Jakarta, Arina.id—Zakat fitrah menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat Islam menjelang Idul Fitri. Setiap muslim yang mampu diwajibkan menunaikan zakat ini sebagai bentuk penyucian diri sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain zakat Fitrah ada juga zakat mal. Zakat yang dikenakan atas harta selain zakat fitrah, seperti emas, perak, uang, hasil pertanian, perdagangan, dan peternakan.
Dalam ceramahnya di Masjid Cut Meutia, Jakarta pada Rabu (18/3) sebelum melaksanakan shalat tarawih. Penceramah Ustadz Zainal Arifin mengingatkan tentang makna zakat yang tidak hanya berdampak pada harta, tetapi juga pada jiwa manusia.
Zakat, sebagaimana disebutkan, bukan sekadar kewajiban mengambil sebagian harta, melainkan sarana untuk mensucikan jiwa dan membersihkan harta.
Melalui zakat, seseorang justru dilatih untuk menyadari bahwa harta yang dimiliki sejatinya bukan sepenuhnya milik pribadi, melainkan ada hak orang lain di dalamnya.
Ia menjelaskan bahwa manusia pada dasarnya memiliki kecenderungan untuk bersikap rakus. Ketika diberi kesempatan, manusia bisa saja ingin mengambil sebanyak-banyaknya dan enggan melepaskan.
Di sinilah zakat berperan sebagai latihan spiritual untuk menahan sifat tersebut.
"Jika seseorang mampu mengeluarkan zakat, meski hanya 2,5 persen, itu tanda ia telah memenangkan perang melawan hawa nafsunya," ujarnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan tentang bahaya sifat kikir dan serakah pelit (as-syuhh), yang dalam banyak riwayat disebut sebagai salah satu penyebab kehancuran umat terdahulu.
Sifat ini tidak hanya berdampak pada harta, tetapi juga dapat mendorong seseorang melakukan berbagai pelanggaran, seperti memutus silaturahmi hingga berbuat maksiat.
Meski demikian, syariat Islam menunjukkan keseimbangan. Islam mengakui kepemilikan harta, dan hanya mewajibkan zakat sebesar 2,5 persen. Selebihnya, dianjurkan melalui sedekah, infak, dan wakaf.
"Jika yang wajib saja bisa ditunaikan, maka ke depan akan lebih ringan untuk berbagi lebih banyak,” tambahnya.
Ia juga menyoroti dampak besar zakat dalam kehidupan sosial. Melalui berbagai lembaga pengelola zakat di Indonesia, bantuan dapat menjangkau hingga pelosok negeri membiayai pendidikan, membantu masyarakat miskin, hingga menguatkan kesejahteraan umat.
"Melalui zakat kita di Jakarta ini, dampaknya di luar sana, itu bisa luar biasa, dahsyat. Ini, sekedar mengingatkan pentingnya segera menunaikan zakat," pungkasnya.
Editor:


