Dark
Light
Dark
Light

AS Klaim Ukraina-Rusia Sedikit Lagi Capai Kesepakatan Gencatan Senjata 30 Hari

AS Klaim Ukraina-Rusia Sedikit Lagi Capai Kesepakatan Gencatan Senjata 30 Hari

Arina.id. Amerika Serikat (AS) dibawah pemerintahan Presiden Donald Trump mengklaim Ukraina dan Rusia sedikit lagi bakal mencapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata selama 30 hari. Namun, hal ini menunggu respons pihak Moscow.

Menurut keterangan yang disampaikan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam perundingan di Jeddah, Arab Saudi, pemerintah AS akan menyampaikan tawaran gencatan senjata kepada Kremlin.

"Kami akan mengatakan bahwa inilah yang ada di atas meja. Ukraina siap untuk berhenti menembak dan mulai berbicara. Dan sekarang terserah kepada mereka untuk mengatakan ya atau tidak," beber Marco Rubio, sekaligus berstatus pemimpin delegasi AS dalam perundingan yang berlangsung di Jeddah.

"Jika mereka mengatakan tidak, maka sayangnya kita akan tahu apa yang menjadi penghalang dalam usaha perdamaian di sini," lanjut Rubio, dikutip via AP News.

Washington di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan telah mencabut penangguhan bantuan militer dan pembagian informasi intelijen untuk Ukraina.

Sementara Kyiv turut memberikan sinyal mengisyaratkan bahwa pemerintahan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sudah terbuka untuk mencapai kesepatana gencatan senjata selama 30 hari.

Hal ini diketahui setelah para pejabat Amerika Serikat dan Ukraina melakukan pembicaraan di Arab Saudi pada Selasa, (11/3).

Melalui kesempatan yang sama, penasihat keamanan nasional Trump, Mike Waltz, mengatakan Ukraina sudah OK untuk menuju perdamaian.

"Delegasi Ukraina hari ini membuat sesuatu yang sangat jelas, bahwa mereka memiliki visi yang sama dengan Presiden Trump untuk perdamaian," kata Mike Waltz.

Perundingan tersebut turut membahas cara mengakhiri perang secara permanen. Selain itu, Waltz menyampaikan rencana Trump yang akan segera mencabut masa jeda dalam pasokan yang bernilai Miliaran Dolar AS sebagai bantuan militer dan pembagian intelijen yang diberikan untuk Ukraina.

Mengutip laporan Antaranews, Rabu, 12 Maret 2025, delegasi Ukraina dan AS juga sepakat membikin tim negosiasi menuju arah perdamain sekaligus jaminan keamanan jangka panjang bagi Kyiv.

"Kedua delegasi sepakat untuk menunjuk tim negosiasi mereka dan segera memulai perundingan guna mencapai perdamaian yang langgeng, yang menjamin keamanan jangka panjang bagi Ukraina," demikian bunyi pernyataan bersama antara Ukraina dan AS.


Editor: Abdul Fatah
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo