Adamawa, Arina.id — Pasukan gabungan Joint Task Force (North East), Operation HADIN KAI (OPHK), menyatakan berhasil menewaskan 16 teroris dalam serangkaian operasi militer pada 30 September hingga 1 Oktober 2026 di wilayah operasi Sektor 4, Negara Bagian Adamawa, Nigeria.
Dalam operasi tersebut, pasukan mengklaim meraih sejumlah keberhasilan taktis melalui penyergapan di darat, serangan udara presisi, serta operasi pertahanan untuk menggagalkan serangan kelompok bersenjata.
Dalam pernyataan Acting Military Information Officer Headquarters Joint Task Force (North East) Operation HADIN KAI, Mohammed Goni, di Maiduguri, Kamis (1/10/2026), disebutkan bahwa operasi tersebut juga berhasil mengamankan sejumlah senjata dan amunisi.
Operasi diawali di wilayah Boima, Local Government Area (LGA) Gombi. Pasukan melakukan penyergapan terkoordinasi terhadap tempat persembunyian kelompok teroris.
Dari lokasi penyergapan, pasukan menemukan tiga senapan AK-47, dua senapan jenis pump-action, satu senjata Dane gun, enam magasin AK-47, serta satu sabuk berisi amunisi untuk senapan pump-action.
Operasi darat kemudian diperkuat dengan serangan udara presisi yang dilakukan Komponen Udara OPHK pada dini hari 1 Oktober 2026.
Sekitar pukul 04.40 waktu setempat, pesawat Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR) mendeteksi sekitar 16 teroris yang berkumpul bersama 15 sepeda motor di bawah pepohonan di wilayah Sektor 4.
"Setelah identifikasi positif dan penentuan sasaran, serangan udara presisi dilakukan pada pukul 05.30 dan mengenai sasaran secara langsung. Penilaian kerusakan akibat pertempuran kemudian mengonfirmasi keberhasilan penghancuran sasaran, sementara sejumlah kecil anggota yang selamat melarikan diri dalam keadaan kacau," kata pernyataan tersebut dikutip dari laman channelstv.com
Pada saat yang sama, pasukan juga menghadapi serangan terkoordinasi dari kelompok bersenjata terhadap posisi militer di Batalyon 226 di Garkida dan Batalyon 232 di Garaha.
"Pasukan merespons dengan kekuatan tembak yang besar dan berhasil memukul mundur para penyerang, sehingga mereka membatalkan serangan dan segera menarik diri," demikian pernyataan tersebut.
Namun, tiga personel militer dilaporkan tewas dalam rangkaian operasi tersebut.
"Dengan penuh penyesalan, tiga prajurit pemberani gugur dalam pertempuran sengit. Sementara itu, personel yang terluka segera dievakuasi dan saat ini dalam kondisi stabil serta mendapatkan perawatan medis. Operasi lanjutan dan penyisiran di seluruh wilayah masih terus dilakukan," kata pernyataan itu.
Keberhasilan tersebut berlangsung di tengah penataan ulang Headquarters Theatre Command yang bertujuan memperkuat integrasi antarsatuan, meningkatkan sinergi operasional, serta memastikan keterlibatan berbagai pihak dalam operasi pemberantasan terorisme dan pemberontakan.
"Melanjutkan fondasi kuat yang telah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya, pendekatan baru ini telah memberikan hasil operasional melalui peningkatan koordinasi antara unsur darat dan udara serta elemen pendukung lainnya," lanjut pernyataan tersebut.
Theatre Command menyatakan tetap berkomitmen mempertahankan operasi militer secara agresif dengan memanfaatkan intelijen, teknologi, serta kemampuan gabungan untuk membatasi ruang gerak kelompok teroris di wilayah timur laut Nigeria.
"Ketika masyarakat Nigeria memperingati Hari Kemerdekaan, pasukan OPHK tetap teguh dalam mempertahankan keutuhan wilayah negara dan menciptakan kondisi yang mendukung terciptanya perdamaian, keamanan, serta pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan tersebut.
"Headquarters Joint Task Force (North East), Operation HADIN KAI, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama masyarakat yang terus diberikan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan menyampaikan informasi yang tepat waktu serta dapat dipercaya kepada aparat keamanan selama operasi berlangsung di wilayah komando," demikian pernyataan tersebut.
Editor:


