Hamas Sebut Israel Sudah Langgar Gencatan Senjata Hingga Ratusan Kali

Hamas Sebut Israel Sudah Langgar Gencatan Senjata Hingga Ratusan Kali

Arina.id -- Pihak Hamas menyebut bahwa pasukan Israel sudah melanggar hingga ratusan kali terkait kesepakatan gencatan senjata di Gaza, Palestina. Hal itu diutarakan oleh Basem Naim selaku anggota kantor biro politik Hamas, dikabarkan oleh kantor berita RIA Novosti. 

Hal tersebut menyusul serangan udara skala besar yang dilancarkan pasukan Israel ke wilayah Jalur Gaza, pada Selasa (18/3/2025) kemarin.

"Kami berkomitmen pada kesepakatan (gencatan senjata) dan melaksanakan kewajiban sesuai kesepakatan ini,” jelas Naim

“Namun [Perdana Menteri Benjamin] Netanyahu beserta pemerintahannya melanggar kesepakatan itu ratusan kali, melakukan pembunuhan, menutup perbatasan dan melarang masuk bantuan kemanusiaan," imbuhnya.

Terkait hal ini, utusan Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Riyad Mansour menyampaikan desakan agar Dewan Keamanan (DK) PBB segera bergerak aktif mengambil tindakan.

"Kami mengutuk keras kejahatan tersebut. Hal itu sama sekali tak bisa dibenarkan dan harus segera dihentikan," ucap Mansour, dikutip dari Antaranews.

"Dewan Keamanan, bertindaklah. Akhiri tindakan kriminal ini. Hentikan tindakan mereka membatasi makanan kepada rakyat kami di bulan Ramadhan serta membatasi air dan rumah sakit untuk beroperasi," lanjutnya.

Diplomat Palestina itu mengingatkan agar DK PBB segera bertindak mengambil Langkah yang diperlukan, lantaran mereka inilah yang sejatinya punya wewenang.

"Anda sekalian bisa mengeluarkan resolusi, maka bertindaklah. Anda punya wewenangnya, bertindaklah," tutur Mansour.

Serangan udara Israel yang menyebabkan ratusan korban tewas tersebut sontak menuai kecaman dari berbagai pihak, yang mumnya berasal dari negara-negara sahabat Palestina.

Namun demikian kecaman juga datang dari negara-negara Eropa. Uni Eropa (EU) mendesak Israel untuk menghentikan operasi militer. Tapi Eropa juga menegaskan kembali soal pembebasan semua sandera yang masih ditahan Hamas.

"Kami menyerukan kepada semua pihak untuk mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum kemanusiaan internasional. EU meyakini bahwa kembali melanjutkan negosiasi merupakan satu-satunya jalan ke depan," jelas pernyataan Uni Eropa.

Pemerintah Prancis menyerukan penghentian pertikaian, yang justru dapat membahayakan keselamatan para sandera dan penduduk sipil Gaza.

"Prancis menyerukan untuk segera menghentikan pertikaian, yang membahayakan upaya pembebasan para sandera dan mengancam nyawa penduduk sipil di Gaza," jelas pernyataan Kemlu Prancis.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo