Arina.id -- Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak para pemimpin militer Uni Eropa dan negara lain yang tengah berkumpul di Paris, untuk segera menyusun rencana jaminan keamanan bagi Ukraina.
Seruan Macron disampaikan ketika proses negosiasi antara Kiev dan Washington mulai menunjukkan kemajuan, seperti dikabarkan oleh Le Figaro mengutip pernyataan Istana Kepresiden Prancis.
Di kabarkan hari Selasa (11/3/2025), para peserta pertemuan di Paris sepakat bahwa jaminan keamanan untuk Ukraina tak boleh lepas dari aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan kapabilitasnya.
Sementara pada hari yang sama, delegasi Amerika Serikat (AS) dan Ukraina mengadakan pertemuan di Arab Saudi.
Kantor Kepresidenen Ukraina merilis pernyataan bersama usai perundingan tersebut. Pada intinya pihak Kiev siap menerima usulan AS untuk melakukan gencatan senjata dengan Rusia selama 30 hari. Serta kemungkinan perpanjangan sesuai kesepakatan bersama.
Pernyataan tersebut juga menjelaskan bahwa pihak AS bakal segera melanjutkan bantuan ke Ukraina, serta mencabut jeda terkait berbagi informasi intelijen.
Disebutkan pula bahwa Presiden AS Donald Trump menyampaikan harapan agar Rusia menyetujui gencatan senjata di Ukraina. Trump juga mengungkapkan rencana untuk berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, untuk membahas persoalan terkait.
Para pejabat tinggi negara Eropa, termasuk Jerman, Prancis, Belanda, dan Inggris, menyambut positif hasil perundingan antara delegasi AS dan Ukraina di Jeddah, Arab Saudi.
"Saya menyambut baik kesepakatan hari ini dan mengucapkan selamat kepada Presiden Trump dan Presiden Zelenskyy atas terobosan luar biasa ini," kata Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Selasa (11/3/2025), dikutip dari Antaranews.
Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, menyatakan pembicaraan AS-Ukraina di Arab Saudi berpotensi menjadi titik balik menuju perdamaian.
"Saya menyambut baik kemajuan dalam perundingan AS-Ukraina hari ini serta pengumuman proposal gencatan senjata. Ini adalah langkah penting menuju perdamaian yang komprehensif, adil, dan berkelanjutan bagi Ukraina. Kini, Rusia harus menyampaikan tanggapannya," jelas PM Yunani Kyriakos Mitsotakis.
Editor:


