Jakarta, Arina.id—Sedikitnya 21 orang, termasuk lima warga sipil dan 16 polisi, tewas serta lebih dari 70 lainnya terluka dalam serangan bom bunuh diri yang menargetkan kompleks kepolisian di Pakistan barat laut saat salat Jumat.
Korban berjatuhan setelah sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak menabrak gerbang Old Police Lines di distrik Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.
Tahir Ali Shah, pejabat tertinggi di Rumah Sakit Distrik Kohat, sebelumnya mengonfirmasi bahwa 15 jenazah telah dibawa ke rumah sakit tersebut, selain sejumlah korban luka.
Enam teroris termasuk seorang pelaku bom bunuh diri, juga tewas dalam serangan tersebut kata seorang pejabat senior kepolisian dilansir Anadolu, Sabtu, 19 September 2026.
Dalam sebuah pernyataan, kepolisian mengatakan operasi penyisiran masih berlangsung.
Ledakan tersebut menyebabkan terbentuknya kawah di luar masjid yang berada di dalam kompleks kepolisian.
Menurut kepala kepolisian Khyber Pakhtunkhwa, ledakan bom bunuh diri lainnya terjadi di sebuah gedung unit khusus kepolisian saat berlangsung baku tembak.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban dalam serangan di Kohat.
"Pemberantasan sepenuhnya terhadap Fitna al-Khawarij dan teroris sangat penting bagi keamanan nasional," kata Zardari melalui platform media sosial AS, X.
Fitna al-Khawarij merupakan istilah yang digunakan Islamabad untuk merujuk pada kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).
Secara terpisah, tujuh militan tewas dalam dua operasi yang dilakukan pasukan keamanan Pakistan di Provinsi Balochistan di wilayah barat daya negara itu.
Editor:


