Dua Pencuri Permata Peninggalan Napoleon di Museum Louvre Paris Ditangkap

Dua Pencuri Permata Peninggalan Napoleon di Museum Louvre Paris Ditangkap

Arina.id - Dua orang dari pinggiran Kota Paris, Prancis, telah ditangkap dalam kaitannya dengan pencurian permata Museum Louvre pekan lalu. Penangkapan ini dikonfirmasi oleh Kepolisian Nasional Perancis di tengah perburuan kelompok pencuri barang-barang museum tersebut.

Salah satu tersangka ditangkap pada pukul 10 malam waktu setempat pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025 di Bandara Charles de Gaulle Paris ketika mencoba untuk naik pesawat menuju Aljazair. Sementara tersangka kedua ditangkap oleh polisi ketika akan melakukan perjalanan ke Mali, di Afrika Barat.

Seperti dikutip dari ABC News, seorang penyidik Brikade Perburuan Penjahat (BRB), unit khusus kepolisian yang memimpin penyelidikan, dan sumber dari Kementerian Dalam Negeri Perancis yang langsung terhubung dengan investigasi mengatakan kedua tersangka selama ini tinggal di pinggiran Kota Paris.

Nama keduanya juga belum bisa diungkap ke publik. Namun informasi sementara, menurut penyidik, keduanya warga negara Perancis yang tinggal di Seine Saint Denis, sebuah pinggiran Kota Paris. Salah satu tersangka memiliki kewarganegaraan ganda di Perancis dan Mali, dan yang lainnya memiliki dua kewarganegaraan Perancis dan Aljazair. Kedua pencuri ini sudah dikenal oleh polisi dari kasus perampokan sebelumnya.

Penyidik mengatakan mereka mencocokkan jejak DNA yang ditemukan dari helm yang ditinggalkan di TKP dengan salah satu tersangka. Kedua tersangka diyakini berperan aktif dalam perampokan pada 19 Oktober 2025 lalu di Louvre, di mana delapan keping perhiasan berharga, termasuk mahkota yang berisi ribuan berlian dan batu permata lainnya dicuri.

Penyelidik mengatakan mereka masih menentukan apakah terduga lain di Louvre memiliki peran dalam pencurian. Belum ada informasi baru dipublikasikan tentang keberadaan permata hasil curian. Namun Jaksa Penuntut, Paris Laure Beccuau, memperkirakan kerugiannya bernilai USD 102 juta.

Menteri Dalam Negeri Perancis Laurent Nuñez memuji penyidik atas penangkapan di posting media sosial pada hari Minggu, 26 Oktober 2025. Ia menulis pujiannya itu lewat akun Platform X.

"Saya ingin mengucapkan selamat hangat kepada para penyidik yang bekerja tanpa lelah seperti yang saya minta dan mereka selalu percaya diri penuh," kata Nuñez di pos tersebut. "Penyelidikan harus terus berlanjut sesuai dengan kerahasiaan investigasi di bawah otoritas pengadilan interregional khusus Kantor Jaksa Penuntut Umum Paris."

Pada 19 Oktober, para pencuri membobol museum terkenal itu dan mencuri sembilan perhiasan dari koleksi 23 benda peninggalan Napoleon dan permaisurinya. Barang yang dicuri termasuk mahkota, anting, kalung, dan bros yang pernah dimiliki para ratu serta permaisuri Prancis.

Menurut Nunez, para pencuri masuk ke Louvre melalui jendela menggunakan tangga yang dipasang di atas alat pengangkat (cherry picker), memotong kaca jendela dengan gerinda, dan kemudian melarikan diri menggunakan skuter. Dia tak mengesampingkan kemungkinan para pelaku adalah warga asing.

Sementara itu media setempat, Le Parisien, melaporkan bahwa pencurian tersebut dilakukan oleh empat orang, dua di antaranya masuk ke museum.


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo