Trump Berlakukan Tarif Impor Tinggi Terhadap Kanada, Meksiko, dan China

Trump Berlakukan Tarif Impor Tinggi Terhadap Kanada, Meksiko, dan China

Arina.id -- Kebijakan baru diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait tarif impor terhadap barang-barang yang berasal dari Kanada, Meksiko, dan China.

Dalam hal ini impor AS dari Kanada dan Meksiko dikenai tarif 25 persen. Sementara China 10 persen. Tarif impor tersebut mulai berlaku pada Selasa, 5 Februari 2025. Langkah ini berpeluang memicu perang dagang.

Dilaporkan Reuters, Donald Trump berencana memberlakukan terif impor tersebut hingga situasi darurat nasional terkait peredaran obat terlarang dan soal imigrasi ilegal di AS berakhir.

Terkait hal ini produk energi dari Kanada dibebankan bea masuk 10 persen, sementara impor energi dari Meksiko terkena 25 persen.

"Presiden Trump menerapkan tarif 25 persen untuk barang -barang Kanada, dan tarif 10 persen untuk sumber daya energi Kanada, sampai Kanada bekerja sama dengan AS soal penyelundup narkoba dan keamanan perbatasan," terang pemerintah AS, dikutip dari Antaranews.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari rentetan ancaman yang dilontarkan Donald Trump terhadap sejumlah negara, terutama selepas ia dinyatakan menang Pemilu AS 2024 lalu.

Langkah Donald Trump berpeluang memicu balasan dari negara-negara terkait, hingga berpeluang memicu terjadinya perang dagang yang justru berujung kerugian bagi kedua pihak. Terlebih ketiga negara yang menjadi sasaran Trump sejatinya merupakan mitra dagang utama AS.

Tak lama berselang, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyampaikan pernyataan bahwa hal ini dapat membawa konsekuensi nyata terhadap warga Amerika Serikat. Pasalnya pihak Kanada berpotensi melakukan langkah serupa.

“Tarif terhadap Kanada akan membahayakan pekerjaan Anda, berpotensi menutup pabrik perakitan mobil Amerika dan fasilitas manufaktur lainnya. Mereka akan menaikkan biaya untuk Anda, termasuk makanan di toko kelontong, bahan bakar di pompa bensin,” kata Trudeau, dikutip dari Tempo.

“Jika Presiden Trump ingin mengantarkan era keemasan baru bagi Amerika Serikat, jalan yang lebih baik adalah bermitra dengan Kanada, bukan menghukum kami,” imbuh Trudeau.

Sementara itu Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum membantah keras tuduhan pihak AS, yang mengatakan bahwa pemerintahan Meksiko bersekongkol dengan organisasi kriminal yang merugikan AS.  

“Kami dengan tegas menolak fitnah Gedung Putih terhadap Pemerintah Meksiko yang dituduh bersekutu dengan organisasi-organisasi kriminal, juga (menolak) niat apa pun untuk campur tangan di wilayah kami,” tulis Claudia Sheinaum di X (twitter).

Ia juga menyampaikan rencana pihak Meksiko untuk mengenakan tarif balasan terhadap kebijakan dagang AS yang baru.

Hal senada dilontarkan pihak China. Mereka menilai perang tarif dagang hanya akan merugikan kedua pihak. Serta mengingatkan bahwa langkah yang diambil AS telah melanggar aturan WTO (Organisasi Dagang Dunia).

"Posisi China tegas dan konsisten. Tak ada pemenang dalam perang dagang dan tarif. Peningkatan tarif secara sepihak oleh AS sangat melanggar aturan WTO," jelas juru bicara Kementerian Luar Negeri China, hari Minggu (2/2/2025).

 


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo