secara umum, cuaca ekstrem yang melanda Sumbar sejak Sabtu (22/11) memicu bencana hidrometeorologi termasuk bencana banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga banjir bandang di sejumlah daerah.

Arry menyampaikan Pemerintah Provinsi Sumbar terus melakukan pemantauan 24 jam dengan memperkuat koordinasi dan memastikan penanganan dilakukan dengan cepat sesuai prosedur standar operasional tanggap darurat.

“Kita berharap bencana ini segera berlalu. Semoga Allah menjaga masyarakat Sumbar,” ujar dia.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, saling membantu dan memperbanyak berdoa agar provinsi itu dilindungi dari bahaya mara.

Terkait korban bencana Sumbar hingga Kamis kemarin tercatat total 15 orang, dengan rincian sembilan orang meninggal dunia, dua hilang, dan empat luka-luka.

Lebih jauh lagi ia memastikan bahwa sejak awal kejadian Pemerintah Provinsi Sumbar telah menggerakkan seluruh perangkat untuk mempercepat penanganan darurat, pemulihan akses, serta menyediakan kebutuhan dasar warga.

"Kami bekerja dalam satu sistem komando. BPBD di garis depan, kemudian didukung teknis OPD, TNI dan Polri serta pemerintah kabupaten dan kota. Akses jalan dibuka, distribusi bantuan berjalan dan layanan dasar diupayakan tetap stabil," jelas dia.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo