Kiai Marzuki Mustamar Dilarang Masuk Saudi, Ini Penjelasan Kemenhaj

Kiai Marzuki Mustamar Dilarang Masuk Saudi, Ini Penjelasan Kemenhaj

Malang, Arina.id—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tipe A Kota Malang buka suara terkait pencekalan mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, saat hendak berangkat umrah ke Arab Saudi.

Kepala Kantor Kemenhaj Tipe A Kota Malang Subhan mengatakan, pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai pembatalan keberangkatan pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Malang, tersebut.

“Kalau menurut informasinya memang tidak ada laporan resmi ke kantor. Cuman kalau yang beredar di media sosial dan pernyataan beliau di channel YouTube-nya, beliau juga enggak tahu, tiba-tiba dipanggil di bandara,” kata Subhan dikutip Selasa, 13 Oktober 2026.

Subhan menjelaskan, dokumen perjalanan Marzuki, termasuk paspor dan visa Arab Saudi, telah lengkap. Namun, ia mengaku tidak mengetahui alasan Marzuki tiba-tiba tidak diizinkan melanjutkan perjalanan.

“Berkas keimigrasiannya sudah, paspor sudah ada, visa sudah diterbitkan oleh Arab Saudi, tetapi tiba-tiba tidak boleh berangkat itu kan kami yang enggak tahu, itu dari Arab Saudi-nya,” ujarnya.

Ia menegaskan, Kemenhaj tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi keputusan otoritas negara tujuan terkait izin masuk bagi warga negara asing.

“Kalau masalah tidak boleh dan sebagainya itu kan keimigrasian begitu mestinya,” ucapnya.

Subhan menambahkan, pihaknya hingga kini belum memperoleh informasi resmi mengenai alasan pencekalan tersebut. Informasi yang diketahui masih sebatas kabar yang beredar di media sosial.

Sebelumnya, Marzuki mengaku tidak dapat melanjutkan perjalanan umrah setelah mendapat pemberitahuan bahwa dirinya tidak diizinkan masuk ke Arab Saudi. Peristiwa itu terjadi saat ia hendak naik pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

“Saya enggak jadi umroh karena sudah akan naik pesawat tahu-tahu dipanggil enggak boleh masuk Saudi. Yang membuat pernyataan tidak boleh masuk Saudi sendiri,” kata Marzuki dalam video yang diunggah akun TikTok @ngaosabah dan dikutip Arina.id, Senin (12/10/2026).

Marzuki mengaku sedih karena tidak dapat melanjutkan perjalanan ibadahnya. Ia menyebut dokumen administrasi perjalanan, termasuk paspor dan visa Arab Saudi, telah lengkap.

Setelah menerima pemberitahuan tersebut, Marzuki memutuskan kembali ke Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Malang, pada Sabtu (10/10/2026).


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo