Jakarta, Arina.id — Masyarakat Indonesia tengah memasuki puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi terjadi pada 28–29 Maret 2026. Namun, momentum kembalinya para pemudik ini dibayangi potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah pada 29 hingga 30 Maret 2026.
Mengutip situs Humas Polri, puncak arus balik tahun ini terbagi dalam dua tahap, yakni 23–24 Maret dan 28–29 Maret 2026.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyebut pembagian ini dilakukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
“Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi bersama stakeholder, arus balik diperkirakan terbagi dalam dua tahap, yaitu tahap pertama pada tanggal 23–24 (Maret 2026) dan tahap kedua pada tanggal 28–29 (Maret 2026). Dengan pola tersebut, diharapkan kepadatan arus balik dapat terurai dan perjalanan tetap berjalan lancar,” ujarnya dikutip Minggu (29/3/2026)..
Di tengah pergerakan besar masyarakat tersebut, prakiraan cuaca menunjukkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di berbagai wilayah Indonesia, khususnya pada Minggu-Senin, 29–30 Maret 2026.
Prediksi Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan Pulau Jawa menjadi salah satu wilayah yang perlu diwaspadai. Jawa Barat dan Jawa Tengah diprediksi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat secara berturut-turut selama dua hari tersebut. Banten juga berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada 29 Maret sebelum sedikit mereda keesokan harinya. Sementara itu, DKI Jakarta diperkirakan tetap diguyur hujan sedang hingga lebat.
Di wilayah lain, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi merata terjadi di Sumatera, Kalimantan, hingga sebagian besar Sulawesi. Bahkan, Maluku Utara diperkirakan mengalami peningkatan intensitas hujan menjadi lebat hingga sangat lebat pada 30 Maret.
Kondisi lebih kompleks terjadi di Nusa Tenggara Timur yang tidak hanya berpotensi hujan sedang hingga lebat, tetapi juga disertai angin kencang pada 29–30 Maret 2026. Situasi ini berisiko mengganggu perjalanan, terutama bagi pemudik yang menggunakan jalur laut maupun wilayah terbuka.
Berikut potensi cuaca ekstrem pada 29–30 Maret 2026 menurut laman BMKG:
Minggu, 29 Maret 2026
Hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan melanda Aceh, Bengkulu, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Jambi, Riau, Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah.
Adapun Nusa Tenggara Timur berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang.
Senin, 30 Maret 2026
Hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Maluku Utara.
Sedangkan hujan sedang hingga lebat berpotensi meluas di Aceh, Bengkulu, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Jambi, Riau, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Gorontalo, Maluku, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah.
Khusus Nusa Tenggara Timur, selain hujan, juga berpotensi mengalami angin kencang.
Dengan kondisi tersebut, para pemudik diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur rawan banjir, longsor, maupun genangan air.
Selain itu, pengendara juga diminta memastikan kondisi kendaraan tetap prima serta memantau informasi cuaca terkini selama perjalanan.
Kombinasi antara tingginya volume kendaraan saat arus balik dan potensi cuaca ekstrem menjadi faktor krusial yang perlu diantisipasi bersama demi menjaga keselamatan perjalanan.
Editor:


