Mesir Usulkan DK PBB Masuk ke Gaza dan Tepi Barat

Mesir Usulkan DK PBB Masuk ke Gaza dan Tepi Barat

Arina.id -- Pemerintah Mesir mengajukan usulan agar Dewan Keamanan PBB dan pihak internasional lain dapat hadir di Jalur Gaza dan Tepi Barat, Palestina.

Proposal tersebut disampaikan oleh Badr Abdelatty selaku Menteri Luar Negeri Mesir dalam pertemuannya dengan para duta besar asing di Kairo, pada Senin (17/3/2025). Pertemuan tersebut membahas soal pemulihan Gaza.

"Ada proposal agar Dewan Keamanan PBB mengkaji pembentukan kehadiran internasional di Gaza dan Tepi Barat," jelas Abdelatty lewat pernyataan Kemlu Mesir, dikutip dari Antaranews.

Kehadiran pasukan penjaga perdamaian dengan mandat dan kewenangan yang jelas, dapat menjadi langkah positif dalam proses pembentukan negara Palestina Merdeka.

"Hal itu akan dilakukan melalui pengesahan resolusi Dewan Keamanan untuk mengerahkan pasukan penjaga perdamaian atau pasukan perlindungan internasional dengan mandat dan kewenangan yang jelas, dalam kerangka waktu yang memastikan pembentukan negara Palestina yang merdeka," imbuhnya.

Namun demikian pihak Mesir tidak menyampaikan update secara rinci sejauh mana perkembangan proposal mereka di DK PBB tersebut.

Sementara itu Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI sekali lagi menegaskan dukungannya untuk Palestina. Indonesia menolak segala hal yang dapat mengubah demografi Palestina, serta terus mendukung Solusi 2 Negara guna menyelesaikan konflik Palestina-Israel.

“Indonesia menolak segala upaya yang mengubah demografi Palestina dan akan terus berperan aktif dalam mendukung Solusi Dua Negara,” tegas Menteri Luar Negeri RI Sugiono, lewat keterangan tertulis Kemlu RI.

Hal tersebut disampaikan usai Menlu melakukan pertemuan dengan Utusan Khusus Presiden Palestina Mahmoud Al-Habbash di Jakarta, Senin (17/3/2025).

Menlu RI menyampaikan bahwa Indonesia bakal terus mendukung Palestina, baik melalui diplomasi, bantuan kemanusiaan, dan dukungan terhadap proses rekonstruksi Gaza.

Pertemuan juga menyoroti soal krisis kemanusiaan di Gaza akibat buntunya negosiasi gencatan senjata, serta pentingnya rekonstruksi setelah perang.

“Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan masyarakat sipil dan lembaga filantropi untuk mengirimkan lebih banyak bantuan, termasuk pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) di Gaza,” ujar Sugiono.

 


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo