Arina.id. Sebanyak 12 orang dilaporkan tewas dalam aksi bom bunuh diri yang terjadi di sebuah pangkalan militer Pakistan, Selasa, 4 Maret 2025, waktu setempat.
AP News pada Rabu, 5 Maret 2025 memberitakan, dua bom bunuh diri itu dikatakan berhasil menembus tembok di sebuah pangkalan militer yang terletak di wilayah barat laut Pakistan.
Tak ayal, aksi ini menyebabkan sedikitnya 12 orang tewas. Selain itu, bom bunuh diri di pangkalan militer Pakistan turut mengakibatkan 30 orang mengalami luka-luka.
Berdasarkan keterangan pejabat lokal, dua pelaku bom bunuh diri awalnya meledakkan diri di dekat tembok area militer. Namun, sekitar 5-6 penyerang lainnya dilumpuhkan sebelum mampu memasuki kompleks tersebut.
"Setelah tembok ditembus, lima atau enam penyerang lain mencoba untuk masuk. Mereka berhasil dilumpuhkan," kata pejabat keamanan itu.
Peristiwa serangan bom bunuh diri di Pakistan terjadi setelah matahari terbenam. Mayoritas orang-orang di sana dikatakan bakal berbuka puasa menyambut bulan Ramadan.
Menurut Direktur Rumah Sakit, Dr. Ahmed Faraz Khan, pihaknya merawat 30 orang luka-luka dan sebanyak 12 orang meninggal. Total korban yang tercatat dalam aksi bom bunuh Pakistan hingga kini berjumlah 42 orang.
"Sejauh ini kami telah menerima 42 korban, 12 orang meninggal dan 30 orang terluka. Beberapa di antaranya kritis, namun sebagian besar dalam keadaan stabil. Semua dokter, terutama dokter bedah dan staf paramedis, telah dipanggil untuk bertugas karena keadaan darurat medis telah diberlakukan," kata Dr. Ahmed Faraz Khan.
Sementara mengutip Al-Jazeera pada Selasa, 4 Maret 2025, kelompok yang berafiliasi dengan Taliban Pakistan mengklaim telah bertanggung jawab atas serangan aksi bom bunuh diri itu.
Mereka juga menegaskan puluhan anggota pasukan keamanan Pakistan tewas dalam peristiwa tersebut.
Jaish Al-Fursan mengaku bertanggung jawab atas serangan di pangkalan militer Pakistan. Setidaknya, ini menjadi serangan militan ketiga yang terjadi di Pakistan selama bulan Ramadan 2025.
Editor: Abdul Fatah


