Macron dan Carney Bakal Kunjungi Saint-Pierre dan Miquelon usai Unggahan Peta Trump

Macron dan Carney Bakal Kunjungi Saint-Pierre dan Miquelon usai Unggahan Peta Trump

Paris, Arin.id — Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney akan mengunjungi wilayah Prancis Saint-Pierre dan Miquelon di Atlantik Utara pekan depan.

Kunjungan tersebut menjadi simbol dukungan kedua negara terhadap kedaulatan dan penghormatan terhadap perbatasan nasional di tengah ambisi teritorial Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kepresidenan Prancis atau Istana Élysée menyampaikan bahwa Macron akan berada di wilayah tersebut pada 19-21 September 2026. Sementara itu, Carney dijadwalkan bergabung dengan Macron pada 20 September.

Kunjungan itu dilakukan setelah Trump mengunggah gambar peta Amerika Utara di media sosial pada Senin. Dalam peta tersebut, Kanada, Greenland, Meksiko, sebagian besar Amerika Tengah dan Karibia, serta Islandia diberi warna menyerupai bendera Amerika Serikat.

Unggahan Trump juga mencakup sejumlah wilayah seberang laut Prancis, termasuk Saint-Pierre dan Miquelon, Guadeloupe, serta Martinique.

Istana Élysée mengatakan kunjungan Macron dan Carney ke Saint-Pierre dan Miquelon dimaksudkan untuk menegaskan bahwa Prancis dan Kanada memiliki "nilai-nilai yang sama berupa kebebasan, demokrasi, supremasi hukum, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara."

"Dalam dunia yang ditandai dengan kembalinya politik kekuatan, ketegangan geopolitik, dan bentuk-bentuk ketergantungan baru, Prancis dan Kanada memiliki ambisi yang sama: bekerja sama, bersama semua negara yang memiliki nilai-nilai tersebut, untuk memperkuat kemampuan mereka mengambil keputusan dan bertindak secara mandiri," kata Istana Élysée dikutip dari channelstv.com.

Saint-Pierre dan Miquelon merupakan kepulauan yang terdiri atas tiga pulau dan terletak sekitar 20 kilometer dari pantai Atlantik Kanada. Wilayah tersebut dihuni sekitar 6.000 penduduk.

Macron akan mengunjungi kepulauan itu dalam perjalanan menuju New York, Amerika Serikat, untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kunjungan Carney akan menjadi kunjungan resmi pertama seorang Perdana Menteri Kanada ke kepulauan tersebut, menurut Kepresidenan Prancis.

Saint-Pierre dan Miquelon sebelumnya pernah menjadi lokasi ketegangan antara Prancis dan Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II. Ketika Prancis berada di bawah pendudukan Jerman, pasukan Prancis Merdeka yang dipimpin Jenderal Charles de Gaulle merebut Saint-Pierre dan Miquelon dari rezim Vichy pada 1941.

Langkah tersebut mendapat penentangan dari pemerintahan Presiden AS Franklin D. Roosevelt yang saat itu berupaya mempertahankan hubungan dan pengaturan yang telah ada dengan pemerintahan Philippe Pétain.

Kunjungan terakhir Presiden Prancis ke kepulauan yang berjarak sekitar 4.300 kilometer dari daratan utama Prancis itu dilakukan François Hollande pada 2014.

Selain isu kedaulatan, Macron dijadwalkan membahas dampak perubahan iklim yang dihadapi Saint-Pierre dan Miquelon.

Desa Miquelon saat ini mulai memindahkan permukiman ke wilayah yang lebih jauh dari garis pantai untuk menghadapi ancaman kenaikan permukaan laut. Langkah tersebut secara luas dianggap sebagai relokasi komunitas pertama di Prancis yang didorong oleh dampak perubahan iklim.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo