Arina.id - Setelah gencatan senjata antara Israel dan Pejuang Palestina diteken beberapa waktu lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat melempar ide gila. Ia menyerukan agar Gaza dibersihkan dari warganya dengan cara direlokasi ke Mesir dan Yordania.
Namun kedua negara, Mesir maupun Yordania tegas menolak gagasan Donald Trump tersebut. Kebijakan Paman Sam, sejak kepemimpinan Joe Biden hingga berlanjut ke era Donald Trump, memang masih cenderung doyong ke Penjajah Israel.
Donal Trump juga benar-benar tidak mengubah ide bahlul-nya itu saat kembali dikonfirmasi media. Ia kembali menegaskan usulan kontroversialnya tersebut untuk merelokasi warga Gaza ke Mesir dan Yordania. Ia bahkan berkukuh kalau kedua negara tersebut akan mematuhi rencananya meskipun mereka telah berulang kali menolak.
"Mereka akan melakukannya. Mereka akan melakukannya. Mereka akan melakukannya, oke...! Kami telah melakukan banyak hal untuk mereka, dan mereka akan melakukannya," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya apakah dia mempertimbangkan langkah-langkah untuk menekan Kairo dan Amman agar menerima rencananya, seperti dikutip dari ANTARA, Jumat (31/01/2025).
Pejuang Palestina di Gaza telah memerangi penjajah Israel sejak lama. Sampai saat ini, dalam perang tersebut Israel telah melakukan genosida terhadap ribuan warga di sana. Bahkan bila dihitung dari konfrontasi pada 7 Oktober 2023 lalu, kurang lebih dari 47.400 warga, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak telah tewas.
Oleh sebab itu, usulan bahlul Trump tersebut segera menuai kecaman luas, dengan para kritikus menyebutnya sebagai bentuk "pembersihan etnis" dan "kejahatan perang." Banyak negara di dunia Muslim dan Arab, serta beberapa negara Eropa seperti Prancis, dengan tegas menolak gagasan tersebut.
Sebelumnya, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi sempat menolak tegas usulan Trump. Ia menegaskan negaranya tidak akan terlibat dalam pemindahan paksa warga Palestina, dan menyebut pemindahan paksa sebagai "tindakan ketidakadilan yang tidak bisa diterima."
Berbicara dalam konferensi pers bersama di Kairo dengan Presiden Kenya William Ruto, Sisi kembali menekankan sikap tegas Mesir terhadap perjuangan Palestina. "Prinsip historis posisi Mesir terhadap Palestina tidak bisa ditawar," ujar Sisi, sambil menegaskan komitmen negaranya terhadap solusi dua negara.
"Keamanan nasional Mesir tidak bisa dikompromikan. Kami bertekad untuk bekerja sama dengan Presiden (Donald) Trump guna mencapai penyelesaian damai berdasarkan solusi dua negara," ujarnya menambahkan.
Editor: Muhammad Taufiq


